Female Villainess

Female Villainess
116.Hukuman untuk naga menyebalkan



Dua orang wanita sedang duduk di sebuah taman yang sangat indah dengan dipenuhi oleh warna ungu. Bunga itu adalah lavender, bunga yang sangat disukai oleh kedua wanita itu. Mereka memiliki kenangan indah dengan bunga itu. Kedua wanita itu adalah Ana dan Naura.


Keduanya sudah baikan. Naura mengakui kesalahannya pada Ana. Ana juga sama seperti Naura. Dia sadar di masalalu dirinya berniat membunuh wanita itu. Padahal dia bisa menyelamatkan wanita itu dibandingkan membunuhnya. Dulu dia hanya gadis yang terlalu naif.


"Aku tidak menyangka akan bisa hidup seperti ini lagi. Terima kasih Ana kamu sudah menyelamatkanku. Bahkan aku sangat malu bertemu denganmu." ucap Naura sebelum sambil menyesap tehnya.


"Kamu tidak perlu mengucapkan terima kasih. Bagaimanapun di masalalu aku memang sangat bersalah. Aku pernah membunuh kamu, beruntungnya kamu bisa kembali hidup lagi." ucap Ana sambil mengingat kebodohannya di masa lalu.


"Tapi kamu telah menyelamatkan para naga dan anakku. Aku sudah tahu kalau kamu mengorbankan nyawamu untuk memberikan kesempatan untuk anakku dan luxorius menghirup udara kembali." ucap Naura yang sadar kebodohannya yang berpikir saat itu Ana membawa anaknya untuk dibunuh.


"sudahlah, yang lalu biarkan berlalu. kita sebaiknya menata hidup kita untuk kehidupan kita kedepannya. Aku senang kamu bisa kembali pada Luxorius. Dia sering murung jika mengingatmu." ucap Ana.


"Dia memang pria cengeng, aku pikir setelah memiliki anak dirinya akan sangat kuat dan tegar. Tapi ternyata hal itu tidak terjadi." ucap Naura mengingat Luxorius yang menangis saat dirinya melahirkan anaknya.


"hahahha kamu harus tahu kalau Aleardo juga sama seperti itu. Dia pria yang sering menangis. Entah sudah berapa kali suamiku menangis saat melihat kondisiku yang menurun." tersenyum gentir. Dia sangat tidak suka saat melihat Aleardo yang serapuh itu.


"Ngomong-ngomong apakabar Yirlendi ya." ucap Naura yang mengalihkan pembicaraan. Dia sadar topik sebelumnya terlalu menyedihkan untuk dibicarakan. Mereka berdua memiliki jalur hidup yang sangat menyakit hingga bisa merasakan kebahagian saat ini. Keduanya memang memiliki pria yang sangat kuat tapi juga sangat lemah saat melihat kondisi wanitanya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


"Aleardo akan mengungsikan Yirlendi ke sebuah kota yang jauh dari ibukota. Luxorius akan membuat sihir untuk mengunci Yirlendi di kota itu hingga dia mendapatkan wanita." ucap Ana yang tertawa diakhirnya. kalau dipikir-pikir kedua pria itu sangat konyol dalam membalas dendam pada Yirlendi.


"Bukan kah Yirlendi sangat handal dalam sihir. Seingatku kekuatan sihirnya melebih Luxorius." ucap Naura.


"Kamu memang benar, tapi ada satu sihir yang hanya dimiliki oleh seorang raja naga. Yirlendi tidak bisa kabur karena sihir itu sangat kuat. Kadang aku berpikir suami kita sangat konyol bukan. Mereka mengeluarkan banyak sihir hanya membuat Yirlendi menjauh dari kita." jelas Ana.


"Bukankah itu kebaikan untuk Yirlendi. Agar dia dapat menemukan pasangannya." jelas Naura yang menyesap kembali tehnya. Kalau dipikir-pikir Yirlendi sudah terlalu lama sendiri. Bahkan kehidupan sudah berlalu beribu-ribu tahu sejak pernikahnnya bersama Luxorius.


Yirlendi seperti pria yang senang dengan keadannya terkadang. Tapi kalau dihadapan mereka ketika bersama dengan Aleardo dan Luxorius seperti pria kurang belayan. Kadang Naura tidak habis pikir dengan sifat jailnya Yirlendi yang selalu bisa membuat siapapun naik darah. Mungkin hanya dirinya dan Ana yang jarang menanggapi Yirlendi. Sehingga mereka tidak terlalu mempermasalahkan dengan naga itu.


"Bagaimana kalau di kota itu dia tidak menemukan jodohnya? Kita tidak tahu dimana Yirlendi dapat menemukan wanita yang cocok dengannya.Bukan hanya membuat wanita itu nyaman dengan Yirlendi. Tapi dia juga harus menemukan wanita yang bisa menerimanya yang seorang naga. Tidak jarang wanita yang bisa menerimanya. Aku hanya takut wanita itu hanya memanfaatkan kebaikan yirlendi." jelas Ana.


Bagaimanapun naga masih diburu oleh para penyihir yang ingin memiliki kekuatan sebesar seorang naga. Dia hanya takut Yirlendi mendapatkan luka dan tidak bisa bercerita pada siapapu karena sihir Luxorius.


"Kenapa kamu selalu memperhatikan naga menyebalkan itu." ucap seorang pria yang baru saja masuk ke dalam taman bunga itu. Pria itu tidak sendirian.


"Tenanglah sayang hukuman itu hanya berlangsung satu minggu. Kami hanya berharap naga itu menemukan wanita atau kesibukan yang membuatnya tidak mengganggu kita saat bersama." jelas Aleardo yang sudah duduk di sebelah Ana dan menggelayut maja pada sang istri.


Sedangkan Luxorius sejak tadi sudah duduk di samping Naura dan melakukan hal yang sama seperti Aleardo. Kedua wanita itu saling melemparkan tatapan dan mendesah bersaman.


Tak berapa lama orang tidak pernah diinginkan Luxorius dan Aleardo kehadirannya malah datang. Orang itu adalah Yirlendi. Tentu saja kedua pria itu langsung merubah wajahnya.


"Kalian selalu saja bermesraan. " ucap Yirlendi.


"Sudah berhenti mengganggu kita. Carilah kebahagianmu sendiri saja. " ucap Luxorius yang sekarang sudah melipat tangannya di dada.


"Ya ela kalian begini amat sama aku." ucap Yirlendi.


"Kamu mau kita bantu untuk mencari wanita." tawar Aleardo pada Yirlendi dengan senyum jahat yang muncul. Yirlendi bergetar melihat senyuman itu. Dia merasa akan terjadi hal buruk padanya.


"Kamu jangan macam-macam." peringat Yirlendi.


"Kami hanya melakukan satu macam." ucap Aleardo bersamaan sihir muncul di tempat Yirlendi berpijak. Naga itu tidak bisa bergerak. Bahkan sihirnya seperti menghilang. Yirlendi melemparkan wajah memelas pada Ana dan Naura. Dia berharap kedua wanita itu akan menyelamatkannya. Tapi sayangnya hal itu tidak terjadi.


"Kamu terlalu sering mengganggu keasikkan kami Yirlendi. Jadi kita sangat baik kan kalau membantu mencari wanita sehingga tidak merasa mengenaskan saat kami sedang bermesraan." ucap Luxorius.


"Kalian mau melakukan apa padaku?" tanya Yirlendi yang mulai berkeringat dingin.


"Kamu hanya berpindah di sebuah kota dan tidak akan bisa keluar dari kota itu selama 1 minggu. Tapi waktunya bisa berkurang jika kamu menemukan wanita yang kamu cintai." jelas Aleardo yang membuat Yirlendi melotot bukan main.


"Kalian gila." ucap Yirlendi.


"Sudah nikmati saja. sampai jumpa kembali. Nikmati hukumanmu Yirlendi." ucap Luxorius bersamaan tubuh Yirlendi menghilang dari pandangan mereka.


Yirlendi berpindah di tengah kota. Beruntungnya keberadaanya tidak di sadari oleh para manusia. Dia hanya membuang nafas kasar. Nasibnya sangat menyedihkan sekali. Bahkan majikannya dengan teganya melemparkannya di tempat yang bahkan dirinya tidak tahu. Sedangkan raja malah membuatnya tidak bisa keluar dari kota ini. Dimana dirinya harus tinggal walaupun dirinya naga tapi tidak mungkin kalau tinggal disembarang tempat bukan.


"Kalian sangat jahat, awas saja akan aku balaskan di masa depan Aleardo dan Luxorius." ucap Yirlendi dengan nada yang sangat kesal. Sedangkan orang-orang berlalu larang menatap aneh pada tingkah Yirlendi.