Female Villainess

Female Villainess
126.



Damon memberikan sebuah map yang berisi laporan mengenai pergerakan Syla dalam waktu dekat ini. Aleardo langsung mengambil dan membacanya. Amarahnya tak bisa lagi di tahan ketika membaca setiap informasi yang tertulis di dalam kertas itu.


“Damon, kenapa kamu tidak langsung menginformasikannya padaku?” tanya Aleardo dengan sebuah asap keluar dari tubuhnya. Asap itu mencekik leher tangan kanan Aleardo.


Ana terkejut dengan tindakan Damon. Tindakan suaminya saat ini karena amarah yang tidak dapat dikendalikan. Walaupun dirinya ikut kesal tapi tindakan Aleardo juga tidak di benarkan.


“Aleardo lepaskan Damon.” Ucapan Ana membuat Aleardo menatap kesal pada wanita yang disampingnya. Tapi tatapan Ana lebih tajam dari pria itu.


“Huh, dia sudah membuat masalah kenapa aku harus melepaskannya.” Protes Aleardo yang bukannya melepaskan Damon tapi asap itu semakin kuat mencekram leher iblis itu.


“Aleardo, kita bisa membicarakan dengan baik-baik. Damon masih dibutuhkan untuk menangkap wanita itu. Jadi lepaskan sekarang.”


Pada akhirnya Aleardo melepaskan Damon. Iblis itu terbatuk-batuk karena hampir saja nyawanya melayang karena amarah sang raja. Dia langsung bersujud di depan kedua orang yang paling dihormatinya.


“Yang mulia Raja dan Ratu maafkan hamba yang tidak bekerja dengan baik. Berikan saya kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan saya.”


“Sudah duduk lagi. Aleardo hanya sedikit kesal padamu. Sekarang kamu harus beritahu keberadaan wanita itu. Tidak mungkin kita menundanya terus menerus. Akan banyak dirugikan kalau wanita itu semakin berulah.” Ana tidak sama sekali berniat untuk memanggil wanita yang mengejar suaminya dengan kegilaan. Bahkan wanita itu rela mengorbankan kaumnya hanya untuk ambisi gilanya.


“Keberadaan Syla tidak bisa saya temukan sejak kembalinya dia ke dunia iblis. Dia menghilang bersamaan iblis menengah bawah yang menghilang.” Jelas Damon.


“Dia sangat menyusahkan. Bukan aku sudah bilang untuk mengawasinya. Walaupun aku tidak memerintahkan kamu membunuhnya. Tapi kalau sampai seperti ini kamu bisa membunuhnya dasar kamu tidak berguna.” Ucap Aleardo bersaman sebuah gelas yang melayang ke samping Damon.


Aleardo sudah malas mengurusi para iblis yang memberontak padanya. Hanya Xavier yang bisa dia torelir karena dia adiknya. Dia tidak begitu mempermasalahkan adiknya berbuat sesuka hatinya.


“Maaf tuan, tapi Syla adalah anak dari salah satu tetua. Saya tidak bisa mengambil keputusan tanpa persetujuan anda. Hal itu akan membuat kesalapahaman antara tetua dan keluarga kerajaan.” Jelas Damon.


“Cih, sejak lama mereka hanya membuatku susah. Setelah masalah Syla sepertinya aku harus memberikan mereka sedikit hukuman. Agar mereka posisi mereka hanya budak untukku yang diberikan sedikit kekuatan saja.” Ucap Aleardo yang membuat Damon kembali bergetar merasakan aura rajanya yang sedang tidak baik. Berbeda Damon yang ketakutan, Ana tidak terlalu berpengaruh dengan perubahan Aleardo.


‘Bukankah sekarang kamu lebih baik mencari keberadaan Syla dan bawa tertua di depan kita.” Ucap Ana yang sudah meletakkan gelas tehnya. Aura Ana tidak kalah menyeramkan seperti Aleardo.


Aku pikir hanya raja saja yang menyeramkan. Ternyata mereka adalah pasangan yang sangat menakutkan. Walaupun ratu bukan seorang iblis tapi tenaga sihirnya hampir setara dengan yang mulia raja.


Damon langsung pergi meninggalkan Ana dan Aleardo di ruangan itu. Aleardo langsung memeluk tubuh Ana yang terlihat kesal. Dia tidak tahu alasan sang istrinya kesal.


“Kenapa kamu kesal?”


“Tenanglah aku hanya mencintaimu sejak kamu belum lahir.” Ucap Aleardo yang sama sekali membuat seorang Ana terayu dengan gombalan receh seperti itu.


“Sudahlah, aku gombalan itu tidak akan mempengaruhi aku. Bukankah kita harus menggali informasi Syla dari para tetua itu.” Ucap Ana dengan senyum yang sangat misterius. Tentu saja Aleardo paham yang akan dilakukan oleh istrinya.


Ana tahu kalau umur iblis dan para naga sangat panjang dari pada manusia. Tapi tertua yang disebutkan oleh damon masih terlihat muda. Bahkan badannya saja tidak kalah bagus dengan Aleardo. Wajah iblis memang membuat wanita lupa diri pikir Ana.


Bagaimana tidak pria yang sedang berdiri di depannya dan Aleardo. Pria yang hidup lebih tua dari suaminya tapi masih tampan dan menawan. Bahkan Ana tidak menemukan kerutan pada wajahnya. Rasanya sedikit insecure Ana pada pemandangan di depannya.


Aleardo yang tahu isi pikiran Ana membuatnya sangat ingin membunuh tetua di depannya yang sudah membuat istrinya terpesona. Hanya padanya saja Ana boleh terpesona tidak pada pria lain. Karena kesal dengan tingkah istrinya yang selalu menatap tetua itu, Aleardo langsung menyentil dahi Ana.


“Aw sakit Aleardo.”


“Berhenti menatapnya. Dia pria tua dan suamimu lebih tampan darinya.” Protes Aleardo yang membuat kedua orang lain terkejut melihat rajanya.


Raja Hictor terdengar sikapnya yang dingin dan sangat kejam. Bahkan dia tidak akan memberikan ampunan pada siapapu yang mengganggunya. Tapi pemandangan di depannya sekarang terlihat sangat aneh di mata tetua dan Damon yang sudah melayani raja kejam itu selama menjadi seorang Raja.


“Kamu, ganti wajahmu menjadi pria tua.” Tunjuk Aleardo pada tetua yang membuat orang yang ditunjuknya tidak habis pikir dengan kegilaan rajanya. Tentu saja tidak sulit untuk iblis menggunakan sihir transformasi. Karena dia tidak ingin mati cepat, tetua itu segera mengikuti permintaan Aleardo.


Ana terkejut melihat perubahan pria yang beberapa saat lalu sangat menawan walaupun lebih tampan Aleardo. Tapi tetap saja membuat matanya sangat senang melihatnya. Sekarang pria itu berubah menjadi pria tua yang memiliki banyak kerutan di wajahnya.


Ana mendengus sebal dengan kelakuan Aleardo. Padahal dia hanya sedikit mengagumi iblis itu. Karena untuk manusia saat sudah menginjak umur 40 tahun saja kerutan mulai bermunculan.


“ Kamu pasti tahu alasan aku memanggilmu Victor.” Ucap Aleardo dengan nada dinginnya. Tidak ada lagi wajah ramah saat berbincang dengan Ana. Sekarang di depan pria bernama Victor hanya Raja yang paling ditakuti oleh rakyat iblis.


“Saya tidak tahu yang mulia.” Ucap Victor dengan suara yang terbata-bata. Aura yang dikeluarkan Aleardo membuat pria yang terlihat sangat tua itu menjadi ketakutan.


“Anakmu itu kembali berulah.”


Segera Victor bersujud di depan Aleardo. Dia tidak tahu kalau anaknya Syla telah membuat seorang raja marah. Victor tidak tahu lagi cara menyelamatkan sang anak dari amukan raja. Mungkin dulu Syla bisa selamat dari amukan raja karena keberadaan Xavier di samping anaknya.


Dia sangat tahu kalau anaknya sangat menggilai sang raja. Bahkan anaknya sangat ingin menjadi seorang ratu iblis. Tapi dia tidak menduga anaknya sudah melakukan hal yang membuat raja kembali ke dunia iblis dengan waktu sangat cepat.