Female Villainess

Female Villainess
96. Lamaran Luxorius



Hubungan Naura dan Luxorius semakin dekat. Walaupun baru Luxorius yang sadar kalau hatinya sudah dicuri oleh gadis kecil itu. Dia tidak menduga selama hidupnya ini hanya Naura seorang yang bisa membuatnya merasakan perasaan ini. Tentu saja hal ini menjadi sebuah kabar baik sekaligus kabar buruk.


Kabar baiknya dia sudah menemukan pendamping hidupnya yang selama ini dirinya tunggu. Tentu saja hidup seorang selama beribu-ribu tahun sangat membosankan. Hidupnya dihabiskan untuk mengurusi kerajaan dan melindungi para naga. Tapi mulai saat ini Luxorius tidak akan sendiri lagi. Dia pastikan akan memiliki Naura gadis kecil yang sangat manis.


Kabar buruknya adalah Naura menjadi kelemahannya. Sekarang keberadaan Naura sangat berarti untuk Luxorius. Sejujurnya dia takut jika hal ini diketahui oleh para penyihir hitam. Dia takut hal buruk akan terjadi kembali pada gadis kecil itu.


Yirlendi yang sejak beberapa waktu lalu menemani Luxorius. Terlihat wajah kesal pada rajanya ini. Bukannya mengerjakan tugasnya yang sudah menumpuk tapi Luxorius malah melamu dan sesekali tersenyum. Dia terlihat seperti orang gila saat ini dan Yirlendi tahu penyebab Luxorius seperti saat ini. Tentu semua itu pasti karena gadis kecil yang ditolong oleh raja dari penyihir hitam.


Sebenarnya Yirlendi tidak mempermasalahkan hubungan Luxorius dengan gadis kecil bernama Naura. Tentu saja dia ikut senang rajanya menemukan pujaan hatinya. Dia tidak akan kesepian lagi tapi beda cerita dengan urusan pekerjaan yang semakin menumpuk karena tingkah naga tua yang selalu pergi begitu saja.


Semua pekerjaan yang ditinggal Luxorius berakhir menjadi pekerjaan Yirlendi. Dia sangat kesal dengan perbuatan raja itu. Tugasnya saja sudah banyak sebagai penyihir agung yang memiliki tugas menjaga perbatasan dan pelindungi bagi para kaumnya. Sekarang ditambah dengan tugas raja yang membuatnya pusing dengan setiap permintaan para naga yang aneh menurutnya.


Walaupun permintaan para naga tidak akan seperti para bangsawan dari kaum manusia. Tapi tetap saja terkadang laporan-laporan itu ingin rasanya dia bakar saat membacanya. Rasanya dia berharap raja segera memiliki penerus agar raja baru saja mengganti raja tua malas itu.


"Kalau kamu melamun seperti itu terus tidak akan membuat gadis itu muncul di hadapamu raja." ucap Yirlendi dengan nada ketusnya. Luxorius tersadar dari lamunannya saat mendengar ucapan tangan kananya.


"Kamu benar, kalau begitu aku serakan seluruh tugasku padamu. Aku akan menemui gadis kecilku itu. Terima kasih." ucap Luxorius yang membuat Yirlendi terdiam. Dia tidak pernah memberikan saran untuk menemui gadis kecilnya. Bahkan sekarang dia harus mengerjakan tugas yang sudah menumpuk ini.


"Sialan kamu naga tua, rasanya aku ingin membuatmu turun tahta." umpat Yirlendi yang masih terdengar oleh Luxorius di luar ruang kerjanya.


"hahahaha kamu harusnya menggantikanku saja naga muda." ucap Luxorius yang memberikan teleparti pada tangan kananya.


"Sialan kamu naga tua." umpat Yirlendi.


Luxorius segera menggunakan sihir teleportasi untuk berpindah ke rumah Naura. Naura yang sedang asik memasak hingga tidaks sadar keberadaan Luxorius di belakangnya. Pria itu juga tidak berniat mengganggu kegiatan Naura. Hingga gadis itu membalikkan tubuhnya.


"Astaga, yang mulia." panggil Naura yang terkejut saat melihat Luxorius di belakangnya. Dia bingung dengan keberadaan Luxorius begitu saja di dalam rumahnya. Seingat dia tidak mendengar suara pintu rumahnya.


"kamu sedang masak apaa?" tanya Luxorius yang berjalan mendekati Naura.


"Aku sedang memasak makan siang." ucap Naura yang sudah kembali lagi menghadap peralatan masaknya. Hingga dia merasakan sebuah tangan kekar sedang memeluknya erat. Dia sangat tahu pemilik kedua tangan ini siapa lagi kalau bukan Luxorius.


"Yang muliah lepaskan. Kita tidak sebaiknya dalam posisi seperti ini." protes Naura tapi tidak diperdulikan oleh Luxorius. Pria itu malah semakin mengeratkan pelukan bahkannya kepalanya berada di celuk leher kanan Naura.


"Aku tidak ingin melepaskan pelukan ini." ucap Luxorius dengan sesekali menghirup aroma menenangkan yang selalu dia sukai dari tubuh Naura.


"Tidak ada tapi-tapian. Kamu bisa tetap memasak walaupun aku seperti saat ini." ucap Luxorius tepat di telingannya yang membuat Naura merinding.


"Yang mulia lepasin aku sekarang atau aku akan marah padamu." ucap Naura dengan nada yang dingin. Luxorius yang sadar kalau saat ini gadis kecilnya sedang kesal. Segera dia lepaskan pelukannya namun sebelum itu dia memberikan kecupan di pipi milik Naura.


Naura terkejut saat merasakan kecupan di pipinya. Bahkan kedua pipinya sudah bersemu merah. Sedangkan pelakunya sedang terkekeh tanpa merasa bersalah dengan perbuatannya saat ini.


"Kamu sangat menggemaskan." ucap Luxorius.


Setelah acara kecupan dan pelukan di dapur milik Naura. Mereka melanjutkannya dengan makan siang bersama. Lebih tepanya Luxorius yang memohon gadis kecil itu untuk makan bersama. Setelah itu Luxorius mengajak Naura untuk pergi ke suatu tempat.


"Apakah yang mulia tidak sibuk ? hingga mengajakku pergi di waktu ada harusnya sibuk dengan laporan dari para bangsawan." ucap Naura yang sudah tahu kebiasaan pria di sampingnya beberapa waktu dekat ini. Walaupun dia jujur senang saat bisa menghabiskan waktu bersama dengan Luxorius. Tapi dia juga merasa bersalah karena menjadi salah satu penyebab Luxorius mulai suka meninggalkan tugas-tugasnya itu.


Tentu saja Naura tahu semua itu dari Yirlendi. Naga yang menjadi tangan kanan Luxorius sering curhat dengan kebiasaan buruk raja itu. Bahkan pemuda itu sering melebih-lebihkan cerita di depan Naura tanpa diketahui oleh sang raja.


"Aku tidak akan pernah sibuk untuk gadis kecilku ini." ucap Luxorius yang membuat Naura malu saat mendengar panggilan 'gadis kecilku' oleh pria di sampingnya.


"Kamu bukan kabur seperti beberapa wakrtu ini." ucap Naura yang membuat Luxorius tahu kalau selama ini tangan kananya sering curhat pada gadisnya.


"Jangan marah pada Yirlendi, Dia hanya khawatir padamu yang suka meninggalkan tugas-tugasmu itu." ucap Naura berharap tangan kanan itu tidak menerima hukuman karena telah membongkar semua keburukan pria di sampingnya.


"Kita lihat nanti saja, Dia seperti sedikit harus diberikan hukuman." ucap Luxorius yang membuat Naura terkejut.


"Sekarang kita pergi ke tempat yang ingin aku tunjukkan. Soal yang tadi lupakan saja." ucap Luxorius yang menarik tubuh Naura dalam pelukannya. Perlakuan Luxorius membuat Ana tersipu malu. Sedangkan Luxorius tersenyum sebelum kedua tubuh itu menghilang.


Sekarang mereka sedang berada dihamparan bunga lavender. Sangat indah, Naura baru pertama kali melihat bunga berwarna ungu ini. Sangat jarang bunga lavender tumbuh di daerah ini. Dia tidak tahu alasannya. Naura yang terlalu asik dengan keindahan bungan itu hingga tidak sadar kalau Luxorius sudah menghilang.


Hingga beberapa saat kemudia sebuah lingkaran sihir muncul dan hamparan bunga lavender secara perlahan berubah. Sihir tadi seperti menghancurkan beberapa bunga lavender.


"Bagaimana kalau kamu terbang dan melihat apa yang terjadi pada taman ini dari atas." ucap Luxorius yang tiba-tiba muncul. Naura mencoba merubah wujud menjadi naga sehingga dia bisa melihat apa yang terjadi pada taman di depannya. Hingga dia terdiam saat membacanya.


"Will you marry me?" tulisan pada taman lavender dari atas. Naura segera turun dan berjalan mendekati Luxorius.


"Jadi apa jawabannya? tapi aku tidak menerima penolakan." jelas Luxorius yang membuat Naura menghela nafas. Hingga kepala Naura menganggukan kepala. dia tidak bohon kalau Luxorius sudah membuatnya nyaman.