
Sejak tadi malam Clara berniat untuk meliburkan diri, karena akan mengurus anak-anak nya. Tapi tidak di sangka pagi ini si kembar demam nya sudah turun dan sedang bermain bersama baby sitter. Clara yang sedang menyiapkan bekal untuk Aziel ke sekolah tiba-tiba tangan kekar melingkar di perut nya.
" Kenapa Mas?" tanya Rara yang memang mengetahui pemilik tangan kekar itu.
" Aku kangen" jawab Andre
Clara mengerutkan kening nya pertanda bingung
" Perasaan kita bareng terus deh Mas!" Seru Rara
" Kangen menyelam"
" Ya ampun Mas, masih pagi ini! Fikiran nya sudah traveling"
" Daddy" Ucap anak kecil yang baru saja tiba di dapur
" Kenapa belum mandi?" tanya nya
Yap... memang sedari tadi Andre belum mandi dan masih menggunakan kolor rumahan.
" Nanti boy, dingin" jawab Andre
" Daddy suruh Aziel mandi tapi Daddy belum mandi, kalau Aziel telat gimana?"
" Tuh Mas, nanti anak nya telat" Ucap Rara
" Bareng sama kamu" Ucap Andre dengan nada manja
" Aku sudah tadi"
" Kenapa gak nungguin aku sih!"
" Daddy!" Seru Aziel
" Iya iya, Daddy mandi dulu"
- Skip -
Sebelum berangkat ke rumah sakit dan mengantarkan Aziel sekolah, Clara dan Andre selalu berpamitan terlebih dahulu kepada si kembar.
" Mommy berangkat ya, Fio sama Lio jangan rewel ok..." ucap Rara sambil mencium Lio dan Fio
" Bi kalau si kembar tiba-tiba demam kasih paracetamol saja ya, karena mereka baru tumbuh gigi" lanjut nya
" Baik non" jawab bi Ningsih
" Bye... Anak-anak Daddy" Ucap Andre yang tidak mau kalah mencium si kembar
" Abang pergi sekolah dulu ya, nanti kita main lagi" Ucap Aziel
" Assalamu’alaikum" Ucap Andre, Rara dan Aziel
Sepanjang jalan menuju sekolah, Aziel selalu membaca buku pelajaran yang hari ini akan di pelajari. Karena Aziel memiliki cita-cita ingin menjadi Dokter seperti Mommy dan Daddy nya. Tapi sang Opa ingin Aziel menjadi penerus perusahaan nya dan itu membuat Aziel menjadi bingung. Tapi yang terpenting sekarang ia harus belajar dengan rajin dan membanggakan kedua Orang Tua nya.
Mau jadi apa kedepan nya yang terpenting sekarang adalah mencari ilmu setinggi langit, begitulah yang Oma nya selalu katakan.
" Aziel sudah sampai nak" Ucap Rara
Karena tidak ada jawaban dari sang anak, Clara melihat ke arah kursi belang dan dilihat nya Aziel sedang membaca buku.
" Aziel" panggil Rara
" Iya Mom?" jawab Aziel
" Sudah sampai sayang" Ucap Rara
" Maaf, Aziel asik baca buku"
" Memang sekarang ada ulangan?" tanya Andre
" Engga ada Dad" jawab Aziel sambil mencium tangan Clara dan Andre bergantian
" Aziel masuk dulu, Assalamu’alaikum" lanjut Aziel
" Waalaikumsalam, ingat pesan Daddy" Ucap Andre
" Siap Dad"
" Anak kamu Mas, rajin sekali baca buku" Ucap Rara yang melihat Aziel dari balik kaca mobil
" Anak kamu juga" Ucap Andre
Aziel yang baru memasuki gerbang sekolah, tiba-tiba ada yang memanggil nya seorang anak perempuan.
" Hai... Aziel" sapa Azura
" Hai" Ucap Aziel
" Daddy... Azura masuk dulu" Ucap Azura sambil mencium punggung tangan sang Daddy
" Uncle, Aziel pamit" Ucap Aziel yang ikut mencium punggung tangan Bram
Bram menganggukan kepala nya sambil tersenyum
" Kalian berdua belajar yang rajin ya"
" Baik Dad" Ucap Azura
Aziel dan Azura berjalan beriringan sampai menuju kelas nya, dan itu semua tidak terlepas dari pandangan Bram yang memperhatikan Aziel dari kejauhan.
Kenapa kamu mirip sama Uncle batin Bram