
Acara demi acara telah berjalan dengan lancar. Masih ada waktu untuk Andre dan Clara yang akan mengabadikan momen nya dengan berfoto.
Kesempatan ini tidak di tolak oleh Andre dan juga Clara karena hitung-hitung untuk foto prewedding. Mereka berfoto dengan keluarga, dengan Lio dan Fio dan mereka berdua tentu nya.
Saat Andre dan Clara berfoto, mereka banyak sekali pose yang digunakan salah satu nya mereka bertatapan dengan tangan Andre memegang pinggang Clara dan hidung mancung mereka saling bertabrakan.
Salsa, Gita dan Finna yang melihat di balik foto prewedding Andre dan Clara sangat terlihat uwu sekali.
" Aku kapan bisa kaya gitu coba, hanya bisa melihat keuwuan orang lain saja!" Seru Gita
" Saya bisa kalau kamu mau" Ucap Yoga tiba-tiba berada di sebelah Gita
" Astagfirullah, Dokter Yoga bisa engga jangan ngagetin tiba-tiba" Seru Gita
" Siapa yang ngagetin memang dari tadi saya disini, dan jangan panggil Dokter kalau bukan di rumah sakit."
Gita membulatkan mata nya dan melihat ke arah sahabat-sahabat nya untuk meminta jawaban, mereka hanya menganggukan kepala tanda membenarkan omongan Yoga.
" Kok aku bisa gak tau?!" Ucap Gita bingung
" Iyalah gak tau ada pacar nya disini orang kamu nya aja ngeliatin keuwuan mereka berdua" jawab Yoga
" Mohon maaf Bapak Yoga yang terhormat. Sejak kapan saya menjadi pacar anda?" tanya Gita yang sedang menahan kesal
Andre dan Clara yang sudah melakukan foto-foto melihat sahabat mereka yang sedang beradu mulut, lalu mereka segera menghampiri.
" Ada apa ini rame sekali?" tanya Andre
" Iya kalian kenapa sih?" lanjut Rara bertanya
" Dia tuh gak ngakuin pacar nya sendiri" tuduh Yoga
Andre dan Clara saling bertatapan, mereka bingung siapa pacar Yoga yang di maksud. Andre yang tidak tahu mengangkat bahu nya.
" Diantara kalian ada yang pacaran sama Dokter Yoga?" tanya Rara kepada sahabat-sahabat nya
" Engga..." jawab Salsa dan Finna bersamaan
" Berarti Gita" Ucap Rara sambil melihat ke arah sahabat nya
" Ra, yang bener saja sejak kapan aku pacaran sama Dokter Yoga" jawab Gita
" Kok kamu gitu sih sayang, gak mau ngakuin pacar sendiri." Seru Yoga
" Bapak jangan ngadi-ngadi deh ngaku-ngaku pacara saya terus tadi bilang sayang. Sejak kapan saya menerima Bapak jadi pacar saya." kesal Gita yang sudah terbawa esmosi eh emosi.
Andre yang mendengar adu mulut sampai tepuk jidat di buat nya.
" Yog, kaya nya kamu lagi gak sehat" Ucap Andre melihat sahabat nya yang menurut dia sedikit aneh
" Sehat wal afiat, aku gak panas sama sekali" jawab Yoga
" Badan nya sehat tapi jiwa nya yang gak sehat" pekik Gita
" Ini gara-gara kamu juga ya kalau seandai nya waktu itu kamu gak bilang secara tiba-tiba dengan bilang aku mau, dan saya menawarkan boleh kita coba. Saya gak akan seperti ini kalau kata-kata itu yang keluar dari mulut kamu, seperti menantang" Ucap Yoga sambil melipat tangan nya di dada
" Nah ini salah, saya begitukan keceplosan dan siapa juga yang mau menjalin hubungan tapi coba-coba saat udah nyaman malah ninggalin, kan gak lucu!" Seru Gita
" Mak--" belum selesai Yoga berbicara Gita sudah pergi begitu saja
" Git mau kemana?" teriak Salsa
" Sudah biarin saja dulu mungkin mau mengatur emosi nya biar lebih tenang" Ucap Rara
Yoga yang melihat kepergian Gita hati nya terbesit mendengar penuturan itu ada rasa bersalah saat mengatakan nya.
" Gimana rasanya... engga enak ya. Kalau kamu benar-benar suka, kejar dia sampai dapat jangan hanya untuk sebuah obsesi semata." Ucap Andre menasehati
Yoga yang mendengar perkataan Andre mencerna nya dengan baik-baik.
" Dokter Yoga ngedeketin Gita bukan karena Rara tolak waktu itu kan? Bukan untuk melampiaskan kekesalan kan?" tanya Rara dengan hati-hati
" Hahaha... ya ampun waktu itu aku enggak benar-benar nembak kamu. Aku hanya becanda, aku hanya ingin lihat muka calon suami kamu tuh yang benar-benar ketus sekali saat aku tanya tentang Dokter Clara" Ucap Yoga dengan menekan kan nama Rara
Clara yakin pasti Andre mengetahui hal ini, ia melihat ke arah sebelah nya untuk meminta jawaban.
" Nyebelin banget orang nya, cuman ingin tau tentang hubungan kita yang selalu bareng. Saat dia menyatakan cinta sama kamu di depan aku, itu benar-benar suatu ujian bagi aku sendiri. Rasa nya kesel banget" Ucap Andre sambil melihat ke arah Yoga dengan tatapan tajam nya.
" Maaf kan sahabatmu ini, itu salah satu cara aku untuk tahu ada hubungan apa sebenarnya antara kamu dengan Clara" Seru Yoga
" Cenayang kali bisa tau tentang hubungan orang" Ucap Salsa dan Finna bersamaan
" Tapi btw beneran aku serius sama sahabat kalian!" Seru Yoga
" Kalau serius kejar bukan nyakitin" jawab Salsa