Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 76



Di meja makan mereka semua sedang sarapan, kecuali Andre yang sedang tidak mau makan.


" Kenapa di liatin saja Ndre" Ucap Ayah bima


" Andre gak selera Yah" jawab Andre


" Tumben, itu makanan ke sukaan kamu loh" Ucap Bunda Wulan


" Dikit saja di makan, yang penting ada yang masuk" Ucap Rara


Andre yang mencium aroma nya saja sudah tidak bersahabat bagaimana dengan rasa nya begitulah kira-kira batin nya.


Ia mencoba sedikit demi sedikit untuk di makan tapi setelah beberapa suap. Andre merasakan mual kembali dan dengan gerakan cepat, ia ke kamar mandi yang berada di dekat dapur. Clara yang melihat suami nya langsung pergi ikut menyusul.


" Hoek... hoek... hoek"


Makanan yang Andre makan tadi keluar kembali. Dia benar-benar merasa lemas, mungkin jika tidak ada istrinya di belakang Andre sudah terjungkal.


" Mas sudah ya gak usah masuk, satu hari saja" Ucap Rara


" Mas harus tetap masuk karena sekarang ada jadwal operasi" jawab Andre


" Kan masih ada Dokter yang lain, ada Yoga juga pasti mereka bisa tanpa Mas"


" Gak apa-apa, benar Mas bisa" Ucap Andre lalu turun kebawah untuk mensejajarkan dengan perut sang istri


" Hai anak Daddy, kerja sama ya sama Daddy ok... Daddy harus bekerja dulu. Jangan nakal-nakal di perut Mommy, Daddy sayang sama kamu"


CUP


Andre mencium perut Clara yang masih terlihat rata dan tertutup oleh baju.


" Sayang aku gak mau makan yang tadi, aku minum susu saja ya sama roti" Ucap Andre


" Rara buatin dulu ya"


Saat akan keluar dari kamar mandi mereka di kagetkan dengan Bunda Wulan yang sudah berada di depan pintu.


" Kamu kenapa Ndre?" tanya Bunda


" Andre engga kenapa-napa Bun" jawab Andre


" Bunda telfon Dokter keluarga saja ya dari kemarin kamu mual-mual terus"


" Engga usah Bun, tadi Rara sudah periksa Andre" cegah Andre dan Bunda Wulan melihat ke arah menantu nya untuk meminta jawaban


" Iya Bun tadi Rara sudah periksa Mas Andre. Tapi gak kenapa-napa hanya makan nya saja tidak teratur" jawab Rara


" Kebiasaan kamu Ndre, harus jaga pola makan nya jangan di nanti-nantiin bikin Bunda hawatir saja" kesal Bunda Wulan


" Iya Bun, Andre akan menjaga pola makan nya" Ucap Andre


" Yasudah Bunda kembali ke meja dulu"


Andre dan Clara hanya mengangguk saja sebagai jawaban


" Mas jadi bohongkan" Ucap Rara


" Ya mau gimana lagi, nanti kejutan nya gagal dong" jawab Andre


Saat Bunda Wulan akan kembali ke meja makan, Bunda Wulan baru teringat akan menanyakan sesuatu dan akhirnya balik lagi.


" Andre Rara" panggil Bunda


" Astagfirullah" Ucap Andre yang kaget mendengar suara Bunda nya yang tiba-tiba datang kembali


Haduh... dengar gak ya batin Andre


" Bunda lupa tadi mau nanyain, yang di atas lemari dapur itu susu hamil punya siapa? Gak mungkin punya Tata dan gak mungkin juga punya Bunda atau jangan-jangan punya Rara?" tanya Bunda dengan curiga


Clara yang tidak bisa menjawab mencubit tangan sang suami. Andre yang di cubit tidak ada tanda-tanda akan membuka suara


" Heemm..." Ucap Rara terpotong


" Punya bibi Bun" jawab Andre


" Gak mungkin punya bibi, orang bibi saja umur nya sudah 50an sudah gak bisa hamil lagi lah. Kelihatan nih bohong nya, jujur punya siapa?" tanya Bunda lagi


" Kata siapa gak bisa Bun, bisa saja yang umur nya 50an masih hamil" elak Arman


" Sudahlah jujur saja" Ucap Bunda Wulan


" Punya Rara Bun" Ucap Rara yang akhirnya memberi tahu


" Kamu benaran hamil Ra? Sudah berapa minggu?" senang Bunda


" Alhamdulillah Bun, baru 2 minggu. Maaf Rara sama Mas Andre belum kasih tau semua nya, karena rencana nya kita mau kasih kejutan" Ucap Rara perlahan takut Bunda Wulan kecewa telah menutupi nya


" Ayah... Yah" teriak Bunda dengan heboh meninggalkan Andre dan Rara


" Gagal deh sayang kejutan nya" lanjut Andre


" Ya... bagaimana lagi, Mas juga sih yang salah. Simpan susu di atas lemari" Ucap Rara