
Aziel yang sedang menunggu mang Dadang untuk menjemput tiba-tiba saja ada yang menghampiri nya.
" Hallo" sapa laki-laki itu
Aziel yang merasa takut dengan orang baru, hanya diam saja tidak menjawab
Seperti nya dia takut Ucap orang asing di dalam hati
" Belum ada yang jemput?" tanya laki-laki itu
" Belum Uncle" jawab Aziel dengan pelan
Orang itu tersenyum " Mau Uncle temani?"
" Uncle di sini lagi nunggu anak Uncle, dia lagi beli es krim di kantin sama teman nya" lanjut orang itu
" Ohya nama ade ganteng ini siapa?"
" Aziel Uncle" jawab Aziel
" Waah... nama nya bagus sekali. Kenalkan nama Uncle Bram" Ucap Bram memperkenalkan diri
Kenapa nama anak ini sama seperti... batin Bram
" Daddy" teriak anak itu memanggil Bram
" Sudah beli es krim nya?" tanya Bram
" Sudah Dad, hallo Ziel" Sapa Azura
" Zura kenal sama Aziel?" tanya Bram
" Iya Dad, Aziel teman kelas Zura" jawab Azura
" Aziel kenapa belum di jemput?" lanjut Azura
" Gak tau" jawab Aziel
" Zura kita temenin dulu Aziel sampai di jemput ya, kasihan kalau sendirian di sini" Ucap Bram
" Baik Dad"
Apa benar Aziel yang selama ini aku cari dia, tapi nama Aziel itu banyak. Batin Bram
" Aziel boleh Uncle tanya sesuatu sama Aziel?" tanya Bram
" Boleh Uncle" jawab Aziel
" Nama Orang Tua Aziel siapa?"
" Hemm... Mommy Aziel...." Ucap Aziel terpotong kala datang mang Dadang
" Den Aziel... maaf mamang telat jemput tadi macet di jalan" Ucap mang Dadang
" Terima kasih pak sudah menemani den Aziel, maaf merepotkan." Ucap mang Dadang
" Tenang saja, sama sekali tidak merepotkan" jawab Bram
" Kalau begitu saya dan den Aziel permisi dulu" pamit mang Dadang
" Uncle, Aziel pulang dulu. Terima kasih sudah menemani" Ucap Aziel sambil mencium tangan punggung Bram
Kenapa hati ini terasa hangat saat Aziel mencium tangan Ucap Bram di dalam hati
" Iya hati-hati di jalan" jawab Bram sambil mengelus rambut Aziel
" bye bye Azura" Ucap Aziel melambaikan tangan dan di balas dengan lambaian tangan oleh Azura
...---------------------------------------------------...
Di Rumah Sakit Andre di kagetkan dengan dua orang yang baru saja masuk ke dalam ruangan nya, siapa lagi kalau bukan Jihan dan Haneul. Jihan yang akan memeriksa kandungan dan di temani oleh Haneul, mereka sama-sama kaget ternyata Dokter yang meriksa kandungan nya adalah Andre yang saat itu bertemu di Paris begitulah batin kedua nya kira-kira.
" Siang dok" Ucap Haneul
" Siang, silahkan duduk" jawab Andre
" Ada keluhan?" lanjut Andre sambil melihat buku pemeriksaan
" Tidak ada dok" jawab Jihan
" Baik, kita cek dulu"
Setelah Jihan membaringkan badan nya di atas brankar, suster membantu mengoleskan gel di atas perut pasien. Andre yang melihat muka Haneul seperti tidak bersahabat langsung meminta izin.
" Sebelum nya saya minta maaf untuk mencek nya" Ucap Andre
" Silahkan yang penting jangan macam-macam" jawab Haneul
Macam-macam apa sih cuman mau cek doang batin Andre
Andre menggerakkan tangan nya menggunakan alat untuk melihat keadaan bayi yang ada di dalam kandungan Jihan.
" Semua nya sehat, dan jantung nya juga kuat. Mau dengar suara jantung nya?" tanya Andre
" Boleh" jawab Haneul
Selesai sudah Andre memeriksa, mereka kembali ke meja untuk mendengarkan Andre berbicara.
" Ini ada vitamin nanti ambil di apotek dan jangan lupa untuk di minum" Ucap Andre
" Baik dok, terima kasih kalau begitu kami pamit"Ucap Haneul
" Iya sama-sama" jawab Andre