Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 06



Setelah Dokter Andre, Bunda Wulan dan si kembar keluar dari ruangan. Rara masih memikirkan omongan Dokter Andre 'anak-anak! Daddy!' Terus emang kapan nikah? Terus anak siapa itu? dan masih banyak lagi pertanyaan yang ingin Rara tanyakan, tapi semua itu Rara urungkan karena tidak berani, takutnya itu sebuah privasi.


"Ihh... tapi jiwa kepo aku muncul, tapi aku gak berani buat tanya. Aku gengsi, bisa jadi privasi yang gak semua orang harus tau." frustasi Rara sambil bersender di kursi kerja nya.


"Apa aku tanyain aja ya sama Finna atau yang lain nya, biar jiwa kepo aku terbayarkan. Iya ... nanti aku coba tanya sama mereka."


...---------------------------------------------------...


Andre langsung ke ruangan praktek nya setelah mengantar bunda dan kedua anak nya ke dalam ruangan pribadi Andre. Setelah di tinggal beberapa menit sudah banyak saja ibu-ibu yang mengantri untuk mencek kandungan nya.


"Semangat Ndre ...." Andre menyemangati diri sendiri


Jam sudah menunjukan sore hari tanda nya shift sudah habis dan akan di gantikan oleh dokter yang lain. Agar besok para dokter fit kembali dan semangat untuk bekerja lagi. Kecuali apabila ada panggilan mendadak dan sangat membutuhkan, mereka akan kembali lagi.


"Alhamdulillah, selesai hari ini." Ucap Andre lesu sambil melangkah meninggalkan ruangan kerja nya


Andre memasuki ruangan pribadinya sudah tidak ada Bunda, Calista dan kedua anak nya karena tadi Bunda pamit lewat whatsapp saat masih mengurus ibu-ibu hamil.


"Lebih baik pulang sekarang saja, badan udah lengket juga." Gumam Andre saat membuka jas kebanggaan nya.


Saat keluar ruangan pribadinya, ada yang menyapa Andre. Andre pun menoleh


"Dokter Andre mau kemana?" tanya Dokter Yoga yang sama-sama berprofesi sebagai dokter kandungan dan sebagai sahabat Andre.


"Mau mancing ..." celetuk Andre, " Ya ... pulang lah, sudah tidak ada lagi pasien lebih baik pulang." lanjut Andre


"Buru-buru amat udah mau pulang, orang jomblo gak usah buru-buru pulang! Kalau sudah punya istri tidak apa-apa pulang cepat." Seru Yoga


"Oy ... kamu lupa, gak ada istri ada anak yang nunggu Daddy nya pulang." jawab Andre


"Iya aku ingat, sayang banget sih sama anak."


"Jelas dong kalau sudah sayang anak tentu sayang istri." Ucap Andre sambil tertawa


"Yailah ... bahasa nya, istri aja ga ada." kata Yoga sambil geleng kepala


...---------------------------------------------------...


Rara bersiap-siap akan pulang karna akan menemani Rey bermain di taman. Setelah selesai Rara melangkah keluar ruangan dan akan menuju parkiran.


Saat menunggu pintu lift terbuka Rara mengirim pesan di group kepada sahabat nya.


^^^📩 Rara^^^


^^^Guys, kalian udah pada pulang belum? Ada yang mau nebeng gak nih?^^^


Memang Rara selalu menanyakan kepada sahabat nya, karena di antara mereka selalu ada yang ikut nebeng. Dan Rara sudah menganggap mereka lebih dari sahabat.


*Ting ... suara pesan masuk


📩 Finna


Aku sama Gita ... Ra ikut nebeng, ga bawa kendaraan.


^^^📩Rara^^^


^^^Ok ... kita ketemu di parkiran, kalau Salsa gimana mau ikut nebeng juga?^^^


📩Salsa


Engga Ra, aku bawa mobil.


*Ting suara pintu lift terbuka


Saat pintu lift terbuka, Rara kaget melihat seseorang yang siang tadi memasuki ruangan praktek nya bersama sang bunda beserta kedua anak kembar nya.


Rara tersenyum dan melangkah masuk kedalam. Di dalam lift hanya ada keheningan tidak ada obrolan. Kenapa aku jadi gugup gini ya deket sama Dokter Andre, apalagi di dalam cuman berdua lagi. Batin Rara