
Sudah menjadi rutinitas setiap weekend Andre dan Clara selalu mengunjungi kediaman Ayah Adit dan Bunda Dinda.
Baru saja akan mengetuk pintu utama, sudah ada yang membuka nya dari arah dalam.
"Oma!" panggil Aziel sambil memeluk sang Oma
"Ehh ... Cucu Oma, kapan datang?" tanya Bunda Dinda
"Baru saja," jawab Andre sambil mencium punggung tangan Bunda Dinda dan di ikuti oleh Clara
"Mau kemana Bun, sudah rapih?" tanya Rara
"Toko bunga, mau tambah koleksi tanaman." jawab Bunda Dinda
"Mom Dad, Aziel boleh ikut?" tanya Aziel
"Memang Aziel gak cape?" tanya balik Rara
"Enggak, Mom."
"Ok ... Aziel Boleh ikut, tapi jangan ngerepotin Oma ya!" Ucap Andre
"Yey ... thank you, Mom Dad."
"Ayo, Bun!" Ajak Ayah Adit yang baru saja datang, "Loh ... ada cucu Opa ternyata."
"Opa, Aziel ikut ya!" senang Aziel
"Haha siap ... gak apa-apa nih di tinggal sama Ayah Bunda?" Ucap Ayah Adit
"Gak apa-apa Yah, di dalam ada Bang Ian?" tanya Rara
"Bang Ian, Kak Raissa lagi main ke rumah nenek nya Rey. Kalau Iqbal lagi main," jawab Bunda Dinda
Clara hanya ber oh ria saja
"Lio sama Fio tidur ya, jadi gak bisa ikut," ucap Ayah Adit
"Iya nih ... lagi pada tidur." jawab Andre
"Yasudah kalau begitu Ayah sama Bunda, berangkat sekarang ya."
"Hati-hati di jalan, Yah Bun," Ucap Rara
"Bye, Daddy Mommy." Ucap Aziel
"Byee ..." jawab Rara dan Andre bersamaan
"Assalamu’alaikum."
"Waalaikumsalam,"
...---------------------------------------------------...
Andre dan Clara menuju kamar bersama si kembar yang berada di gendongan masing-masing. Clara yang akan menidurkan Fio di atas ranjang tiba-tiba terbangun
Saat Fio akan tertidur kembali, suara tangisan Lio terdengar dan membuat Fio menjadi ikut menangis. Clara langsung menggendong Fio sambil memberikan susu agar sang anak berhenti menangis, sedangkan Andre masih membenarkan celana Lio.
"Ok ... selesai," Ucap Andre lalu menggendong Lio, "Maafin Daddy ya, jadi ikut nangis. Tadi Abang Lio habis ganti popok." lanjut Arman yang mengajak berbicara dengan Fio
"Iya Daddy, tadi aku cuma kaget." jawab Rara menirukan suara anak kecil
"Sayang sekarang malam minggu, kita pacaran yu!" Ajak Andre
"Anak-anak nanti sama siapa, enggak deh Rara gak mau!" tolak Rara
"Kan ada Bi Ningsih nanti kita titipkan saja dulu." Ucap Andre
"Memang mau kemana?"
"Kemana saja asal berdua,"
"Kalau begitu di rumah saja!" Ucap Rara sambil meletakan Fio yang sudah kembali tertidur
"Jangan di rumah dong, ganti suasana baru,"
"Iya deh, tapi tunggu Aziel pulang dulu." pasrah Rara
"Ok ... istriku."
Dua jam telah berlalu, kini Clara dan Andre sedang bersiap-siap untuk malam mingguan. Salah satu alasan Andre mengajak istri nya untuk berpacaran, karena dia melihat story whatsapp Rai yang sedang berjalan dengan sang kekasih dan itu membuat Andre menjadi sirik.
Saat mereka sedang bersiap-siap, tiba-tiba saja pintu kamar di ketuk dari arah luar.
Tok ... tok ... tok
Ceklek ...
"Daddy mau kemana?" tanya Aziel yang melihat penampilan Andre sudah rapi
"Mau pac--" belum selesai Andre berbicara sudah di potong
"Jalan-jalan." jawab Rara yang tiba-tiba menghampiri kedua kesayangan nya
"Sama Mommy? Kok Aziel gak di ajak?" tanya Aziel dengan wajah sedih
"Kan Aziel sudah jalan-jalan sama Oma Opa," jawab Andre
"Tapi sama Mommy Daddy belum." Ucap Aziel
"Daddy sama Mommy, mau ketemu sama temen-temen Mommy Daddy, jadi Aziel gak di ajak." Ucap Andre
"Yahh." sedih Aziel
"Gak apa-apa ya Aziel di rumah sama kembar, nantikan ada Rey juga pulang," Ucap Rara
"Iya deh gak apa-apa, Mom." kata Aziel, "Tapi sebelum Mommy pergi, Aziel punya sesuatu"