Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 98



" Maaf Yog nunggu lama" Ucap Gita yang baru saja datang


" Engga kok tenang saja, tadi juga sempat ngobrol-ngobrol dulu sama Om dan Tante" Ucap Yoga


" Papa ngobrol apa saja sama Yoga?" tanya Gita


" Kepo!" jawab Papa Gita


" Itu bibir kenapa, nanti ada yang cium mau" celetuk Papa Gita yang melihat sang anak mengerucutkan bibir nya


" Issh... Papa!"


" Kalau begitu saya pamit dulu Om, Tante, Gita tidak enak sudah malam" pamit Yoga


" Sudah mau pulang saja" Ucap Mama Gita


" Nanti kalau ada waktu saya main lagi ke sini"


" Mau ngepain ke sini lagi!?" tanya Gita


" Orang mau silaturahmi tuh jangan di larang-larang, tidak baik" Ucap Papa Gita


" Iya iya"


" Yasudah anterin ke depan pacar nya"


" Bukan pacar pah"


" Terus apa, suami?"


" Ya bukan, sejak kapan aku nikah"


" Sudah-sudah kebiasaan deh gak bisa akur, kasihan tuh Yoga mau pulang malah di anggurin!" Seru Mama Gita


" Maaf ya Yoga, memang begitu Gita" Ucap Papa Gita


" Tidak apa-apa Om, kalau begitu saya pamit" Ucap Yoga sambil bersalaman


" Assalamu’alaikum"


" Waalaikumsalam"


" Gita itu anterin!" Seru Papa Gita


Mau tidak mau Gita mengantarkan nya ke depan pintu, setelah di depan


" Aku pulang dulu ya, Assalamu’alaikum" Ucap Yoga


" Waalaikumsalam, hati-hati di jalan" Ucap Gita


Huft


" Akhirnya beban ini sedikit berkurang, hanya tinggal satu langkah lagi yaitu meyakinkan hati Gita" gumam Yoga sambil mengendarai mobil


" Berawal dari candaan sampai muncul sebuah rasa dan semua itu aku alami saat pulang dari desa. Semoga berjalan dengan lancar"


...---------------------------------------------------...


Di dalam kamar, Andre dan Clara sedang menidurkan si kembar karena sejak tadi mereka sudah rewel tapi tidak mau tertidur. Sedangkan Aziel ia sudah tertidur setelah mengerjakan tugas sekolah nya.


" Kenapa sih anak Mommy dua-dua nya rewel" Ucap Rara sambil memangku Lio


" Sayang, Fio demam" Ucap Andre yang sedang memegang kening Fio


Clara langsung mendekat ke arah sang suami lalu meletakkan tangan nya di kening Fio dan benar saja ternyata sang anak demam. Ia coba beralih memegang kening Lio dan hasil nya sama.


" Lio juga, tolong ambil stetoskop di kamar Mas" Ucap Rara


Dengan langkah cepat Andre langsung ke kamar nya untuk mengambil stetoskop.


" Sayang kok bisa barengan sih demam nya, jangan bikin Mommy khawatir"


" Oek... ooek..."


" Cup... cup"


Clara memperhatikan mulut Lio yang terlihat menyembul berwarna putih. Dan ia baru menyadari ternyata ke dua anak nya rewel karena sudah tumbuh gigi yang baru lagi.


Andre yang sudah membawa stetoskop langsung memberikan kepada sang istri.


" Kenapa gak sama Mas" Ucap Rara


" Sama kamu saja, yang lebih tau tentang anak. Kalau Mas tau nya tentang kamu yang sedang hamil" Ucap Andre


Meskipun Clara sudah mengetahui mengapa si kembar rewel, tetapi dia tetap akan mencek nya.


" Kenapa?" tanya Andre


" Demam biasa, akibat tumbuh gigi. Nanti akan reda sendiri nya tapi kalau masih demam kita kasih paracetamol" jawab Rara dan di balas dengan anggukan kepala


" Gak kerasa ternyata sudah mau tumbuh gigi lagi, cepet sembuh anak-anak Daddy" Ucap Andre lalu menggendong Fio sambil memberikan susu


" Mas... malam ini biar anak-anak tidur sama kita ya, takut nya nanti malam tiba-tiba ke bangun" Ucap Rara


" Iya sayang, aku juga gak tega ninggalin mereka"