Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 40



Acara telah selesai berjalan dengan lancar. Di sebuah kamar sepasang suami istri yang baru saja melangsungkan pernikahan nya, mereka sedang membuka hadiah-hadiah yang diberikan keluarga dan sahabat-sahabat nya.


" Ayo kita buka dulu kado-kado" Ucap Rara yang antusias


" Ganti baju dulu memang kamu gak ribet pakai baju itu?" tanya Andre yang melihat baju Rara


" Sebentar saja, sudah semua selesai baru ganti"


" Baik lah, ayo kita buka" pasrah Andre


Clara membuka kado yang berukuran kecil, saat di buka ternyata ada sepucuk surat. Usai membaca pengirim nya, Ia langsung memberikan kepada Andre.


" Ndre ini dari Yoga" Ucap Rara memberikan kotak kecil


" Apa isi nya, coba baca itu" pinta Andre


" Kamu saja yang baca, lagian ini khusus buat kamu"


Andre mengambil kotak kecil dari tangan Clara lalu membaca kertas yang ada di dalam.


" Dasar ulat seribu, aku gak butuh ini! Lagian aku ingin Rara cepet hamil"


" Memang Yoga kasih apa?"


" Dia kasih pelindung buat junior aku"


" Hah... maksud nya Rara gak ngerti"


" Nih, junior aku kan gak butuh" Andre menunjukan pelindung kepada Rara


" Emang kamu mau langsung punya anak dari aku gak akan nunggu Lio sama Fio besar?" tanya Rara melihat kearah Andre


" Kenapa harus nunggu Lio sama Fio besar dulu, kalau bisa sekarang kenapa harus nanti" jawab Andre


Clara senang sekali mendangar jawaban dari Andre, yang ingin segera memiliki anak bersama nya.


" Dan kalau di kasih cepat alhamdulillah tapi kalau tidak, tetap berusaha lagi dan lagi sampai benih nya tumbuh. Sebelum nya makasih ya... sudah mau sama aku yang bisa di bilang tidak ganteng dengan cowo-cowo di luar sana I love you my wife " lanjut Andre


" Kita buka ini lagi masih ada dua" Ucap Rara mengalihkan pembicaraan


Andre tersenyum melihat malu-malu kucing sang istri, mau gak mau Andre membuka satu hadiah lagi dan Clara membuka hadiah yang di berikan sahabat-sahabat nya.


" Astagfirullah, kalau pake ini kaya gak pake baju. Engga aku gak mau" Gumam Rara dengan suara kecil tapi karena jarak antara diri nya dengan Andre dekat. Menjadikan Andre menoleh ke arah Clara


" Kenapa? Apa itu isi nya?" tanya Andre


" Bukan apa-apa"


" Coba sini, aku ingin tau"


" Engga gak usah tau, bukan apa-apa juga" elak Rara


Andre yang penasaran langsung menyambar paper bag yang di tangan Clara. Saat melihat, Andre sedikit terkejut tapi pikiran nya langsung on begitu saja


" Ini dari siapa? Kamu pake saja nanti" Ucap Andre sambil menarik turunkan alis nya


" Dari Salsa, Gita sama Finna. Aku gak mau pake itu sama saja aku gak pake baju"


" Yasudah pilih mau pakai ini atau gak pakai baju" tawar Andre


" Pilihan macam apa itu, gak ada yang enak-enak nya sama sekali. Lagian kalau aku pake baju itu nanti dingin apalagi ini cuaca nya lagi dingin"


" Nanti kita bakal kepanasan gak akan dingin"


" Issh dasar.... sudah ah aku mau ke kamar mandi dulu. Kamu bersihin ini, sebelum aku keluar dari kamar mandi ini sudah rapih" Clara melangkah ke arah kamar mandi karena kalau di teruskan masalah tadi pasti sudah lah...


Andre yang melihat Rara terburu-buru ke kamar mandi menggelengkan kepala nya sambil tertawa.


" Ya ampun lucu banget, makin sayang deh" Ucap Andre sambil melihat ke arah pintu kamar mandi.


...---------------------------------------------------...


" Gimana ini masa aku keluar cuman pakai jubah mandi, akh... kamu sih Ra bukan nya ambil dulu baju malah langsung ke sini. Kalau aku keluar cuman kaya gini sama saja membangunkan singa yang kelaparan." Gumam Rara


" Salah satu nya aku harus minta tolong ambilin ganti baju. Yasudah lah dari pada pakai ini." Rara melangkah kedepan pintu dan


Ceklek...


Clara melihat ke arah ranjang yang terdapat Andre sedang memejamkan mata nya.


" Andre" panggil Rara


Merasa ada yang memanggil, Andre membuka mata nya lalu melihat kepala Clara yang menongol di balik pintu kamar mandi.


" Kenapa engga keluar?" tanya Andre


" Hemm... bisa tolong ambilin baju yang ada di koper aku, tadi aku lupa bawa baju" Ucap Rara yang sedang di balik pintu


" Bentar" jawab Andre menampilkan senyum smirknya.


" Nih... baju nya"


Clara yang melihat Andre memberikan paper bag, dia teringat...


ini kan Ucap Rara di dalam hati.


" Kok ini, kan tadi aku bilang yang di dalam koper bukan paper bag" Seru Rara


" Gak ada koper satupun di sini, mau ambil ini atau gak pakai baju sama sekali. Hum..." Andre manaik turunkan alis nya


Mau tidak mau Clara mengambil paper bag, yang benar saja tidur mau pakai jubah mandi kan gak lucu. Seperti itulah kira-kira yang ada di dalam fikiran Clara


" Yasudah deh makasih" Ucap Rara mengambil paper bag di tangan Andre.


Clara yang sudah memakai baju kurang bahan ini melihat tubuh nya di pantulan cermin.


" Ini mah sama saja gak pakai baju" gumam Rara


Meskipun sudah memakai baju yang kurang bahan menurut Clara, ia tetap menggunakan jubah mandi. Andre yang melihat mengkerutkan kening nya


" Kenapa masih pakai jubah mandi?" tanya Andre


" Engga kenapa-napa, sudah sekarang kamu yang bersih-bersih" jawab Rara


Andre yang sudah tidak sabar akan unboxing, dia melangkah cepat kearah kamar mandi.


Huft


" Aku harus cepet-cepet buka jubah mandi, lalu tutup pakai selimut sebelum Andre keluar" Ucap Rara


Tidak menghabiskan banyak waktu Andre telah selesai dengan membersihkan badan nya. Andre keluar kamar mandi tanpa menggunakan pakaian satu pun kecuali celana boxer.


Clara yang melihat Andre keluar dari kamar mandi merasa panas dingin dibuat nya.


Kenapa gak pakai baju sih, engga dosa kan aku lihat. Ada roti sobek nya juga ucap Rara di dalam hati


" Udah puas lihat nya" Ucap Andre menghampiri Clara yang sudah berada di ranjang. Clara yang melihat Andre mendekat menelan saliva nya dengan susah payah.


" Ra kenapa, dingin? Kok nutupin selimut nya sampai atas leher" Ucap Andre yang sudah di depan Rara


" Iya dingin" jawab Rara


" Kita angetin badan yu" ajak Andre


" Olahraga malam-malam?"


" Enak nya sih olahraga malam-malam kalau siang kurang enak"


Clara mengerutkan kening nya karena saat ini tidak bisa berfikir dengan jernih. Andre semakin mendekat dengan wajah sang istri dan