
Usai sudah berbincang-bincang pagi tadi, kini Kenzie harus ikut membantu sang Daddy untuk bekerja di Rumah Sakit. Meskipun Kenzie sedang tidak bersemangat tapi mau tidak mau harus ikut, karena jika tidak Andre akan tetap memaksa nya.
Berbeda hal nya dengan Lio, ia yang tengah mengerjakan berkas-berkas kantor tiba-tiba saja teringat ucapan Aziel yang mengharuskan diri nya membuka hati kembali dan mencoba untuk berpikir jika semua perempuan itu tidak sama.
"Apa aku harus membuka hati lagi?" gumam Lio, "Tapi aku ragu, bagaimana jika rasa sakit itu kembali untuk yang kedua kali nya. "
Tok ... tok ... tok
"Masuk"
"Maaf pak sebelum nya, izin 'kan saya untuk memperkenalkan diri. Saya Elvina yang akan menggantikan Pak Haris untuk menjadi asisten dan sekretaris, Bapak." Ucap Elvina sambil menundukan kepala
Kenapa perempuan sih Uncle batin Lio
"Ok ... silahkan kembali dan selamat bekerja!" Ucap Lio
Dingin banget, kenapa bisa ya pak Haris betah batin Elvina
"Baik pak terima kasih, kalau begitu saya pamit." jawab Elvina
Setelah pintu tertutup, Lio langsung mengambil handphone nya di balik saku jas. Ia ingin menanyakan mengapa yang menggantikan Haris itu seorang perempuan? Kenapa bukan laki-laki.
Lio tidak mengirimkan pesan WhatsApp, melainkan menelpon nya. Karena dia sudah tahu, jika tidak di telpon akan lama mendapatkan balasan dari Haris.
Tut ... tut ... tut ...
"Assalamu’alaikum, kenapa yang menggantikan Uncle itu seorang perempuan? Lio kan mintanya laki-laki!?" Ucap Lio to the point
"Waalaikumsalam, maaf Uncle lupa memberi tahu kamu. Dari sekian banyak yang melamar pekerjaan, hanya Elvina yang masuk kedalam kriteria perusahaan. Jadi maaf jika bukan laki-laki yang kamu minta." jawab Haris di balik telpon, "Memang kamu alergi terhadap perempuan, sampai gak mau begitu"
"Tidak, memang Uncle benar-benar harus ke luar Negeri?"
"Iya ... Uncle harus melanjutkan perusahaan mertua Uncle."
"Yasudah, sekali lagi terima kasih sudah membantu Lio di perusahaan."
"Sama-sama, sudah menjadi kewajiban Uncle."
"Kalau begitu Lio tutup telpon nya, Assalamu’alaikum."
"Waalaikumsalam"
...🍃 🍃 🍃...
Salah satu alasan Kenzie pulang yaitu ingin bertemu dengan keluarga nya, terutama rindu dengan masakan sang Mommy. Jika di luar Negeri Kenzie hanya tinggal seorang di sebuah apartemen dan tentu nya jarang sekali untuk memasak.
"Apa tujuan kamu bekerja keluar Negeri untuk menata kembali hati?" tanya Andre tiba-tiba
Kenzie yang memang sedang duduk di kantin bersama sang Daddy, mendongkakan kepala nya saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Andre.
"Daddy tau dari mana?" balik tanya Kenzie
"Nebak saja, sudah bukan hal yang aneh jika seseorang sedang sakit hati. Satu-satu nya jalan ... meninggalkan Negara nya sendiri!" jawab Andre
"Maaf Dad"
"Mulai sekarang tinggalah bersama lagi, jangan meninggalkan rumah hanya karena seorang wanita. Abang kamu juga sama sakit hati karena wanita, tapi dia tetap disini" Ucap Andre
"Bukan nya Daddy atau Mommy tidak mengizinkan kamu untuk berada di luar Negri, tapi kita semua menginginkan Zie ada di dekat kita."
"Terima kasih Dad, sekali lagi maafin Kenzie" Ucap Kenzie
"No problem. "
"Apa kabar Bang Kenzie" Ucap perempuan itu
Uhuk... uhuk.. uhuk
Rasa nya sangat tidak enak sekali, sedang melanjutkan makan kripik pedas lalu mendengar ucapan dari orang yang benar-benar Kenzie sangat risih. Bukan nya tidak suka atau benci tapi entah lah sangat risih.
" Apa kabar Bang Zie?" tanya nya lagi
" Alhamdulillah Baik" jawab Kenzie
" Kalian mau pada makan?" tanya Andre dan di balas dengan anggukan kepala
" Disini saja, gabung sama Uncle" lanjut Andre
" Memang tidak apa-apa Uncle?" tanya perempuan satu lagi
" Gak apa-apa, lagian Uncle yang nawarin"
Sambil menunggu pesanan para wanita datang mereka berbincang-bincang, hanya saja Kenzie tidak banyak berbicara. Lain hal nya jika di dalam rumah, Kenzie akan lebih banyak berbicara.
"Ayah Zeline gak masuk?" tanya Andre
"Ayah sakit, Uncle." jawab Zeline
Zeline adalah anak dari pasangan Finna dan Fauzan, dia Dokter Psikiater. Tentu nya bukan yang membuat Kenzie risih.
"Sakit apa? Gak biasa nya" tanya Andre
"Sakit rindu dengan Bunda" jawab Zeline
"Memang Aunty Finna kemana?" bingung Aulia
"Ada kok, tapi Ayah rindu"
"Uncle paham, sebagian laki-laki pasti pernah merasakan." Ucap Andre
"Memang sakit banget ya Uncle?" tanya Zeline
"Jika di tahan memang sakit, jadi jika suatu saat nanti Zeline punya suami harus melaksanakan. Tapi jika ingin menolak berbicaralah baik-baik" jawab Andre
Obrolan macam apa ini batin Kenzie
"Aulia gak paham" Ucap Aulia
Aulia ini adalah anak dari Gita dan Yoga, yang mana dia sudah membuat Kenzie serta anak Salsa dan Rai merasa risih. Tidak lupa ia adalah Dokter gigi.
"Kamu masih kecil gak usah mengeruti " Ucap Zeline
"Enak saja, aku sudah besar!" sungut Aulia
Zeline memang selalu mengatakan jika Aulia masih kecil, karena kalau di lihat Aulia paling kecil di antara Zeline, Kenzie dan Raihan.