Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 63



" Besok sudah mulai ke Rumah Sakit kan?" tanya Yoga yang sudah menyelesaikan gambar nya


" Iya, memang kenapa?" tanya Andre


" Biar ada teman saja, cape Ndre ribut terus sama si Gita"


" Mangkan nya diam jangan nyari gara-gara"


" Gimana cara nya mau pendekatan tapi gak ada pergerakan" Seru Yoga


Aziel yang tadi mendengar besok Daddy nya akan ke Rumah Sakit langsung bertanya


" Daddy mau apa ke rumah sakit? Daddy sakit?" tanya Aziel langsung mendekat dan meletakan tangan nya di kening Andre


Andre tersenyum " Daddy gak sakit, besok Daddy sama Mommy kerja sayang di rumah sakit"


" Mommy juga?" tanya Aziel


" Iya, jadi nanti Aziel di rumah sama Oma, Lio sama Fio ya" Ucap Rara


" Kerja apa?" tanya Aziel


" Mommy sama Daddy jadi dokter" jawab Andre


" Aziel juga mau jadi dokter boleh?" tanya Aziel


" Aziel sama Opa saja di kantor jadi CEO" Ucap Ayah Bima tiba-tiba datang bersama Haris


" CEO itu apa?" tanya Aziel dengan bingung


" CEO..." belum selesai Ayah Bima berbicara sudah di potong


" Aziel masih kecil biar sekolah dulu saja nanti setelah besar, Aziel yang menentukan akan menjadi apa" Ucap Bunda Wulan


" Memang Aziel mau jadi apa cita-cita nya?" tanya Ayah Bima


" Aziel mau... "


Aziel yang terlalu lama berfikir, pada akhirnya mengangkat bahu


" Aziel mau jadi apapun itu yang penting belajar yang rajin. Daddy sama Mommy mendukung Aziel mau menjadi apa saja" Ucap Andre


...---------------------------------------------------...


Tidak terasa matahari sudah tenggelam dan digantikan dengan bulan beserta bintang-bintang yang cerah di malam hari.


Usai dengan makan malam Andre, Yoga, Rai dan Haris mereka mengobrol di taman belakang rumah sedangkan Clara dia melakukan video call karena anak-anak nya bermain dengan Oma dan Opa nya.


" Sa... baru ingat ada yang mau aku tanya, pacar kamu itu sahabatan sama Andre ya?" tanya Rara


" Iya, kenapa? Kamu suka!? Ya ampun ingat suami Ra" Ucap Salsa


" Hay... aku gak bilang suka ya, aku juga sudah ada Mas Andre" pekik Rara


" Tenang Ra, aku becanda"


" Mereka memang sahabatan sudah lama" lanjut Salsa


" Kok aku baru tahu sih!? Saat di bandara aku sama Andre bertemu Rai. Ya... Aku nebak-nebak saja jika dia pacar kamu karena nama nya sama" cengenges Rara


" Hahaha... begini ya jika mengurus pasien terus, benar-benar gak tahu pacar sahabat nya sendiri." ketawa Salsa


" Ya maaf... lagian aku gak pernah liat muka nya jadi mana tau" jawab Rara


" Dunia ternyata sempit ya, pertemanan tuh masih dalam lingkup itu saja seperti tidak berputar" Ucap Finna


" Betul banget, btw Rai sama Yoga ada di sini dari tadi siang belum pulang" Ucap Rara


" Memang begitu Rai kalau sudah lama gak kumpul pasti gak inget waktu, sampai gak ngabarin aku nih!" Seru Salsa


" Ternyata bukan cewe saja yang kumpul selalu lama, cowo juga bisa" Ucap Finna terkekeh


" Pantesan Dokter Yoga engga ngepc biasa nya suka bikin ribut terus" Ucap Gita keceplosan


" Engga ada ngepc di cariin kalau ada berantem terus" celetuk Rara


" Ihh... kalian apaan sih siapa juga yang suka pcan" pekik Gita


" Kamu sendiri yang bilang bagaimana sih" Ucap Finna


" Aku gak bilang loh ya" jawab Gita


" Iya ajalah biar cepat, guys aku matiin ya mau mindahin anak-anak dulu takut nya sudah pada tidur. Besok kita lanjut lagi saat ketemu byee" Ucap Rara


Clara meletakan handphone nya di atas nakas lalu turun ke bawah untuk melihat anak-anak nya.


" Yah... biar Rara pindahin Fio ke kamar dulu" Ucap Rara mengambil alih gendongan dan melihat Lio yang masih bermain dengan Aziel


" Tidurin di kamar nya saja Ra" Ucap ayah bima


" Engga yah, takut nya nanti malam ke bangun terus nangis" jawab Rara


" Oh... yasudah gak apa-apa"


Clara melangkahkan kaki nya menuju kamar untuk membaringkan Fio yang sudah tertidur.


" Selamat malam sayang nya Mommy" Ucap Rara sambil mencium kening Fio lalu meninggalkan sendirian


" Lio sama Aziel belum ngantuk" Ucap Rara


" Belum, Aziel tunggu Daddy. Mau di bacain cerita lagi " jawab Aziel


" Sama Mommy saja yu di bacain nya di temenin juga sama Lio" Aziel menggeleng pertanda tida mau


" Kalau nungguin Daddy lama, sama Mommy saja ya"


" Aziel tungguin"


Tida lama kemudian Andre masuk dengan sahabat yang lain.


" Daddy" panggil Aziel


" Kenapa belum tidur" Ucap Andre sambil melihat jam di pergelangan tangan nya


" Nungguin Daddy pingin di bacain cerita lagi, gak mau sama Mommy" jawab Rara sambil menggendong Lio


" Aziel mau sama Daddy" Ucap Andre dan diangguki oleh Aziel lalu Andre menggendong nya


" Kita pamit pulang dulu Ndre, Cla" Ucap Rai


" Aku antar sampai depan" jawab Andre


" Yoga ada yang nyariin" Ucap Rara


" Siapa?" tanya Yoga


" Dokter spesialis ortopedi" jawab Rara


Yoga berfikir sejenak " Gita, iya aku belum gangguin dia hari ini. Ayo guys kita pulang"


" Masalah cewe saja cepat" Seru Haris


" Yasudah ayo pulang, aku juga mau ngabarin calon dari anak-anakku" Ucap Rai


" Yasudah aku juga mau..." Ucap Haris sambil berfikir


" Sudah yang jomblo diam saja" celetuk Rai


Selesai mengantarkan sahabat-sahabat nya ke depan, Clara melihat Aziel di dalam gendongan suami nya sudah tertidur menggelengkan kepala sambil tersenyum.


" Anak Mas sudah tidur tuh" Ucap Rara sambil mengikuti langkah sang suami, Andre langsung melihat ke sisi nya dan benar Aziel sudah tertidur.


" Sudah tidur lagi, gak jadi baca cerita nya deh. Mas nidurin Aziel dulu ya" Ucap Andre dan di balas anggukan