Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 111



Hari minggu ini sangat ramai sekali dengan celotehan para anak kecil siapa lagi kalau bukan Rey, Lio dan Fio. Sedangkan Aziel sedang berenang bersama Iqbal di taman belakang.


Saat Andre dan Rian menghampiri anak-anak nya Rey dan Lio langsung mendekat kecuali Fio, mungkin dia marah karena tidak di ajak oleh Daddy nya yang tadi berolahraga.


"Aduh ... sayang Daddy bau keringat, sama Mommy saja ya." Ucap Andre


"Ma ... ma." Ucap Lio


"Iya, sama Mommy dulu." jawab Andre


"Fio kelihatan seperti gemukan ya!" Ucap Rian


"Iya Bang sekarang Fio ingin makan apa saja, beda sama Lio yang susah banget kalau makan." jawab Andre


"Sama kaya Rey kalau makan susah banget, mau nya nyemil terus."


"Ya, Rey." lanjut Rian sambil melihat sang anak, "Sekarang mereka berapa bulan?"


"Mau delapan." jawab Andre


"Wahh ... gak kerasa ternyata, kalau kamu Ra?"


"Tiga bulan." jawab Rara


Rian hanya ber oh ria


"Sayang, Aziel dimana?" tanya Andre


"Lagi berenang sama Iqbal." jawab Rara


"Kita berenang juga yu, selagi masih pagi." Ajak Andre


"Enggak mau, malas!" tolak Rara


"Ayo sayang, bagus loh buat ibu hamil seperti kamu berenang."


"Anak-anak gak ada yang nemenin."


"Tenang ada Abang sama kak Raissa, sudah cepet sana Ra. Lagian yang nyuruh juga dokter!" Ucap Rian


Clara malas sekali untuk berenang karena dia tidak mau membersihkan badan nya lagi, tapi mau tidak mau ia akan tetap berenang.


"Mommy Daddy!" teriak Aziel yang melihat Andre dan Clara mendekati kolam renang


"Mommy sama Daddy mau berenang?" lanjut Aziel dan di balas dengan anggukan kepala


"Iya, Mommy mau berenang di suruh Daddy." jawab Rara


Sebelum berenang Andre dan Clara melakukan beberapa gerakan pemanasan. Selepas dengan pemanasan Andre memegang tangan Clara agar tidak terjatuh saat memasuki kolam renang.


Sebelum Clara keluar dari kolam renang, Andre sudah membawakan handuk agar sang istri tidak ke dinginan.


"Aziel sudah yu berenang jangan lama-lama." Ucap Rara


"Sebentar Mom, lihat Aziel dulu." jawab Aziel


"Waah ... pinter Aziel sudah bisa." Ucap Rara


"Belajar sama siapa Ziel?" tanya Andre yang sedari tadi memperhatikan


"Sama Uncle Iqbal!" jawab Aziel


"Bagus ... bilang apa sama Uncle Iqbal." Ucap Andre


"Terima kasih, Uncle." Ucap Aziel


"Sama-sama." jawab Iqbal


...---------------------------------------------------...


Sore hari ke empat cowo ini sudah berada di sebuah Cafe, karena Yoga yang meminta bantuan untuk merencakan sebuah kejutan untuk Gita.


"Gimana sudah nembak Gita?" tanya Rai


"Sudah tapi masih di gantung, dia masih meyakinkan hati nya." jawab Yoga, "Padahal aku sudah mendapatkan restu dari kedua Orang Tua nya, tapi memang Gita nya tidak tahu kalau aku sudah meminta izin untuk lebih dekat lagi dengan dia."


"Kasihan sekali, sudah dapat restu tapi Gita nya masih ragu." Ucap Haris


Yoga mengangkat bahu nya, " Ya ... kasihan sekali diri ini."


"Jadi rencana nya bagaimana? Mau kita ganti atau yang kemarin saja?" tanya Rai


"Ganti! Please lah jangan di atas apartemen juga!" pekik Yoga


"Kalau itu gak bisa di ganti, gak bisa di ganggu gugat." Ucap Rai, "Lagian cocok juga kan dengan kamu yang belum diterima."


Yoga memutar bola mata nya malas, "Orang lain itu kalau nembak cara nya yang romantis nah ini ekstrim sekali."


"Tapi jarang loh ada yang seperti itu. Jadi cerita nya kamu itu frustasi karena di gantung terus." Ucap Fauzan


"Nah betul, berbeda dengan yang lain juga dan pasti ada drama kecil antara kamu dengan Gita." Ucap Haris


Huft


"Kalian ini gak ada yang ngebela aku apa!?" Seru Yoga


"Tidak ada, kita di sini satu frekuensi." Ucap Rai


"Arman belum tentu satu frekuensi!" pekik Yoga


"Dia mah terima beres saja, lagian Arman gak ada di sini. Pasti setuju-setuju saja!" Ucap Haris


"Yasudahlah semua nya aku serahkan sama kalian, inti nya harus ada pemanis gak boleh tegang-tegang." final Yoga


"Siap ...." Ucap Ra


"Ohya, aku ada ide ...." ucap Fauzan


Mereka semua mendengarkan ide dari Fauzan mungkin akan di ganti rencana nya atau akan tetap sama? Entahlah hanya mereka yang tahu.