
Andre terus saja menyemangati sang istri, meskipun ini bukan pertama kali nya ia berada di ruangan persalinan. Tapi ini adalah pertama kali bagi dirinya untuk menemani sang istri yang sedang berjuang antara hidup dan mati demi melahirkan buah hati.
"Aaarghh!"
"Dorong lagi Dok... kepala bayi nya sudah terlihat!" Ucap Dokter Ina
"Huuhh ... aaarghh Mas ...."
"Iya sayang aku di sini, ayo dorong lagi ... kamu pasti bisa!" jawab Andre
"Sedikit lagi Dok ..."
"Aaarghh ...."
Ooeeekkk ... ooeeek ... oek....
Andre dan Clara menitikan air mata nya saat mendengar suara tangisan bayi. Benar-benar rasa senang, bahagia dan lega yang kini Clara rasakan.
Sementara para Orang Tua yang sedang berada di luar ruangan sangat senang mendengar suara tangisan bayi dari arah dalam. Itu pertanda cucu mereka sudah terlahir ke dunia dengan selamat.
"Alhamdulillah" Ucap mereka bersamaan
"Cucu kita bertambah lagi." Ucap Bunda Dinda dan di balas dengan anggukan kepala oleh Bunda Wulan
...--------------------------------------------------...
"Alhamdulillah, bayi nya laki-laki. Semua nya sehat dan lengkap tidak ada kekurangan satu pun." Ucap Dokter Ina sambil memberikan bayi mungil itu kepada suster agar di bersihkan terlebih dahulu
"Terima kasih sayang, terima kasih sudah mau berjuang melahirkan buah hati kita, i love you." Ucap Andre sambil mencium seluruh wajah sang istri
Selesai meng adzanni sang anak serta menunggu sang istri di pindahkan ke ruang rawat. Andre keluar dari ruang persalinan dan langsung mendapatkan pertanyaan dari para Orang Tua terutama Bunda-bunda nya.
"Gimana anak dan ibu nya sehat-sehat kan?" tanya Bunda Dinda
"Jenis kelamin nya apa Ndre?" tanya Bunda Wulan
"Perempuan atau laki-laki?"
"Nama nya siapa?"
"Ini Andre harus jawab yang mana dulu?" bingung Andre
"Semua nya!" jawab Bunda Dinda dan Bunda Wulan bersamaan
Ayah Adit serta Ayah Bima yang mendengar hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya.
"Alhamdulillah semua nya sehat dan selebih nya Andre akan jawab saat Rara sudah di pindahkan." Ucap Andre
"Tega kamu Ndre, bikin penasaran!" Seru Bunda Wulan
Setelah Clara di pindahkan ke ruang rawat, mereka semua tengah menunggu kedatangan bayi mungil yang telah terlahir ke dunia. Tidak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar
Tok ... tok ... tok
"Selamat Dokter Andre dan Dokter Clara atas lahir nya jagoan kecil ini." Ucap Suster sambil mendorong box bayi
"Silahkan untuk diberikan asi eksklusif terlebih dahulu." lanjut nya
"Terima kasih sus ..." jawab Rara
Andre langsung mendekat ke arah box bayi, lalu ia menggendong nya dengan perlahan dan memberikan kepada sang istri.
"Selamat datang ke dunia cucu Oma yang ganteng." Ucap Bunda Dinda
"Nama nya siapa Ndre?" tanya Ayah Adit
Clara yang di tatap oleh sang suami mengangguk'kan kepala nya sambil tersenyum.
"Kita berdua sepakat untuk memberikan dan menyisipkan marga Andre serta Rara, yaitu Alexi Kenzie Nugroho." jawab Andre
"Wah ... nama nya bagus sekali dan cocok." Ucap Bunda Wulan
"Assalamu’alaikum Kenzie!" Ucap Ayah Bima
"Waalaikumsalam Opa." jawab Rara menirukan suara anak kecil
Oeek ... ooeek ... ooek
"Aduh ... Kenzie haus, yasudah kita semua menjauh dulu ya." Ucap Bunda Wulan
Usai kedua Oma Opa nya duduk di sofa yang tidak terlalu jauh, hanya di batasi oleh dinding. Clara langsung membuka kancing baju nya satu persatu dan mengeluarkan nutrisi untuk sang anak.
"Biarkan Kenzie yang mencari nya sendiri, sayang." Ucap Andre dan di balas dengan anggukan kepala
Kenzie terus mencari-cari keberadaan asi, setelah berhasil menemukan Kenzie langsung menyesap nya dengan sangat kencang.
"Ssshh ...."
"Kenapa?" tanya Andre yang melihat sang istri meringis
"Kenceng banget nyedot nya." jawab Rara
"Haha.... pelan-pelan saja Zie, Daddy gak akan minta kok. Tapi nanti setelah kamu tertidur giliran Daddy." Ucap Andre
Clara membulatkan mata nya, mendengar ucapan Andre.
"Gak ya... Mas! Mas harus puasa." seru Rara, "Dua tahun." ucap nya menjahili sang suami
"Sayang ... gak segitu, lama banget. Paling lama cuman dua bulan." pekik Andre
"Hahaha ... memang kenapa sih Mas kalau sampai dua tahun?"
"No ... no ... no, pokoknya aku gak bisa, apalagi setiap hari liat Kenzie seperti ini. Kesabaran Mas sangat di uji."
"Lebay banget sih Mas, ini juga anak kamu!"
Serasa sudah tertidur dengan pulas, Clara melepaskan pu**** nya dari mulut sang anak serta membenarkan lagi baju nya. Dengan sigap Andre mengambil Kenzie dari tangan sang istri dan meletakan nya di box bayi.
Karena waktu hampir subuh para Orang Tua berpamitan akan pulang, terutama Bunda Wulan serta Ayah Bima sebab Aziel pasti akan mencari-cari orang di rumah.
"Kami semua pulang dulu ya Ndre, Ra." Ucap Bunda Dinda
"Iya Bun ... terima kasih, sudah ke sini." jawab Rara
"Di rumah sakit berapa hari?" tanya Ayah Adit
"Sehari saja Yah ... siang atau sore sudah pulang, lagian Rara tidak di oprasi jadi bisa langsung pulang." jawab Andre