Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 122



Sore telah berganti malam ... waktunya Yoga akan menyatakan perasaan kepada Gita, yang saat itu belum ada tanda-tanda sang calon kekasih akan menerima nya. Kali ini ia sudah di temani oleh sahabat-sahabat nya dan kedua Orang Tua dari Yoga serta Gita.


"Loh Ra bukan nya ikut sama perempuan yang lain?" tanya Yoga


Clara menggelengkan kepala nya "Mas Andre gak kasih izin Rara dan gak mau aku ribet juga, karena bawa anak-anak. "


"Kasihan kalau sendirian gak ada aku di samping nya, sedangkan aku langsung meluncur kesini." tambah Andre


"Suami yang pengertian." Ucap Fauzan


"Harus dong sudah menjadi kewajibannya laki-laki memberikan pengertian yang lebih kepada pasangan nya" Ucap Andre


"Jadi tadi bilang ke Gita bagaimana?" tanya Rai


"Rara bilang gak jadi untuk ikut, karena ada urusan di rumah Bunda Dinda" jawab Rara


"Tapi dia gak curiga?"


"Seperti nya tidak"


Clara yang sudah mendapatkan WhatsApp dari Salsa, memberi tahu yang lain agar bersiap-siap untuk bersembunyi dan segera mematikan lampu karena mereka akan segera tiba.


Tidak lama kemudian Salsa, Finna dan Gita yang sudah berada di restoran milik Rai langsung menuju rooftop.


"Kok gelap? Tadi di bawah terang?!" tanya Gita, "Dibawah saja yah... jangan disini."


"Jangan lebih enak disini, bisa lihat pemandangan juga. Sebentar aku tanya kebawah dulu." Ucap Salsa


"Ayo Finn temani!" Ajak Salsa


"Loh aku sendiri disini!" Seru Gita


"Kita gak lama." jawab Finna


Kesal sangat kesal itulah yang dirasakan oleh Gita sekarang. Ia sudah lima menit menunggu sahabat-sahabat nya tapi mereka tidak kunjung datang.


Huft


Iissh... jangan-jangan aku dikerjain lagi sama mereka batin Gita


Ketika Gita akan membalikan badan nya, karena akan menyusul Salsa dan Finna. Tiba-tiba saja lilin yang berada di atas lantai menyala dengan sendiri nya dan muncullah sosok laki-laki yang sejak tadi tidak terlihat.


"Yoga!" panggil Gita yang melihat salah satu dokter kandungan ini menggunakan jas, "Kamu ngepain?"


"Gita ...." panggil Yoga menjeda ucapan nya, "Berdiri nya aku disini, di depan kamu. Izinkan aku untuk membuat pengakuan, bahwa sudah sejak lama diri ini menyimpan rasa suka yang sangat besar. Satu hal yang bisa kujanjikan padamu saat ini adalah hatiku yang benar-benar tulus mencintaimu apa adanya."


"Jangan buat aku hancur dengan menolakku malam ini. Jadilah istriku. Jadilah matahari di dalam rumahku selamanya." lanjut nya


Setelah Yoga mengutarakan hati nya, seketika lampu yang bertulis 'Will you marry me' menyala. Dan ia berlutut di hadapan sang calon ke kasih sambil mengeluarkan cicin.


"Will you marry me" Ucap Yoga


Tidak terasa Gita menitikan air mata nya, dia sangat tidak menyangka akan ada seseorang yang melamar di hari ulang tahun nya.


Inilah jawaban yang ingin Yoga dengar sedari waktu itu. Ia langsung mengambil tangan Gita lalu memasangkan cincin ke dalam jari manis dan memeluk nya.


"Yeey... Aunty terima!" teriak Aziel


Saat Aziel berteriak lampu yang berada di rooftop semua nya menyala. Gita yang melihat ada kedua Orang Tua nya sangat kaget. Kenapa bisa ada Mama dan Papa nya disini, kira-kira seperti itulah pikiran Gita.


"Mama Papa!" gumam Gita


"Anak Papa sudah ada yang melamar nih, selamat ya dan selamat ulang tahun juga." Ucap Papa Gita


"Selamat ya sayang," timpal Mama Gita


"Terima kasih, Ma Pa." jawab Gita


"Happy Engagement and Happy Birthday." Ucap Rara, Salsa dan Finna bersama sambil memeluk


"Aku kira kalian lupa!" sedih Gita


"Enggak dong, kita gak akan pernah lupa tanggal lahir sahabat sendiri." Ucap Salsa


"Thanks ges." Ucap Gita


"Selamat bro ... akhirnya melamar sang pujaan hati." Ucap Andre


"Terima kasih ini semua atas bantuan kalian juga, terutama Rai sudah meminjamkan rooftop restoran nya untuk acara aku." Ucap Yoga dan di balas dengan anggukan kepala oleh Rai


...---------------------------------------------------...


Baru saja merebahkan tubuh nya di atas ranjang, sudah terdengar dering telpon yang masuk. Tanpa melihat layar ponsel nya, ia langsung menggeserkan icon yang berwarna hijau.


"Assalamu’alaikum" Ucap Haneul


"Wa'alaikumsalam, kamu dimana jam segini belum pulang!? Dari tadi Mommy tungguin gak datang-datang!" Ucap Mommy Haneul di balik telfon


Mommy batin Haneul


"Aku lagi lembur Mom, di kantor." jawab Haneul asal


"Cepat pulang sekarang!"


Tut ...


" Hallo Mom ... Mommy!"


"Pasti bukan pulang ke rumah, Mommy Daddy."


Tanpa berlama-lama, Haneul meluncur ke rumah nya. Karena jika tidak pasti sang Mommy akan sangat marah. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, akhirnya Haneul sampai.


"Assalamu’alaikum" Ucap Haneul yang baru memasuki rumah


"Ceraikan dia sekarang!"