
Saat sedang menunggu pintu lift terbuka, ada yang memanggil Aziel dari arah belakang.
" Aziel"
⚫
Aziel langsung melihat ke arah belakang dan ternyata
" Azura"
" Hai..." sapa Azura
" Aunty, Uncle aku Azura teman nya Aziel" lanjut Azura sambil mencium tangan Andre dan Clara
" Hallo cantik, kok sendirian dimana Orang Tua nya?" tanya Rara
Saat Azura akan menunjukan dimana orang tua nya dan ternyata sudah ada di belakang.
" Azura kenapa lari-lari nanti kalau jatuh gimana sayang" Ucap Bram yang mendekat bersama Aneta
" Azura temuin Aziel Dad" jawab Azura
" Hallo Aziel ketemu lagi sama Uncle" Ucap Bram
Aziel langsung mencium tangan Bram dan tersenyum.
" Kenalkan saya Bram Daddy nya Azura dan ini istri saya Aneta" Ucap Bram memperkenalkan diri
" Saya Andre dan ini istri saya Clara" Ucap Andre
Ting...
Semua nya masuk ke dalam lift, karena tujuan kedua keluarga ini sama untuk menuju parkiran.
" Seperti nya ini kembar ya mbak Clara, sudah berapa bulan?" tanya Aneta
" Iya mereka kembar, sudah enam bulan jalan tujuh." jawab Rara
" Lucu-lucu sekali"
Ternyata yang di ceritain sama Aziel ini, kalau di lihat baik orang nya tapi kok muka nya agak mirip dengan Aziel. Apa jangan-jangan.... lamunan Andre terhenti kala mendengar suara dari Bram
" Pak Andre seperti nya saya pernah melihat Bapak atau ini baru pertama kali" Ucap Bram
Andre yang mendengar Bram memanggil bapak merasa tidak enak di dengar nya.
" Di kantor saat meeting tapi pak eh... maksud nya Andre CEO perusahaan RN benar tidak. Maaf jika salah saya hanya menebak saja" jawab Bram
Itukan perusahaan Ayah Ucap Andre di dalam hati
" Saya bukan CEO perusahaan RN tapi saya Dokter kandungan" Ucap Andre
" Waahh saya nebak jauh juga ya, maaf Andre. Karena di lihat-lihat muka nya hampir mirip"
" Memang mirip banget? Seperti kembar?" tanya Andre
" Tidak, hanya sekilas terlihat mirip"
Memang ini fotocopyan nya Ayah Bima jadi mirip batin Rara
Ting...
Pintu lift terbuka pertanda mereka sudah berada di lantai dasar.
" Ayo sayang kita pulang, pamitan dulu sama Uncle dan Aunty nya" Ucap Rara
" Kalau begitu kami duluan ya" Ucap Andre
" Iya hati-hati di jalan" Ucap Bram
...---------------------------------------------------...
Andre dan Clara tidak pulang ke rumah Nugroho tetapi mereka menuju rumah Alexi, karena memang setiap weekend mereka selalu menginap di rumah Ayah Adit dan Bunda Dinda.
Di perjalanan menuju rumah Alexi, Aziel sudah tertidur mungkin karena seharian ini bermain. Berbeda dengan si kembar mereka sudah bangun karena memang sedari tadi mereka tertidur.
" Sayang kamu merasa tidak kalau Aziel mirip sama Bram?" tanya Andre
" Tadi Rara sempat berfikir seperti itu, atau jangan-jangan Daddy nya Aziel Bram" jawab Rara
" Ada kemungkinan iya, tapi Mas lagi minta bantuan Haris untuk cari tahu tentang Bram"
" Tapi bagaimana jika benar, lalu Aziel gak tinggal bersama kita lagi? Rara gak mau Mas"
" Mas juga gak mau sayang kalau kehilangan Aziel tapi kalau Bram itu benar Daddy kandung nya mau bagaimana lagi. Masa kita tega menghalangi antara anak dan Orang Tua nya, istriku ini pasti tau kalau hubungan batin antara anak dan Orang Tua itu sangat kuat"
Seketika Clara terdiam saat mendengar penuturan dari sang suami.