
Seminggu telah berlalu dan hari ini pukul 10:15 Haneul akan melihat kondisi perkembangan bayi yang berada di inkubator serta mengambil hasil tes dari bayi tersebut.
Di perjalanan jantung Haneul sangat tidak bersahabat, hanya untuk mengambil hasil tes saja jantung nya sudah tidak karuan. Bagaimana jika mengetahui hasil nya.
Kenapa jadi deg-degan gini batin Haneul
Setelah sampai di Rumah Sakit, Haneul langsung menuju ruangan Dokter. Tapi saat di pertengahan, ia berpapasan dengan Andre.
"Dokter Andre!" panggil Haneul
"Loh ... Haneul ngapain disini? Ada yang sakit?" tanya Andre
"Tidak ada semua nya baik-baik saja, hanya aku mau mengambil hasil tes." jawab Haneul
"Hasil tes?" bingung Andre lalu Haneul mengangguk'kan kepala nya.
"Beberapa hari yang lalu Jihan tiba-tiba perut nya sangat sakit dan air ketuban nya pecah menjadikan bayi itu harus di kelurkan da--" belum selesai berbicara sudah di potong
"Jadi bayi yang di inkubator itu, bayi kamu bersama Jihan?" tebak Andre, karena sebelum melakukan pekerjaan ia mengobrol dengan para Dokter yang lain.
"Iya ... jika itu anak aku. Dan dokter juga melakukan berbagai tes, karena bayi itu terlahir prematur."
"Kalau begitu aku duluan ya." lanjut Haneul
"Iya silahkan, nanti jika ada waktu mampir saja keruangan aku." Ucap Andre
...---------------------------------------------------...
Di dalam kelas Aziel yang sudah mengerjakan tugas nya, melihat sang adik belum kunjung mengumpulkan langsung menghampiri.
"Mau Abang bantu?" tanya Aziel
Azura menggelengkan kepala nya pertanda tidak mau untuk di bantu.
"Ini sudah selesai." tunjuk Azura dan di balas anggukan kepala serta senyuman
"Bawa bekal nya ya, Abang tunggu di luar kita makan bersama di kantin." Ajak Aziel
"Ok ..."
Setelah mengumpulkan tugas nya, Azura segera mengambil kotak makan di dalam tas dan menemui sang Abang di luar. Mereka langsung menuju kantin sekolah dan memakan makanan yang sudah di buatkan Mommy nya masing-masing.
Tidak perlu waktu yang lama, mereka berdua sudah menghabiskan bekal nya. Saat Aziel serta Azura akan memasuki kelas tiba-tiba saja kaki Azura tersandung oleh kaki teman nya.
"Aww!" rintih Azura
"Azura!" kaget Aziel lalu membantu sang Adik berdiri
"Syukurin, mangkanya jangan dekat-dekat Aziel!" Ucap teman kelas Azura dan Aziel
"Aku gak mau Azura dekat-dekat. Aku suka sama kamu, maukan jadi pacar aku." jawab perempuan tadi dengan polos nya
"Kita itu masih kecil, gak boleh pacar-pacaran!" Seru Aziel
"Tapi kalau nanti sudah besar, maukan sama aku?"
"Gak!" ketus Aziel, "Jangan seperti tadi lagi kepada Azura, dia itu adik aku!" Aziel meninggalkan perempuan itu sambil memegang tangan Azura.
Sebelum Aziel duduk, ia mengantarkan Azura untuk duduk di bangku nya.
"Ada yang sakit?" tanya Aziel
"Engga ada." jawab Azura sambil menggelengkan kepala nya, "Terima kasih ya, Abang sudah membantu Azura dan sudah menganggap Azura sebagai adik."
"Sama-sama ... Abang pasti menganggap kamu sebagai adik dan akan menjaga kamu." Ucap Aziel
...---------------------------------------------------...
Tok ... tok ... tok
"Masuk!"
"Selamat siang dok." Ucap Haneul sambil berjabat tangan
"Siang ... silakan duduk!" jawab Dokter
"Jadi bagaimana dok, hasil tes nya dan bagaimana perkembangan nya sekarang?"
"Perkembangan bayi Tuan masih sama dari sebelumnya, dia masih sangat lemah."
"Tapi dia masih bisa untuk bertahan hidupkan Dok?"
"Kemungkinan memiliki peluang 50% untuk bisa bertahan hidup, kita semua akan memberikan penanganan yang terbaik. Cobalah Tuan untuk menyemangati nya dan mendoakan, semoga saja dengan cara seperti itu bayi Tuan akan segera membaik. Dan ini silakan dibaca hasil tes nya"
Haneul mencoba membaca satu persatu hasil tes dari bayi itu. Mulai dari pemeriksaan fisik, mata, indra pendengaran, nilai Apgar, Hipotiroid dan genetik.
Saat akan membaca hasil pemeriksaan genetik atau tes DNA, jantung nya benar-benar seperti lari maraton. Mau tidak mau, ia harus melanjutkan untuk membaca karena ini yang Haneul tunggu-tunggu.
Seperkian detik jantung nya terasa berhenti setelah membaca Probabilitas Haneul sebagai Ayah biologis dari bayi tersebut adalah 99,99%
Ja--jadi benar bayi itu a--anak aku, tapi kenapa? Kenapa Jihan mau dengan laki-laki lain, sedangkan dia mengandung anakku. Batin Haneul
Selepas mengambil hasil tes, Haneul melangkahkan kaki nya menuju ruangan NICU. Ia ingin mengunjungi sang anak dan memberikan semangat.
Sebelum masuk ia diminta oleh perawat untuk cuci tangan serta menggunakan lapisan baju bedah, masker dan sarung tangan. Tidak lama Haneul yang telah selesai memasangkan semua perlengkapan nya, langsung memasuki ruangan NICU.