
Setelah lima hari berlalu sejak Andre mengantar anak-anak nya imunisasi, ia tidak bertemu lagi dengan Clara dan sebalik nya Clara juga tidak bertemu dengan Andre.
Selama lima hari Clara ditugaskan dengan beberapa Dokter untuk mengunjungi puskesmas yang berada di desa terpencil, agar memberikan bantuan kepada anak-anak dan juga lansia yang sedang membutuhkan bantuan.
Hari ini baru saja Clara pulang ke rumahnya tepat sore hari. Dan malam hari nya Clara akan pergi keluar untuk makan malam, bersama keluarga nya.
Tidak ada acara yang serius hanya makan malam bersama saja tapi kali ini makan malam di luar untuk mencari suasana yang baru. Di dalam kamar Clara masih memilih-milih baju ia tidak tahu akan menggunakan baju seperti.
"Pakai baju apa ya, kebiasaan deh aku mau pergi milih baju saja lama, padahal baju banyak tinggal pilih. Dasar jadi cewek memang seperti ini!" Gumam Rara yang sedang memilih baju, "Nah ... inis aja gak terlalu ribet dan simpel." Rara mengambil baju lalu melangkah ke kamar mandi.
Sesudah selesai di kamar mandi terakhir Clara bertempur dengan alat make up, tidak perlu tebal hanya tipis saja.
"Perfect, tinggal ambil tas dan turun ke bawah." Ucap Rara melihat diri nya di cermin
Clara keluar dari kamar nya dan berpapasan dengan Rian yang menggendong Rey.
"Wah ... wah, tumben adik abang cantik biasanya engga." Ucap Rian yang melihat penampilan Rara
"Makasih abang atas pujian nya, tapi dari lahir juga udah cantik!" Seru Rara
"Bisa enggak tingkat percaya dirinya jangan di lebihkan, kurangin dikit."
"Engga bisa! Rey sama Aunty yu ...." ucap Rara merentangkan tangan nya dan di sambut oleh Rey, "Bye ... bye Daddy yang ganteng tapi lebih gantengan Rey."
Rian hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum dan balik ke kamar lagi untuk menemui istrinya.
Di ruangan tamu sudah ada Ayah, Bunda dan Iqbal yang sedang menunggu. Iqbal yang melihat Clara turun dari tangga pun bertanya
"Bang Ian nya mana kak?" tanya Iqbal
"Rey sama Uncle yu, main." Ajak Iqbal merentangkan tangan nya kearah Rey tapi ditolak
"Hahaha ... gak mau sama kamu Bal, takut liat muka Uncle nya." ketawa Rara melihat Rey gak mau bersama Iqbal
"Enak aja, muka ganteng gini!"
"Ra, gimana lancarkan di desa?" tanya Ayah Aditya
"Alhamdulillah, lancar yah. Rara betah di sana udara nya enak seger banget." senang Rara
"Tumben betah, biasa nya jauh dari Bunda lama aja langsung pingin buru-buru pulang." Ucap Bunda Dinda
"Hehehe ... Karena tempat nya asik Bun, jadi bikin betah." jawab Rara cengengesan
Tidak lama Rian dan istri nya pun turun menghampiri ruang tamu, karena semua sudah siap waktu nya jalan.
"Rey sama Mommy yu, kasihan Aunty nya pegal." Ajak Raissa tapi di tolak oleh Rey
"Gak apa-apa kak sama Rara aja, lagian enggak pegal kok." Ucap Rara yakin
"Yasudah kita berangkat sekarang, pakai satu atau dua mobil nih?" tanya Bunda Dinda
"Kalau cukup satu mobil aja." jawab Rian dan di balas anggukan oleh Ayah Adit.
Akhirnya mereka menggunakan satu mobil, karena cukup untuk di tempati. Di sepanjang perjalanan tidak henti-henti nya Rey tertawa yang sedang diajak main oleh Iqbal.
Semua yang di dalam mobil ikut tertawa melihat Rey yang tengah asik tertawa. Dan tidak lupa dengan perdebatan antara Rian, Rara, dan Iqbal mereka kalau sudah berkumpul dan mengobrol tidak ada yang mau mengalah.