Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 132



Bisa di katakan mereka semua tidak pernah berkumpul bersama. Ini pertama kali nya Andre, Bram serta Haneul berkumpul meskipun hanya di rumah saja.


Apalagi melihat Bram dan Haneul, yang terlihat akur seperti tidak pernah terjadi apapun diantara kedua nya. Lantaran mereka berdua memiliki mantan istri yang sama, serta memiliki buah hati yang sama-sama terlahir dari Jihan.


Dan pada saat itu pun Haneul sudah termakan ucapan Jihan, jika Bram selalu melakukan kekerasan tapi semua itu hanya cerita belaka. Kenyataan nya tidak seperti itu, tentu Haneul sangat kecewa terhadap diri nya yang tidak mencari tahu latar belakang Jihan. Untung saja semua kesalah pahaman itu sudah mereka luruskan berdua.


Clara yang melihat dari kejauhan, karena sedang memberikan asi kepada si kecil. Sangat suka serta senang, dengan situasi saat semua nya terasa baik-baik saja. Berkumpul tanpa ada nya pertengkaran dan tanpa ada nya saling membenci satu sama lain.


"Kalian kok bisa akur?" celetuk Andre


"Memang harus nya bagaimana?" tanya balik Haneul


"Aku tahu, pasti Andre ingin melihat kita bertengkar!" Seru Bram


"Maksud nya bukan begitu, jadi gini ... bagaimana ya menjelaskan nya." jawab Andre


"Sudah jangan di pikirkan kita paham, pasti bingung melihat kita seperti tidak pernah terjadi apapun kan. Ya ... untuk apa kita bertengkar, marah-marah menghabiskan tenaga dan waktu saja. Lagian semua itu memang bukan salah Bram, kita berdua yang salah memilih pasangan hidup. Jadi lebih baik berpikir lah secara dewasa, karena kita bukan anak kecil dengan pemikiran yang harus di selesaikan secara bertengkar." tutur Haneul


"Sebelum nya juga kita sudah mengobrol secara empat mata dan meluruskan semua nya." tambah Bram


"Tante sangat suka dengan pemikiran kalian dan menurut Tante biarlah yang sudah berlalu menjadi pelajaran bagi kita semua untuk kedepan nya dan sekarang fokus pada masa depan serta mendidik anak-anak menjadi lebih baik." Ucap Bunda Wulan dan diangguki oleh semua nya


...πŸƒ πŸƒ πŸƒ...


Baru saja selesai memberikan asi, tiba-tiba Lio menghampiri sang Mommy dan menarik tangan nya untuk ke ruangan keluarga.


Setelah berada di ruangan keluarga Lio menunjuk ke arah sang Abang lebih tepat nya Aziel. Ia langsung melepaskan tangan Clara dan mendekat kearah Aziel.


"Eeh ... ehh ... eeh ..." celoteh Lio


"Lio mau, bilang sama Abang." Ucap Rara sambil meletakan Kenzie di kasur bayi


"Ehh ..."


"Haha bilang dong, Abang ... Lio minta!" Ucap Andre sambil tertawa


"Aaa ...."


"No no no, Lio gak boleh makan ini." becanda Aziel sambil memakan kembali chiki balls


"Hah!" teriak Lio


Lio sangat paham jika seseorang mengatakan 'No' pasti tidak boleh, Aziel yang melihat mata sang adik seperti akan menangis langsung memperbolehkan.


"Boleh Lio, ini," Ucap Aziel


Lio yang senang ... mengambil semua chiki balls yang di pegang oleh sang Abang, lalu menampilkan gigi-gigi yang sudah muncul.


"Kok semua?! Abang juga mau." Seru Aziel yang melihat Lio sudah berjalan mendekati Andre


"Aduh ... putri-putri nya siapa itu, akur banget dari tadi nempel terus." Ucap Bram melihat Azura dan Fio yang sedang memakan chitato


"Mungkin karena disini laki-laki semua jadi bosan dan sekarang ada Azura sebagai teman baru nya." Ucap Aneta


"Benar juga ya, apalagi nanti perempuan nya nambah ada Hana jadi ramai"


Tak terasa sedari tadi mereka mengobrol, matahari sudah mulai terbenam arti nya mereka harus segera pulang. Karena tidak mungkin mereka berlama-lama berkunjung takutnya pemilik rumah pun akan beristirahat.


"Kalau begitu aku pamit sudah sore juga" Ucap Haneul


"Boleh kalau mau pamit, tapi jangan bawa Fariza!" Seru Andre yang melihat tangan Haneul dengan Fariza berpegangan


"Mau nyebrang Mas ... pegangan!" ejek Bram


"Issh ... kalian ini kenapa sih sirik banget." pekik Haneul


"Mohon maaf kita gak sirik, kita bisa seperti ini." Ucap Andre sambil mencium pipi serta kening sang istri


Jangan di tanya bagaimana wajah Clara sekarang. Wajah nya sudah memerah seperti buah strawberry dan entah mengapa rasa nya malu tapi senang juga.


"Kasihan Ndre ... muka Rara merah tuh!" Ucap Fariza


" Aduhh ... sayang kok bisa merah sih!" goda Andre


"Mas ...." Ucap Rara sambil memeluk tubuh sang suami


"Haha ... kalau begitu kami juga pamit, Azura ayo kita pulang" Ucap Bram


"Azura masih mau main sama Aunty Tata!" jawab Azura


"Gak apa-apa biar nginep disini saja, lagian besok weekend" Ucap Andre


"Azura mau nginep di sini?" tanya Bram


"Emm ... memang boleh Mom, nanti Mommy gak ada temen nya?" tanya Azura


"Mommy kan ada Daddy, kalau Azura mau nginep boleh kok." jawab Aneta


"Yeyy ... terima kasih Mom Dad"


"Gunakan kesempatan malam ini Bram." Ucap Haneul


Bram mengerutkan kening nya, karena tidak paham dengan ucapan Haneul yang terdengar seperti ambigu. "Maksud nya?"


"Buat adik untuk Azura." jawab Haneul to the point