
" Bunda, Ayah, Bang Ian, Kak Raissa, Iqbal Hemm Rara....
⚫
" Bunda, Ayah, Bang Ian, Kak Raissa, Iqbal bismillah Rara akan menerima Andre." Ucap Rara menunduk
Semua orang yang berada di meja makan merasa senang dengan jawaban yang di berikan Rara
" Alhamdulillah" jawab semua dengan serempak
" Bang Ian bangga sama kamu, bisa memutuskan pilihan yang benar-benar baik buat diri kamu." Ucap Rian dan di ikuti oleh anggukan dari Raissa
" Makasih nak, sudah memberikan jawaban yang membuat hati kita senang." Ucap Bunda menghampiri Rara dan memeluk nya
" Ayah juga bangga sama kamu Ra!" Seru Ayah
" Semoga Kak Rara selalu bahagia terus dengan pilihan Kakak dan jangan sampai lupa uang jajan Iqbal selalu bertambah." Ucap Iqbal
" Haha... terima kasih banyak bontot nya Kakak, nanti Kakak fikirin lagi deh buat nambahin uang jajan kamu" jawab Rara
" Kalau gitu Ayah kasih tau keluarga Nugroho dulu tapi tidak dengan anak nya, biar menjadi kejutan saat Andre datang ke sini." Ucap Ayah
...---------------------------------------------------...
Huft
" Rasa nya lega sekali setelah beberapa hari aku memikirkan ini dan ternyata respon nya benar-benar baik." Gumam Rara sambil mengemudi mobil nya
Tidak seperti biasanya saat sampai di parkiran selalu ada sahabat-sahabat nya yang menyapa dan pasti nya selalu heboh. Tapi kali ini tidak, karena Clara meminta izin untuk datang siang.
" Ayo kita masuk Ra, semangat" Ajak Rara kepada diri nya sendiri
Baru saja memasuki lift ada yang memanggil Clara
" Rara" Panggil Finna
" Finna, dari mana?" tanya Rara
" Dari ruangan Dokter Fauzan" jawab Finna ragu-ragu
Clara memicingkan mata nya " Ngepain kamu di ruangan dokter gigi? Bukan nya kamu sendiri dokter gigi? Ada urusan apa dokter gigi bersama dokter gigi?" tanya Rara yang kepo nya sudah on.
" Gak ada apa-apa, hanya urusan kecil" elak Finna
Clara tidak yakin dengan jawaban yang keluar dari mulut sahabat nya. Seperti ada yang di tutupi, tapi apa.
" Tadi pagi kemana, biasanya kita suka ketemu di parkiran?" tanya Finna mengalihkan pembicaraan
" Tadi pagi aku izin untuk datang siang, karena ada urusan keluarga dulu jadi baru bisa berangkat sekarang." Ucap Rara
Finna hanya ber oh ria
*Ting... suara lift terbuka
" Duluan ya Ra" Ucap Finna sambil melangkah dan hanya di jawab anggukan
-Skip-
Tidak terasa sudah memasuki sore hari waktu nya bersiap untuk pulang. Tapi Rara tidak langsung pulang melainkan melihat isi handphone nya terlebih dahulu, karena semenjak tadi Rara tidak bermain handphone.
" Wah... banyak pesan yang masuk" Rara membuka isi pesan satu persatu dan isi pesan itu
📩Bunda
Ra, pulang nya bisa jangan malam? Nanti malam ada keluarga Nugroho yang berkunjung ke rumah bersama Andre.
📩Salsa
Ra, kamu baik-baik saja kan? Kenapa gak masuk
📩Gita
Ra, kamu kemana?
📩Group cewe kepo (Salsa, Gita, Finna)
Oy... Ada yang lihat Rara kok tumben gak keliatan? ~ Finna
Aku belum liat ~ Gita
Ra... oh Rara ~ Salsa
Engga sakit kan? ~ Finna
Kemarin perasaan baik-baik saja ~ Salsa
Clara yang melihat group cewe kepo hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah sahabat-sahabat nya.
" Mereka care sekali." Gumam Rara sambil bersiap pulang karena ingat pesan sang Bunda.
... ---------------------------------------------------...
Di dalam lift Andre yang sedang menuju lantai bawah tiba-tiba di pertengahan, lift itu naik lagi ke atas.
" Malah naik lagi" Gumam Andre
*Ting... suara lift terbuka
Muncul lah sosok yang sejak pagi tadi Andre cari dan baru terlihat sekarang, yap dia adalah Clara Dokter anak.
Clara yang melihat di dalam ada dokter Andre menampilkan senyum yang manis nya.
" Kemana saja, kok baru kelihatan Ra" basa-basi Andre
" hehe... iya Ndre" jawab Rara
Hah sudah cuman gitu doang jawab nya, kenapa gak kasih jawaban yang panjang jadikan enak. Terus buat apa Bunda ngajakin ke rumah Clara jelas-jelas anak nya biasa saja. Gumam Andre di dalam hati