Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 34



Pagi hari yang cerah ini di kediaman Alexi dan Viviana sudah banyak sekali kerabat-kerabat nya yang berdatangan untuk menyaksikan pertunangan Clara bersama Andre.


Termasuk sahabat-sahabat Clara sudah datang mereka sekarang sedang menemani Clara di dalam kamar, karena sebentar lagi yang akan merias wajah Clara akan datang.


" Gimana Ra, rasa nya?" tanya Finna


" Tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata" jawab Rara


" Pasti dag dig dug sih apalagi besok" Seru Salsa


" Ya, benar salah satu nya itu" Ucap Rara


" Tanang Ra jangan tegang, hari ini adalah hari bahagia kamu" Ucap Gita


Ceklek....


" Ra, ini MUA nya sudah datang." Ucap Bunda


" Iya Bun, masuk saja ke sini" jawab Rara


" Ra kita-kita pamit keluar dulu ya, nanti kalau sudah selesai kita ke sini lagi" Ucap Salsa


Sekarang terdapat dua acara yang pertama lamaran dan yang kedua pengajian yang diadakan bersama-sama oleh kedua pengantin.


Satu jam sudah Rara di rias dan ternyata hasil nya sungguh memuaskan.


" Waah... luar biasa Mbak sungguh perfect" Ucap perias tersebut


" Mbak bisa saja, ini juga berkat mbak yang rias" jawab Rara sambil tersenyum


" Saya cuman memoles sedikit saja tidak terlalu banyak. Karena pada dasar nya Mbak sudah cantik"


Tok... tok.. tok...


Suara ketukan pintu mengalihkan pandangan yang ada di dalam kamar Clara.


" Ini anak Bunda bukan, kok beda keliatan nya" Ucap Bunda Dinda dengan candaan


" Issh... ya anak Bunda lah" jawab Rara


" Benarkan kata saya juga, Mbak terlihat berbeda dengan yang sebelum nya" Seru perias sambil merapihkan alat make up


" Iy-- ucapan Rara terpotong saat terdengar suara dari sahabat-sahabat nya


" Rara ya ampun beda banget" Heboh Gita


" Iya kaya bukan sahabat kita" Ucap Salsa


" Yasudah kita ke bawah dulu" potong Bunda Dinda


Mereka semua turun beriringan ke bawah, sahabat-sahabat nya mengapit Clara untuk menuju tempat yang sudah di sediakan.


Semua orang yang melihat penampilan Clara dibuat takjub. Karena mereka jarang sekali melihat Dokter Anak ini memakai make up yang sangat kumplit.


Andre sedari tadi terus saja tersenyum melihat bidadari yang di sebrang nya sangat cantik, siapa lagi kalau bukan Clara.


" Para hadirin yang terhormat, kedua pasangan yang kita nantikan sudah di hadapan kita semua. Sebelum acara lamaran ini dimulai alangkah baik nya kita membaca basmallah terlebih dahulu." Ucap MC


" Bismillahirrahmannirrahiim" Ucap semua serempak.


" Agar mempersingkat waktu, silahkan kepada saudara Andre Putra Nugroho untuk menyampaikan kedatangan anda dan keluarga" Ucap MC mempersilahkan Andre untuk berbicara


Andre menarik nafas dalam-dalam dan berdiri


" Bismillahirrahmannirrahiim, kedatangan saya ke sini bersama keluarga besar saya ingin menyampaikan niat baik. Semua sudah aku pasrahkan kepada Tuhan, aku ingin menyempurnakan agama ku, agama kita. Membawa cinta ini dengan semesti nya, menuangkan rindu menjadi pahala dalam ikatan yang suci. Izinkan aku untuk menjagamu, izinkan aku menjadikanmu perhiasan yang paling berharga di dalam hidupku. Saat aku tidak menemukan mu dalam sehari saja rasa nya begitu gundah, begitu juga dengan jiwa ini yang resah. Maukah Clara Alexi Viviana menjadi ujung perjalanan cinta ku? Dan menerima lamaran ini?" Ucap Andre dengan tenang nya.


Tanpa terasa Clara yang mendengarkan Andre berbicara dengan begitu tenang dan lancar nya membuat mata Rara berkaca-kaca. Seperti nya Clara tidak sanggup berbicara untuk menjawab pertanyaan Andre.


Rara berdiri dan menarik satu nafas


" Bismillahirrahmannirrahiim, saya menerima lamaran dari Andre Putra Nugroho." Ucap Rara


" Alhamdulillah" jawab semua orang dengan serempak


" Silahkan kepada Andre untuk menyerahkan buket bunga kepada Clara Alexi Viviana karena lamaran sudah di terima" Ucap MC


Andre memberikan buket bunga kepada Clara dan diterima dengan senang hati.


" Selanjutnya kepada ibunda Aprilia Wulandari untuk menyematkan cincin di jari Clara Alexi Viviana." Ucap MC lagi


Bunda Wulan melangkahkan kaki nya sambil tersenyum, saat di hadapan Clara Bunda Wulan langsung menyematkan cincin yang sudah di siapkan Andre. Usai dengan pemasangan cincin, acara selanjutnya pengajian bersama.