
Tidak terasa pernikahan Andre dan Clara sudah berjalan dua bulan tidak ada halangan apapun yang menimpa mereka termasuk Jihan dan Haneul yang tidak mencari Aziel sama sekali.
Andre dan Clara melewati hari-hari dipenuhi dengan kebahagian bersama keluarga kecil nya, satu bulan yang lalu Aziel sudah memasuki sekolah dasar dan Lio serta Fio sudah tidur bersama Aziel tetapi dengan kasur yang berbeda.
Sedangkan Yoga sampai sekarang tidak ada tanda-tanda akan menggangu Gita meskipun dia sudah kembali ke Rumah Sakit dan selalu bertemu. Saat mereka sedang makan bersama di kantin Rumah Sakit, Gita merasa canggung seperti orang yang tidak mengenal sama satu sama lain.
Sebelum subuh Andre sudah terbangun, lantaran perut nya yang terasa tidak enak seperti di aduk-aduk. Ia langsung berlari ke arah kamar mandi dan memuntahkan semua isi perut nya.
Clara yang mendengar seseorang sedang muntah di dalam kamar mandi langsung terbangun dari tidur nya.
" Mas Andre kemana" Ucap Rara yang melihat di sebelah nya tidak ada sang suami
" Hoek... hoek... hoek..."
" Mas Andre"
Clara yang mendengar suara seperti tadi langsung menghampiri dan untung saja tidak di kunci menjadikan mudah untuk masuk, saat dilihat ternyata Andre yang sedang berpegangan pada wastafel sambil membersihkan mulut nya.
" Mas kenapa?" tanya Rara dengan panik
" Engga tau tiba-tiba perut Mas seperti di aduk-aduk, gak enak" jawab Andre
" Sekarang gimana sudah enakan, kita kembali ya ke kasur muka Mas pucat" Ucap Rara sambil menuntun Andre agar tidak terjatuh
" Sebentar Rara bikinin dulu teh hangat"
Clara turun kebawah menuju dapur untuk membuatkan suami nya teh hangat agar tidak merasakan mual lagi. Saat Clara akan kembali ke kamar nya, ia berpapasan dengan Bunda Wulan yang sedang menuruni tangga.
" Teh buat siapa Ra?" tanya Bunda Wulan
" Buat Mas Andre Bun" jawab Rara
" Memang Andre kenapa?"
" Rara juga gak tau, tadi tiba-tiba perut nya mual"
" Masuk angin mungkin, yasudah kamu kasih sekarang teh nya kasihan nungguin" Ucap Bunda
" Iya Bun, Rara ke kamar dulu" pamit Rara
Ceklek...
" Mas ini di minum dulu" Ucap Rara sambil memberikan teh hangat
" Gimana sudah enakan?" tanya Rara
" Sudah mendingan" jawab Andre
" Nanti gak usah kerja dulu, istirahat saja di rumah"
" Aku gak apa-apa, paling cuman masuk angin doang di tidurin sebentar sudah enakan"
Andre yang melihat sang istri hanya tiduran saja, menjadikan dia tidak tertidur juga.
" Kenapa gak tidur lagi?" tanya Andre
" Tanggung sebentar lagi subuh Mas"
Tidak lama kemudian suara adzan subuh berkumandang Clara melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu serta mandi. Selesai dengan mandi Clara mengerikan rambut nya sambil menunggu Andre yang sedang di kamar mandi dan akan melaksanakan shalat berjamaah.
Selesai dengan shalat Andre menginginkan sesuatu yang di buat oleh istrinya sendiri.
" Sayang, aku sarapan nya ingin roti tapi pakai telur minum nya jus mangga tapi jangan yang manis" Ucap Andre
Rara mengerutkan kening nya
" Mas lagi diet?"
" Engga aku ingin itu saja" jawab Andre
" Yasudah Rara bikinin dulu ya, Mas tolong bangunin Aziel takut nya nanti telat"
" Siap"
Selesai membuat sarapan permintaan suami nya, Clara meletakkan di atas meja dan saat akan membuat sarapan untuk yang lain...
" Itu roti sama jus punya siapa Ra?" tanya Ayah Bima
" Punya Mas Andre" jawab Rara
" Tadi bukan perut nya gak enak kan, kenapa gak makan bubur saja" Ucap Bunda Wulan dengan bingung
" Andre mau nya itu gak mau yang lain" jawab Andre yang tiba-tiba menghampiri bersama Aziel
" Terus masih mual?" tanya bunda
" Sudah engga" jawab Andre
Bunda Wulan hanya ber oh ria saja
" Ra biar Bunda bantuin" Ucap Bunda Wulan
" Gak usah Bun, biar Rara saja" jawab Rara
" Kamu liat Lio sama Fio saja ya, takut nya sudah pada bangun"
" Gak apa-apa Bun, Rara tinggal lihat anak-anak?"
" Gak apa-apa, ini sama Bunda di lanjutin" jawab Bunda Wulan