Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 83



Tidak terasa hari ini sudah weekend, Haris yang sedang free teringat mendapatkan tugas dari Andre dan langsung mencari tahu tentang Bram, dia mendatangi sekolah nya Aziel untuk melihat cctv dan entah keberuntungan dari mana Haris langsung di perbolehkan untuk melihat cctv.


Saat Haris melihat wajah yang sedang berbicara kepada Aziel dia merasa pernah bertemu dengan orang di balik layar monitor. Setelah di ingat-ingat ternyata Bram yang dimaksud itu adalah kolega bisnis Ayah Bima dan beberapa hari yang lalu telah melakukan kontrak bisnis.


" Ternyata pak Bram, Ok... sekarang mengumpulkan data-data" Gumam Haris


...---------------------------------------------------...


Mual di pagi hari sudah menjadi rutinitas untuk Andre begitupun dengan mengidam nya beruntung saja Andre tidak mengidam yang aneh-aneh. Clara yang sedang menonton drakor tiba-tiba suara sang suami terdengar.


" Sayang, liat deh rambut aku sudah panjang. Bagus nya di potong gimana?" tanya Andre


" Mas benar nanya sama aku?" balik tanya Rara


" Ya iya, terus mau tanya siapa lagi"


" Tapi jangan nolak ya, kalau di potong bagaimana pun"


" Kalau bagus Mas gak akan nolak tapi kalu kurang Mas tolak" Ucap Andre sambil mendekati istrinya


" Bagus kok, Mas pasti suka. Seperti ini" Clara menunjukan foto aktor korea


" Sayang... kalau Mas bentuk rambut seperti itu, yang ada suami mu ini banyak yang melirik" Ucap Andre


Benar juga, tapi gimana dong ini bagus Ucap Rara di dalam hati


" Yasudah Mas jangan keluar rumah, gak usah ke Rumah Sakit. Biar Rara saja yang kerja" Ucap Rara


" Yang ada itu kamu di rumah, aku yang kerja" Ucap Andre


" Tapi Rara ingin rambut Mas seperti ini, salah sendiri nanyain sama Rara" ketus Rara


" Istri Mas ini tega kalau dilihat banyak orang?"


" Mas juga tega tidak mau memenuhi permintaan istrinya" jawab Rara meninggalkan Andre di kamar


" Sayang mau ke mana" Ucap Andre yang melihat pintu nya sudah tertutup


" Perkara rambut jadi begini" Gumam Andre


...---------------------------------------------------...


Aziel yang melihat Mommy nya turun sangat senang sekali karena dia ingin mengajak bermain ke luar.


" Memang Aziel ingin kemana" Ucap Rara


" Ketempat bermain"


" Boleh... kita ajak juga Lio sama Fio ya. Aziel ajak Daddy nya gih, ada di kamar"


" Siap Mom" Aziel langsung berlari ke kamar Mommy dan Daddy nya


" Jangan lari Ziel nanti jatuh" Ucap Rara yang melihat anak nya lari


Di dalam kamar Andre yang sedang memikirkan gaya rambut nya akan seperti apa, tiba-tiba fikiran nya terhenti karena ada suara ketukan pintu.


Tok... tok... tok


Ceklek


" Sayang..." Ucap Andre terpotong saat yang di lihat bukan sang istri melainkan anak nya


" Daddy hayu kita jalan-jalan ke tempat bermain" Ucap Aziel


" Mommy dimana?" tanya Andre yang tidak menjawab ucapan anak nya


" Mommy lagi di bawah sama kembar" jawab Aziel


" Hayu Dad, kata Mommy boleh" lanjut Aziel sambil menaiki kasur


" Tapi Aziel harus jawab pertanyaan Daddy" Aziel menganggukan kepala


" Kalau rambut Daddy seperti ini bagaimana?" Andre menunjukan foto yang ada di handphone istrinya


" Bagus, tapi ganteng yang di foto Dad" jawab Aziel dengan jujur nya


" Jadi kalau Daddy rambut nya seperti ini gak ganteng?"


" Hemm... ganteng, ayo Dad" Aziel menarik tangan Daddy nya karena bukan bersiap-siap tapi malah rebahan


" Iya iya Daddy ganti baju dulu, Aziel juga siap-siap dulu"


" Sudah nih" jawab Aziel menunjukan baju nya yang rapih