
Saat Clara masuk ke dalam kamar anak-anak nya ternyata mereka sudah bangun, ia langsung memandikan kedua nya. Selesai dengan memandikan, Clara menggendong Lio dan Fio untuk turun kebawah menuju meja makan.
" Hallo selamat pagi keponakan Aunty sudah pada wangi saja ini, Fio sama Aunty yu kasihan Mommy nya susah bawa kalau dua" Ucap Calista mengambil alih Fio
" Tata gak ke kampus?" tanya Rara
" Nanti siang kak" jawab Calista
Rara hanya ber oh ria
Di meja makan
Clara mendudukan Lio di kursi khusus untuk bayi begitu pun dengan Fio yang di bantu oleh Aunty nya. Sebelum Clara sarapan dia menyuapi Lio dan Fio dulu, karena mereka memang sudah di beri makan. Saat Clara akan sarapan terdengar suara dari mulut sang suami
" Rasa nya kok gini masih ada manis-manis nya" Ucap Andre
" Memang harus nya gimana? Gak pakai gulakan?" tanya Rara dengan bingung
" Harus nya asem tapi gak ada asem-asem nya" jawab Andre
" Sejak kapan kamu makan yang asem, biasanya gak suka" Ucap Ayah Bima
" Sejak tadi" jawab Andre
" Kalau mau yang asem lemon Bang!" Seru Calista
" Tapi Abang mau nya mangga bukan lemon" kesal Andre
" Gak usah kesal gitu, biasa saja!" Seru Calista
" Terserah Abang dong"
" Kenapa Daddy sama Aunty berantem sih, Aziel saja gak suka berantem kok sama adik-adik" Ucap Aziel
" Aunty kamu yang duluan Ziel" jawab Andre
" Kata Mommy gak boleh berantem kalau berantem harus saling minta maaf" Ucap Aziel
" Aziel tambah pintar deh" Ucap Bunda Wulan
Aziel terkekeh senang mendengar pujian dari sang Oma nya. Setelah tadi sarapan Andre dan Clara berpamitan karena akan mengantar Aziel ke sekolah lalu ke Rumah Sakit.
" Aziel belajar yang rajin ya, jangan nakal kalau di sekolah harus baik" Ucap Rara
" Nanti pulang nya harus tunggu dulu mang Dadang, kalau ada orang yang gak di kenal jangan ikut" lanjut Andre
" Siap Mom Dad, Aziel masuk dulu" Ucap Aziel sambil mencium tangan Rara dan Andre
Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka sampai, karena jarak antara sekolah Aziel dengan Rumah Sakit tidak terlalu jauh.
" Ayo Mas" Ucap Rara yang melihat Andre sedang diam
" Sebentar, Mas mual" jawab Andre
" Tadikan kata Rara jangan kerja dulu, malah ngeyel sih di bilangin sama istri sendiri"
" Tadi benaran sudah engga"
" Mending periksa saja deh yu, Mas " Ajak Rara
" Gak usah nanti juga ilang, yu kita masuk" jawab Andre
Huft
" Susah sekali di bilangin" gerutu Rara sambil meninggalkan Andre yang masih diam
Andre yang mendengar istrinya meng gerutu langsung mengejar
" Iya nanti Mas periksa kalau masih mual"
...---------------------------------------------------...
Setelah Clara sampai di ruang praktek nya dia langsung teringat
" Kenapa saat di rumah aku gak cek Mas Andre saja ya, haduhh dasar Rara" Gumam Rara sambil menepuk kening nya
Berbeda di ruangan Andre dia sedang bingung dengan tubuh nya sendiri. Kenapa jadi ingin yang asem-asem tadi pagi dan mual tentu nya.
" Ada apa dengan badan aku ini, kalau masuk angin seperti nya tidak dan tadi waktu Tata ngomong seperti langsung sensitif gitu" Gumam Andre yang melihat tubuh nya di cermin kamar mandi, karena tadi saat bersama sang istri dia menahan rasa mual.
- Skip -
Jam makan siang telah tiba Andre sedang menunggu Clara yang masih di ruangan praktek.
Ceklek...
Andre langsung melihat ke arah pintu yang sudah di buka dan menampilkan sosok yang ia sayangi.
" Mas, dari kapan di sini?" tanya Rara
" Baru saja... sudah yu langsung, Mas sudah lapar" jawab Andre
Andre dan Clara menuju kantin untuk makan siang dan sudah di tunggu juga oleh sahabat-sahabat nya.