Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 20



Saat mereka akan menaiki lift kebetulan Andre masih menunggu pintu lift terbuka dan kesempatan bagi sahabat-sahabat Clara untuk menanyakan tentang ucapan Andre barusan.


Kenapa Andre belum masuk ke lift sih, pasti nanti di serbu dengan pertanyaan tiga serangkai Batin Rara


Semakin mendekat mereka melangkah Salsa dan yang lain sudah mengambil ancang-ancang.


"Dok maksud nya tadi apa? Dokter suka ya sama sahabat kita?" tanya Salsa


Andre menoleh ke arah Salsa


"Abaikan saja, anggap angin lewat." Ucap Andre


"Dokter suka 'kan sama sahabat kita?" tanya Gita


*Ting ... suara pintu lift terbuka


Semua masuk ke dalam lift termasuk Andre yang pasti nya mendengar ocehan dari sahabat-sahabat Clara.


Dan benar saja di dalam lift obrolan mereka masih berlanjut karena ketiga serangkai belum menemukan jawaban nya.


"Pasti sudah ada yang di sembunyiin dari kita kan Ra?" tanya Finna


"Apa yang mau di sembunyiin, kalian yang udah nyebunyiin sesuatu dari aku 'kan sebelum aku tugas ke desa. Jadi bukan aku yang nyebunyiin rahasia!" Seru Rara


Padahal Clara sudah tau yang mereka sembunyikan tentang Andre soal apa.


"Pasti lima hari kita gak ketemu ada yang di sembunyiin," Ucapan Gita memanas-manasi


"Ayolah Ra kasih tau kita." Ucap Salsa dengan wajah memelas


"Aku mau ngasih tau apa, aku gak tau apa-apa. Yang tadi bilangkan Dokter Andre jadi tanya saja sama Dokter Andre langsung, masih ada orang nya loh biar gak mati penasaran." jawab Rara sambil melihat ke arah Andre


Dan langsung di serbu oleh Finna


"Dokter Andre pasti ada hubungan ya sama Rara." tuduh Finna


"Kalian kenapa sih, dari tadi rame banget masih pagi belum ketemu pasien sudah cape duluan mulut nya." Seru Andre


"Ta--" ucapan Salsa terpotong saat pintu lift terbuka


*Ting ...


"Kita duluan ya Ra," Ucap tiga serangkai bersamaan dan Rara hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum.


Salsa, Finna dan Gita mereka berbeda lantai dengan Clara dan Andre. Tiga serangkai menepati lantai empat sedangkan Clara menempati lantai enam dan Andre menempati lantai tujuh.


Ruangan dokter kandungan di bagi beberapa lantai yaitu di lantai pertama, lima dan tujuh. Sedangkan ruangan dokter anak khusus di lantai enam.


Di dalam lift hanya ada Clara dan Andre saja.


"Ra, maaf ya ucapan aku yang tadi. Temen-temen kamu jadi pada heboh." Ucap Andre


"Gak apa-apa dok, lagian mereka memang suka heboh." jawab Rara


*Ting ... Suara pintu lift terbuka di lantai lima pertanda ada yang masuk.


"Ndre, kebetulan ketemu disini tadi aku mau keruangan situ." Ucap Yoga sahabat Andre


"Ehh ... ada Dokter Clara juga." lanjut Yoga saat melihat Rara dan di jawab dengan anggukan sambil tersenyum


"Kenapa?" tanya Andre


"Nanti kita dapat jadwal operasi di lantai tujuh jam 10:00," Ucap Yoga


Rara hanya mendengar obrolan mereka tanpa ikut berbicara.


"Terus kenapa gak balik keruangan situ lagi?" tanya Andre mengikuti omongan Yoga


"Aku gak ada pasien pagi, jadi aku inisiatif untuk ke ruangan dokter Andre dulu."


Andre hanya ber oh ria


Tiba di lantai enam dan pintu lift terbuka pertanda Clara akan keluar dan meninggalkan dua dokter kandungan.


"Dokter Andre, Dokter Yoga, saya duluan." Pamit Rara sambil tersenyum


"Iya hati-hati." jawab Andre


Clara hanya terkekeh pelan mendengar jawaban Andre, kan sudah sampai kenapa hati-hati. Seperti itulah batin Rara