Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 43



" Kakak juga jurusan manajemen?" tanya Calista


" Iya, tapi tinggal menyusun skripsi"


" Waahh... pus--



Ucapan Calista terpotong kala suara Abang nya terdengar


" Lagi modus ya Ta ?" tanya Andre kepada adik nya


" Siapa yang modus Bang, orang cuman ngobrol doang dibilang modus" jawab Calista


Plak...


Clara memukul lengan suami nya sambil menggelengkan kepala nya. karena sang suami suka sekali menjahili adik ipar nya.


" Aduh... kenapa dipukul sayang" Ucap Andre


" Kamu itu suka nya jahilin Calista terus" Seru Rara sambil melangkah ke arah Iqbal


" Sayang, lagi apa sih? Sama Mommy yu" Rara mengambil alih Lio yang berada di gendongan Iqbal


" Sudah mandi ya nak, wangi banget sih" lanjut Rara sambil menggesek-gesekan hidung nya ke perut Lio dan membuat Lio tertawa.


Andre yang melihat Lio tertawa mendatangi mereka dengan menggendong Fio di tangan nya.


" Lio lagi main sama Mommy ya" Ucap Andre sambil melihat Lio


" Iya Daddy, Mommy nge gelitikin aku" jawab Rara menirukan suara anak kecil


Tiba-tiba Fio menangis di dalam gendongan Andre.


" Fio kenapa kok tiba-tiba nangis sih, gak basah loh ini" Ucap Andre sambil menimang-nimang


" Sini biar sama Rara, Mas yang gendong Lio"


Saat Fio berada di gendongan Clara anak kecil itu langsung terdiam tidak menangis lagi hanya ada segukan kecil. Andre yang melihat di buat heran dengan putri kecil nya


" Kok langsung diem, tadi Daddy gendong gak mau berhenti nangis nya"


" Hahaha... gak berbakat kalau gitu" Ucap Calista sambil tertawa


" Kalau gak berbakat gak mungkin waktu malam nangis, Daddy nya gak bisa nenangin" jawab Andre


" Seperti nya Fio cemburu Bang lihat Lio diajak main" Ucap Iqbal


" Oh... anak Mommy ini bisa cemburu ya sama Abang nya sendiri" Ucap Rara sambil mencium pipi Fio


" Kalian gak akan siap-siap untuk pulang, mau tinggal disini" Ucap Rian tiba-tiba menghampiri sambil menggendong Rey yang sudah selesai berenang


" Andre sama Rara mau siap-siap apa Bang, koper saja gak ada!" Seru Andre


Rian menepuk jidat nya, karena ia lupa koper Andre sama Rara berada di bunda Dinda dan Bunda Wulan.


" Abang lupa koper kalian berdua ada di Bunda Dinda sama Bunda Wulan" Ucap Rian


" HAH..." Ucap Andre dan Rara bersamaan


" Kaya gak tau kedua Bunda kita saja" jawab Andre


...---------------------------------------------------...


Sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing. Mereka makan siang bersama dulu kecuali Clara yang belum makan, karena masih memberikan susu kepada Lio.


" Ndre nanti mau pulang ke mana?" tanya Ayah Bima yang sudah selesai makan.


" Kaya nya Andre ke rumah Rara dulu karena baju-baju nya belum di bawa." jawab Andre dan hanya di balas anggukan kepala oleh Ayah Bima


" Sayang makan dulu ya, aku suapin biar gak ribet sama Lio. Mau pakai lauk apa" Ucap Andre kepada Rara


" Iya boleh... apa saja Mas, Rara suka semua nya kok" jawab Rara


" Haduhh sudah bilang sayang sama Mas saja nih" Ucap Rian yang sedang julid


" Sirik saja, Abang juga pasti bilang nya begitu benar gak Kak Raissa" Ucap Rara


Raissa hanya menganggukan kepala nya sambil tersenyum, karena sedang menyuapi Rey makan


" Hampir Ayah lupa, nih kado dari kita semua untuk kalian berdua" Ucap Ayah Adit memberikan amplop


" Apaan Yah?" tanya Rara


" Buka saja"


" Mas tolong dilihat, Rara gak bisa lihat nya" Ucap Rara kepada Andre


Andre mengambil amplop yang diberikan Ayah mertua nya. Setelah dibuka ternyata tiket honeymoon ke Paris.


" Ayah ini benar untuk kita?" tanya Andre yang kebingungan


" Benar, kita semua sepakat memberikan tiket honeymoon dengan waktu seminggu." jawab Ayah Adit


" Seharus nya gak usah repot-repot, gak honeymoon juga gak masalah kok." Ucap Rara yang sedari tadi mendengarkan.


" Iya Yah, di kamar juga tidak masalah yang penting berdua." Ucap Andre


Rara yang mendengar suami nya berbicara seperti itu langsung memukul tangan nya.


" Buat Iqbal saja" celetuk Iqbal


" Kamu buat apaan!? Nikah saja belum" Ucap Rian


" Refreshing lah Bang, sendiri saja sudah cukup tidak perlu punya pasangan" Ucap Iqbal


" Mending buat Abang saja" Ucap Rian


" Setuju" Ucap Andre dan Rara berbarengan


" Sudah punya anak mau honeymoon lagi" Seru Bunda Dinda


" Gak apa-apa Bun, biar bisa nambah banyak" jawab Rian


" Ini pengantin serasa dua" celetuk Bunda Wulan


Rian menggaruk tengkuk kepala nya yang tidak gatal, semua orang yang melihat Rian dibuat tertawa dengan tingkah nya.