
Penyesalan itu datangnya di akhir bukan di awal. Itulah yang sekarang di rasakan oleh Haneul, ia menyesal mengapa tidak mencari terlebih dahulu mengenai Jihan yang jelas-jelas hanya terobsesi oleh harta. Sebenarnya Haneul ingin mencari sosok wanita yang tidak tergila-gila oleh harta dan Haneul baru mengetahui sekarang.
"Aakkhh ...." teriak Haneul di dalam ruangan nya sambil menjatuhkan barang yang ada di sekitarnya.
"Mengapa saat rasa ini sudah tumbuh, kamu patahkan begitu saja?! Kenapa!"
"Kenapa aku baru mencari tahu sekarang, kenapa gak dari dulu ... Haneul!"
Cukup lama Haneul menenangkan diri nya, hingga dia memutuskan untuk menemui sang istri di rumah.
"Lucky antarkan saya ke rumah!" Ucap Haneul kepada sang asisten
"Baik, Tuan." jawab Lucky
Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya Haneul sudah tiba di kediaman nya. Dan langsung mencari Jihan di setiap sudut rumah, lima menit Haneul mencari tapi tidak membuahkan hasil. Ia sama sekali tidak menemukan sang istri berada.
"Maaf ... apa Tuan mencari Nyonya?" tanya pembantu itu
"Iya, apa Bibi melihat nya?" tanya Haneul
"Maaf Tuan, semenjak Tuan tidak ada di rumah. Nyonya sering pulang larut malam." jawab Bibi
"Memang kemana, Bi?"
"Nyonya bilang ke rumah Orang Tua nya, tapi Bibi lihat saat pulang malam sering dengan laki-laki."
Apa lagi ini batin Haneul
Haneul membuang nafas nya kasar, dia benar-benar tidak tahu apa yang akan di rencanain sang istri.
"Baik Bi, terima kasih informasinya."
"Sama-sama Tuan, kalau gitu Bibi pamit ke belakang."
Setelah mengetahui informasi dari orang rumah, Haneul langsung mengajak sang asisten untuk melihat seluruh cctv yang terpasang di luar dan di dalam rumah nya. Saat di lihat benar saja Jihan sering pulang malam bersama seorang cowok, Haneul sama sekali tidak mengetahui siapa laki-laki ini.
"Maaf Tuan seperti nya laki-laki ini bukan keluarga Nyonya." Ucap Lucky
"Hemm ... coba kamu cari tahu tentang laki-laki itu dan kirimkan ke email saya secepat nya." jawab Haneul, "Hari ini saya tidur di sini, kamu bawa mobil saya saja nanti. Saya akan pakai mobil yang ada disini dan saya juga ingin mengetahui bagaimana reaksi Jihan jika saya tiba-tiba ada di rumah."
"Baik, Tuan."
Ok... Seperti nya kamu sedang bermain-main dengan aku, kita lihat sejauh mana kamu bertahan Ucap Haneul di dalam hati
...---------------------------------------------------...
Di sebuah kamar Clara hanya bersama anak-anak nya saja, sedangkan Andre sedang mengobrol dengan Haris. Ia tidak di perbolehkan untuk ikut bergabung, karena Andre tidak mau istrinya ke lelahan.
Tetapi tetap saja di dalam kamar Clara tidak istirahat melainkan bermain bersama Lio yang masih terbangun. Berbeda dengan Aziel dan Fio mereka sudah tertidur hanya saja belum di pindahkan ke kamar nya.
"Coba Lio bilang, Mo ... Mmy, Mommy." Ucap Rara
Lio yang mendengar hanya melihat gerak mulut sang Mommy, ia ingin mengikuti tapi tidak bisa.
"Ayo sayang gimana."
"Mo... Mmy,"
"Mana suara nya dong."
Karena sang anak tidak mau, akhirnya Clara pasrah saja.
"Yasudah deh kalau Lio gak mau!" Ucap Rara sambil berdiri karena akan membuatkan Lio susu
Baru saja melangkah Clara sudah di panggil oleh Lio, yang sedari tadi diam tidak mau berbicara. Dan seperti nya Lio sudah bisa menjahili sang Mommy.
"Mi ... mi." Ucap Lio
Clara langsung menghampiri Lio yang sedang di atas ranjang.
"Tadi Lio panggil Mommy ya?" tanya Rara
"Haah ...."
"Iya sayang."
"Pinter banget sih ... meskipun itu celotehan kamu, tapi Mommy anggap Lio sudah bisa panggil Mommy ok."
"Aduh ... Mommy maksa banget sih!" Ucap Andre yang mendengar ucapan sang istri
"Biarin!" ketus Rara, "Kenapa kesini!"
"Loh memang gak boleh?" tanya Andre
Clara mengangkat bahu nya
"Kamu marah hum ...." ucap Andre sambil melingkarkan tangan nya di perut sang istri yang sedang membuatkan susu untuk Lio
"Jangan marah dong."
"Iya aku salah, aku minta maaf ya." lanjut Andre tapi tidak di tanggapi oleh Clara
"Lepas Mas!" Ucap Rara
Karena Andre tidak mau membuat sang istri tambah marah, ia langsung melepaskan pelukan nya.