Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 47



" Nah maka dari itu kamu cepatlah menikah agar merasakan kebahagian yang aku rasakan." lanjut nya



" Nikah sama siapa Ndre pacar saja gak ada!" Seru Haris


Clara yang sedari tadi diam membuka suara nya


" Yang benar Haris belum punya pacar?" tanya Rara dengan kaget


" Memang belum Ra" jawab Haris


" Kenapa? Masa gak ada yang suka sama sekali" Ucap Rara


" So sibuk orang nya jadi gak mikirin itu!" Seru Andre


" Pasti ada yang suka tapi kamu terlalu menutup diri, jadi gak peka" Ucap Rara


" Memang siapa yang suka sama dia, jangan bil--" ucapan Andre langsung terpotong oleh istrinya karna sudah tau arah pembicaraan Andre


" Jangan mikir yang engga-engga deh" Seru Rara


" Tuh dengerin jangan mikir yang engga-engga" Ucap Haris


" Nyambung saja tukang bajay" pekik Andre


Obrolan mereka terhenti karena sudah memasuki halaman rumah Nugroho. Andre dan Clara yang menggendong anak-anak nya untuk segera turun.


" Ris nanti koper yang di mobil, semua nya masukin ke dalam saja ya. Aku mau nidurin dulu Fio" Ucap Andre


" Assalamu’alaikum" Ucap Andre dan Rara sambil melangkah ke dalam


" Waalaikumsalam"


" Sudah datang menantu Bunda, langsung istirahat saja ya kasihan pasti lelah seharian ini" Ucap Bunda Wulan


" Anak nya kok gak disapa juga sih!" Seru Andre


" Gak mau, anak Bunda sekarang Rara" jawab bunda


" Memang Andre sekarang bukan anak Bunda?"tanya Andre


Bunda Wulan tidak menjawab pertanyaan anak nya, melainkan menyuruh untuk membawa istrinya istirahat.


" Ndre ajak istri kamu ke kamar kasihan seperti nya kelelahan"


" Ayo... Sayang kita ke kamar" Ajak Andre


" Bun, Rara ke kamar dulu ya mau nidurin anak-anak juga" pamit Rara dan di balas dengan anggukan kepala sambil tersenyum


Saat di dalam kamar Clara segera membaringkan putra nya di dalam box bayi dan mencium pipi nya lalu beralih ke arah Fio untuk mencium pipi nya.


" Selamat tidur anak-anak Mommy, mimpi indah ya" Ucap Rara sambil melangkah


Clara melihat sang suami berada di atas ranjang yang sudah terlentang dengan menutup mata nya segera mendekat.


" Sayang bersih-bersih dulu nanti baru tidur" Ucap Rara menggoyangkan lengan Andre


Andre yang mendapatkan panggilan baru lagi dari sang istri langsung membuka mata nya.


" Tadi kamu manggil apa?" tanya Andre


" Mas" jawab Rara yang sedang menjahili sang suami


" Tadi kamu gak bilang Mas, yang tadi coba bilang lagi biar aku gak salah denger"


" Bersih-bersih dulu baru tidur" Ucap Rara


" Sayang bukan itu" Andre merasa frustasi


Rara yang melihat muka Andre merasa gemas di buat nya


" Sayang" Ucap Rara


" Ahh... rasa nya hati Mas, meleleh" Seru Andre


" Lebay banget baru di panggil sayang juga"


" Pokok nya hati aku senang, kamu panggil aku Mas dan sayang ya" pinta Andre


" Nawar lagi" Ucap Rara meninggalkan Andre yang masih di atas kasur


" Sayang ayo lah" Andre mengejar Rara yang sedang masuk ke kamar mandi


" Mas mau ngepain, sana ihh keluar Rara mau bersih-bersih."


" Tapi panggilan nya harus Mas plus sayang ok"


" Iyain biar cepat, biar hati Mas juga senang"


" Jangan terpaksa gitu dong" pekik Andre


" Engga terpaksa sayang, sudah ya aku mau bersih-bersih dulu nanti gantian Mas yang bersih-bersih"


Setelah ada kata sayang yang keluar dari mulut sang istri akhirnya Andre mau juga keluar dari kamar mandi.