Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 92



" Daddy" panggil Aziel dari arah kolam renang dan di balas oleh Andre dengan melambaikan tangan nya



" Aziel berenang, tau gitu tadi gak usah mandi dulu" Gumam Andre yang terdengar oleh istrinya


" Gak apa-apa mandi lagi saja, sudah lama juga Mas belum olahraga lagi" Ucap Rara


" Memang aku gendut?" tanya Andre dan Rara menganggukkan kepala nya


" Yasudah mas mau mulai olahraga lagi, biar istriku ini tidak berpaling melihat cowo-cowo di luar sana" Ucap Andre


CUP


Clara membulatkan mata nya mendapatkan kecupan mendadak dari sang suami.


" Mas berenang dulu ya sama Aziel, tunggu sini" Ucap Andre sambil melangkah


" Dasar mode jahil nya lagi On, jelas-jelas gak gendut di bilang gendut" Ucap Raissa


" Hihihi... biar olahraga lagi kak, habisnya semenjak Rara hamil jarang banget buat olahraga. Bilang nya suka males atau nanti lagi saja tunggu weekend, inti nya banyak alasan" pekik Rara


" Sama kaya Abang kamu tuh, bilang nya ingin perut sixpack tapi gak ada usaha nya" Ucap Raissa sambil terkekeh


" Bukan Abang aku doang, suami kak Raissa juga. Masa suami nya gak di akui"


" Memang tidak di akui"


" Hahaha... jahat banget kak, nanti aku aduin loh" Ucap Rara sambil tertawa


" Aduin saja!" Seru Raissa


" Nantangin ya, boleh..."


" Ab--" mulut Rara langsung di tutup oleh Raissa


" Jangan berisik, ada yang sakit"


" Di rumah sakit!" Seru Rara


" Hahahaha, pintar"


...---------------------------------------------------...


Satu jam kemudian Clara kembali lagi ke taman belakang sambil membawa makan untuk Lio dan Fio yang sedang bermain dengan Oma dan Opa nya.


" Lio sama Fio makan dulu ya" Ucap Rara


" Mommy" panggil Aziel


" Sudah renang nya?" tanya Rara


" Sudah, tadi Aziel belajar renang sama Daddy" jawab Aziel


" Sudah bisa belum" Ucap Rara sambil memakai kan handuk kepada Aziel


" Belum Mom, susah"


" Nanti juga pasti bisa, harus semangat belajar terus"


" Sayang" panggil Andre sambil memeluk dari arah belakang


" Mas lepas, baju Rara basah"


Andre tidak mendengarkan sang istri tapi malah semakin mempererat pelukan nya.


" Dingin" Ucap Andre


" Iya ini pakai handuk nya biar gak dingin, kalau kaya gini malah aku juga yang ikutan dingin" Seru Rara


" Gak mau pakai handuk, biar hangat itu seperti ini"


" Isshh... Mas gak malu apa di lihatin Ayah sama Bunda." Andre hanya menggelengkan kepala saja


" Ayah kamu juga sama Ra selalu seperti itu, meskipun sudah tua tidak mau kalah sama anak-anak nya" Ucap Bunda Dinda


" Biar tetap harmonis dong, meskipun dengan cara sederhana tapi siapa tahu bermakna dengan diperlakukan seperti itu. Benar tidak Ndre" Ucap Ayah Adit


" Benar Yah, dan memperlakukan pasangan tidak hanya dengan harta atau barang-barang yang mewah saja tapi dengan sikap atau perilaku, itu semua bisa" jawab Andre


Aziel yang baru saja mengambil minum merasa cemburu melihat Andre memeluk Clara, karena sedari tadi saja Aziel belum memeluk Mommy nya.


" Daddy" panggil Aziel


Kepala Andre yang berada di tengkuk leher Clara seketika mendongkakan kepala nya melihat ke arah Aziel.


" Kenapa?" tanya Andre


" Aziel juga mau di peluk Mommy" Ucap Aziel mendekat ke arah Rara


" Nanti saja, Daddy duluan"


" Iihhh lepas Dad, Aziel juga belum" Aziel menarik tangan Andre agar melepas pelukan nya