Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 88



Di dalam kamar Andre dan Clara


" Sayang" panggil Andre sambil mendekat ke arah istrinya yang akan masuk kedalam kamar mandi


" Mas mau apa" Ucap Rara


" Kita mandi bareng ya"


" Engga, Rara duluan mas tunggu"


" Ayolah sayang, Mas gak akan melakukan apa-apa kok hanya mandi saja benar"


" Rara gak percaya"


" Benar, lagian mas harus tetap menunggukan sebulan ini. Meskipun Mas Dokter tapi aku tidak mau terjadi apa-apa dengan istriku dan calon anak ini"


Benar juga Mas Andre harus puasa dulu karena masih awal kehamilan Ucap Rara di dalam hati


Clara menganggukan kepala nya " Yasudah tapi janji ya gak yang lebih hanya mandi saja"


" Janji" Ucap Andre dengan senang


Meskipun kandungan istrinya kuat tapi Andre tidak egois dia juga memikirkan sang istri agar tidak ke lelahan, karena seharian ini mereka juga sudah bermain dengan anak-anak.


Selesai dengan mandi Andre yang mendengar sang anak sudah rewel, ia langsung turun kebawah untuk membawa si kembar. Sedangkan Clara masih memakai baju tidur karena tadi di jahili suami nya.


" Fio kenapa nak?" tanya Andre sambil mendekat


" Ini Ndre Fio kaya nya sudah ngantuk, tadi di kasih susu tapi gak mau. Coba kamu yang gendong" Ucap Rian sambil memberikan Fio kepada Andre


Oeek... oeekk


" Cup... cup sudah ngantuk ya, ini minum dulu susu nya" Ucap Andre sambil menidurkan Fio di dalam gendongan nya


" Sama Daddy nya saja langsung diam!" Seru Rian


" Dia sudah tau mana Daddy nya dan mana yang bukan" Ucap Raissa


Dan tidak lama kemudian disusul dengan tangisan Lio untung saja Clara sudah berada di bawah, ia sedang membuat susu untuk Lio.


" Bentar ya, Mommy lagi buat susu dulu" Ucap Raissa yang sedang menggendong Lio


Rey yang melihat Mommy nya menggendong Lio langsung menghampiri dengan cara merangkak.


" Eemmm" Ucap Rey menarik tangan Raissa


" Kenapa Rey Mommy lagi gendongan dulu Lio" Ucap Raissa


" Emmm...."


Rian yang melihat sang anak akan menangis segera membawa nya dan benar saja Rey langsung menangis.


Rey terus saja menangis karena ingin bersama Mommy nya.


" Waahh, ramai sekali ini" Ucap Bunda Dinda yang tiba-tiba muncul


" Ramai karena mereka nangis" Ucap Iqbal yang sedari tadi memperhatikan


" Rey kenapa nangis?" tanya Bunda Dinda


" Mommy nya gendong Lio, sama Rey gak boleh" jawab Rian


" Rey cemburu Mommy nya sama Lio, sama Oma saja yu"


Clara yang baru datang langsung menghampiri Lio.


" Cup... cup sayang maafin Mommy ya tadi bikin dulu susu" Ucap Rara mengambil alih gendongan dan memberikan susu kepada Lio


" Nih Mommy" Rian memberikan Rey kepada istrinya


" Kesian banget sih anak Mommy sampai cegukan gini" Ucap Raissa


" Raissa duluan ke kamar ya, mau kasih Rey susu dulu" lanjut nya


" Bang mau kemana?" tanya Iqbal yang melihat Abang nya berdiri juga


" Mau ke kamar lah" jawab Rian


" Ohya Andre Rara, Bunda ada saran bagaimana jika kalian pekerjakan baby sitter? Rara juga sedang hamil tidak mungkin mengurus semua anak-anak nya, nanti pasti kelelahan." Ucap Bunda


" Andre juga sudah berfikir untuk mempekerjakan baby sitter tapi hanya untuk pagi sampai sore saja kalau untuk malam biar Andre dan Rara saja yang mengurus nya" Ucap Andre


" Mau bunda bantu buat cari baby sitter nya atau mau yang ada di rumah ini?"


" Kalau ada yang di sini saja Bun tapi yang umur nya sudah tidak muda, karena takut nya ada yang cemburu" jawab Andre sambil cengengesan


Plak...


Clara memukul lengan suami nya, bisa-bisa nya bilang seperti itu tapi memang benar juga sih.


" Hahaha iya nanti biar Bi Ningsih saja yang ikut dengan kalian karena Bi Ningsih juga sudah lama tinggal di sini jadi aman"


" Terimakasih Bun, maaf merepotkan" Ucap Andre


" Tidak masalah kok selagi Bunda dan Ayah bisa bantu kita akan membantu nya" Ucap ayah Adit yang datang dari arah belakang


" Andre ajak Rara untuk istirahat takut nya kelelahan, sedari tadi masih di sini" lanjut Ayah


" Iya Yah, Andre sama Rara pamit mau istirahat dulu"


Mereka melangkahkan kaki nya menuju kamar anak-anak karena akan meletakkan si kembar terlebih dahulu.