
Sehabis menidurkan Aziel, Andre kembali ke kamar nya di lihat sang istri sudah tertidur. Ia menghampiri lalu mencium seluruh wajah Clara dan langsung menyusul ke alam mimpi.
Hari minggu ini Andre dan Clara akan menghabiskan waktu nya hanya untuk di rumah, karena besok sudah kembali beraktivitas seperti biasa untuk ke rumah sakit. Clara yang sedang membantu Bunda Wulan di dapur untuk membuat makan siang, tiba-tiba saja tangan kekar memeluk nya dari belakang dan membuat Clara terjingkat kaget.
" Mas" Ucap Rara
" Hemm..." Andre menenggelamkan wajah nya di ceruk leher sang istri
" Mas lepas dulu, ada Bunda malu di liatin"
" Enggak mau" jawab Andre
Bunda Wulan yang melihat tersenyum, baru pertama kali melihat anak nya yang manja begitu.
" Biar sama Bunda saja nak yang lanjutin, kalau Andre nempel kaya gitu nanti susah lagi" Ucap Bunda
" Tanggung Bun biar Rara saja, lepas Mas mending main sama anak-anak!" Seru Rara
" Kalau main sama kamu hayo" jawab Andre
Plak...
Clara memukul tangan Andre yang masih melingkar di pinggang nya, karena Clara tau ucapan main yang keluar dari mulut suami nya.
" Aduhh... kok di pukul" Ucap Andre
" Kamu sih kalau ngomong gak benar"
Setelah beberapa menit Andre menemplok seperti cicak, akhirnya Clara selesai berperang dengan alat dapur dan makanan sudah di sajikan di atas meja.
Mereka menikmati makan dengan tenang hanya denting sendok dan garpuh yang terdengar selesai dengan makan Clara membantu Bunda Wulan membersihkan piring-piring kotor.
Dirasa sudah selesai semua, Clara melangkah kan kaki nya menuju keluarga kecil tapi saat di tengah-tengah terdengar bunyi bel rumah yang berbunyi ia segera membuka pintu.
" Assalamu’alaikum" Ucap dua orang itu
" Waalaikumsalam Yoga, Rai" Ucap Rara
" Andre nya ada?" tanya Yoga
" Ada, masuk dulu" Ucap Rara
Mereka masuk ke dalam dan langsung duduk di ruangan tamu.
" Sebentar Rara panggilin dulu" Ucap Rara dan di balas dengan anggukan
Clara segera keruangan keluarga untuk memberitahu suami nya jika ada Yoga dan Rai.
" Mas, di ruang tamu ada Yoga sama Rai" Ucap Rara
" Hah... mau apa mereka ke sini?" bingung Andre
" Gak tau, masa Rara tanya-tanya gih sana temuin dulu"
Andre beranjak dari tempat duduk nya dan membawa Fio yang sedari tadi sedang di gendong.
" Tumben ke sini ada apa?" tanya Andre sambil duduk
" Kita main lah ngobrol-ngobrol sambil ngupi-ngupi di rumah saja gak usah ke mana-mana" jawab Yoga
" Waahh... itu Fio Ndre sudah besar juga ya, sudah lama gak ketemu, Lio nya mana" Ucap Rai
" Boleh lah kita juga belum ketemu Tante sama Om" jawab Rai
...---------------------------------------------------...
Yoga dan Rai bersalaman dengan Bunda Wulan kecuali Ayah Bima sedang berada di ruang kerja bersama Haris, karena ada masalah sedikit di kantor dan harus di kerjakan hari ini juga.
Mata Yoga tertuju pada anak kecil yang sedang menggambar di meja
Siapa anak kecil itu Ucap batin Yoga
" tan, anak kecil itu siapa?" tanya Yoga yang sedang di sebelah Bunda Wulan
" Anak Andre sama Rara" jawab bunda
" HAH" teriak Yoga
Mata semua orang tertuju pada Yoga. Ia yang merasa di tatap menggarukan tengkuk kepala nya yang tidak gatal lalu berjalan menghampiri Andre.
" Ndre anak ini beneran anak kamu sama Clara?" tanya Yoga
" Iya benar" jawab Andre
Rai yang baru mendengar sangat kaget
" Setau aku kalian nikah baru, terus masa sudah ada anak sebesar ini" Ucap Rai
" Kita bawa dari paris Orang Tua nya gak mau membawa anak nya!" Seru Andre
" Masa ada Orang Tua yang gak mau bawa anak nya" pekik Yoga
" Ada, bukti nya Orang Tua Aziel. Ibu nya malah memilih suami nya sedangkan anak nya malah di titipkan sama istriku"
" Ya ampun, pasti terpukul banget anak ini, siapa tadi Aziel ya" Ucap Rai
Rai turun dari sofa dan mensejajarkan dengan Aziel.
" Hai Aziel, kenalkan ini Uncle Rai" Ucap Rai
" Kalau aku Uncle Yoga" Ucap Yoga tiba-tiba
Aziel melihat ke arah kanan dan kiri nya yang memang ada Rai dan Yoga.
" Uncle Rai sama Uncle Yoga teman Daddy nak, mereka ingin mengajak Aziel kenalan dan bermain" Ucap Rara meyakinkan
" Hai Uncle, mau main sama Aziel" Ucap Aziel
" Boleh mau main apa" Ucap Yoga
" Uncle gambarin apa saja di kertas ini nanti Aziel yang mewarnai"
" Hah, tapi Uncle gak bisa gambar. Uncle Rai saja ya" tawar Yoga
" No, Uncle Yoga saja"
" Hahaha... semangat Yog" Ucap Rai sambil tertawa
Huft
Sebenar nya Yoga bisa menggambar tapi sedang tidak mood, tapi tidak apa-apa demi menyenangkan hati keponakan nya.