Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 46



Sambil menunggu jam makan malam, Andre membantu Clara memasukkan pakaian nya kedalam koper.


" Jangan di bawa semua baju nya, sisain beberapa nanti kita bakal nginep juga di sini." Ucap Andre sambil memasukkan baju kedalam koper


" Iya, engga semua kok" jawab Rara


Selesai packing, mereka turun kebawah untuk makan malam tanpa membawa Lio dan Fio karena mereka sedang tidur.


" Sudah selesai packing nya?" tanya Bunda Dinda


" Sudah Bun" jawab Rara


" Cucu Ayah yang dua mana kok gak di bawa?" tanya ayah Adit


" Lagi tidur Yah, kaya nya kecapean" jawab Andre


" Kita makan dulu ya, ngobrol nya dilanjut nanti" Ucap Bunda


Clara mengambilkan nasi untuk suami nya terlebih dahulu setelah itu untuk diri nya sendiri. Mereka semua makan dengan tenang hanya denting sendok dan garpuh yang terdengar.


Selesai dengan makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga kecuali Clara dan Andre. Mereka kembali ke kamar nya karena akan mengambil koper dan anak-anak nya yang sedang tertidur.


" Anak Mommy sudah bangun ternyata, pinter engga rewel ya" Ucap Rara yang melihat Fio dan Lio sudah bangun


" Bentar ya kita tunggu Daddy dulu lagi di kamar mandi" lanjut Rara


Ceklek....


" Sudah siap?" tanya Andre yang keluar dari kamar mandi


" Sudah tinggal berangkat"


" Sudah pada bangun ya, kita mau pergi lagi ke rumah Oma Wulan sama Opa Bima. Nanti kita ke sini lagi Ok" Ucap Andre mengajak ngobrol kedua anak nya dan di balas dengan ketawa


Clara mengambil Lio yang sedang terlentang di kasur lalu menggendong nya, sedangkan Andre menggendong Fio. Mereka tidak memakai stroller bayi, karena jika di letakan disitu selalu nangis.


Mereka keluar bersama-sama dari kamar menuju ruang keluarga. Haris yang melihat sahabat nya membawa koper segera membantu.


" Sini Ndre koper nya biar aku simpen ke dalam mobil dulu" Ucap Haris


" Gak apa-apa nih, nanti ngerepotin" jawab Andre


" Kaya sama siapa saja kamu Ndre, sudah sini biar sama aku" Haris mengambil alih koper yang ditangan Andre lalu melangkah ke arah luar.


" Yah, Bun... Andre pamit pulang dulu takut nya kemaleman kasihan anak-anak kalau di bawa pulang malam" pamit Andre


" Mau pulang sekarang saja nih, gak akan nginep?" tanya bunda


" Engga Bun, gak bawa baju lebih anak-anak nya. Insyaallah nanti sering-sering main ke sini" jawab Andre


" Yasudah kalian hati-hati di jalan ya" Ucap Bunda sambil mencium kedua cucu nya


" Yasudah kita antar kedepan ya" lanjut Bunda


Di depan mobil sudah ada Haris yang sedang menunggu Andre dan Clara.


" Haris bawa mobil nya pelan-pelan saja ya sudah malam, jangan ngebut yang penting selamat" Ucap Bunda menasihati


" Siap... Tan, Haris gak akan ngebut" jawab Haris


" Cucu Opa sering-sering main ke sini ya, Opa masih kangen" Ucap ayah Adit


" Iya Opa nanti kita berdua sering main ke sini" jawab Rara


" Bye... bye semua nya Assalamu’alaikum" Ucap Rara dan Andre bersamaan


" Waalaikumsalam"


Andre dan Rara memasuki mobil dan meninggalkan rumah ayah Adit dan bunda dinda


... ---------------------------------------------------...


Di perjalanan Lio dan Fio selalu tertawa, karena ulah Daddy nya yang meng gelitiki perut mereka sampai akhirnya mereka lelah dan menangis. Haris yang melihat dari kaca spion dalam tersenyum dan membuka suara nya.


" Jarang-jarang aku liat kamu Ndre, bahagia seperti itu" Ucap Haris


" Jelas dong sekarang kan harus bahagia selalu, karena sudah ada penyemangat juga" jawab Andre


" Memang sebelum nya gak ada penyemangat?" tanya Haris


" Kalau kemarin penyemangat hanya ada anak-anak saja, tapi sekarang aku sudah punya istri yang sangat cantik ini. Dan aku merasakan kebahagiaan yang luar biasa." Ucap Andre sambil melihat sang istri


" Nah maka dari itu kamu cepatlah menikah agar merasakan kebahagian yang aku rasakan." lanjut nya