Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 81



Selesai dengan bersiap-siap Andre, Clara dan Aziel menuju tempat lokasi yang sudah di berikan oleh Bunda Dinda. Di perjalanan Aziel bercerita tentang kegiatan nya hari ini dan itu sudah menjadi rutinitas setiap hari.


" Mommy tadi di sekolah Aziel di suruh bu guru mengerjakan soal di papan tulis" Ucap Aziel


" Bisa tidak?" tanya Rara


" Bisa Mom, soal yang di kasih nya mudah jadi Aziel bisa"


" Pintar anak Daddy, terus apa lagi" Ucap Andre


" Apa ya Dad, Ohya tadi kan Aziel nunggu mang Dadang jemput terus ada yang temenin Aziel nama nya Uncle Bram Daddy nya Azura"


" Azura satu kelas sama Aziel?" tanya Rara


" Iya Mom"


" Sudah bilang terima kasih sama Uncle nya?"


" Sudah, Mommy kan selalu bilang jangan lupa untuk berterima kasih" jawab Aziel


" Aziel harus tetap berjaga-jaga sama orang yang baru di kenal ya, takut nya membahayakan Aziel" Ucap Andre


" Iya Dad"


Bram, Daddy nya Azura Ucap Andre di dalam hati


Setelah menghabiskan waktu satu jam menuju tempat lokasi akhirnya mereka sampai, dan Clara yang melihat restoran itu terlihat sepi tidak banyak pengunjung.


" Kok sepi ya Mas, gak banyak pengunjung" tanya Rara


" Tidak tahu Mas juga, yasudah kita masuk yu" Ajak Andre


Mereka masuk ke dalam restoran sambil memegang tangan Aziel. Saat mereka masuk ke dalam, langsung di arahkan oleh resepsionis untuk menuju meja yang sudah di reservasi.


" Loh kosong" Ucap Andre


" Oma nya mana?" bingung Aziel


" Gak tau Ziel, bentar Mommy telfon dulu" jawab Rara


Saat Clara akan menelfon tiba-tiba semua orang muncul


" Surprise" Ucap semua orang dengan serempak


" Kok bisa semua nya ada di sini?" tanya Rara


" Iya dong ini rencana Bunda kamu sama Raissa" jawab Bunda Wulan


" Duduk dong jangan berdiri terus" celetuk Ayah Bima


Semua orang duduk di kursi nya masing-masing, Clara dan Andre belum menyadari ada sahabat nya di sini.


" Tumben kita kumpul kaya gini, biasa nya weekend bisa kumpul" Ucap Ayah Adit


" Memang ada apa bikin kejutan Ndre?" tanya Ayah Adit


" Rara hamil Yah, kita akan mendapatkan cucu baru lagi" Ucap Bunda Dinda


" Rara hamil, kok Ayah gak di kasih tau?"


" Iya Yah maaf, tadi nya kita mau bikin kejutan tapi gagal gara-gara Mas Andre" jawab Rara


" Tapi kok Bunda sudah tau?" tanya Ayah Adit


" Tadi pagi Wulan datang ke rumah, jadi yang belum tahu Ayah, Rian dan Iqbal" jawab Bunda Dinda


" Benar-benar kamu ya, gak kasih tau Abang! Sudah lupa sama abang" Seru Rian sambil menghampiri Rara


" Maaf Bang, Ra..." Ucap Rara terpotong saat Abang nya memeluk tubuh sang adik


" Selamat Ra, Abang senang dengar kamu hamil" Ucap Rian sambil melepaskan pelukan nya


" Abang gak marah sama Rara?" tanya Rara


" Kenapa marah, Abang cuman becanda tadi. Jangan di bawa serius ok" jawab Rian lalu Clara kembali memeluk sang Abang.


" Kok peluk-peluk sih" celetuk Aziel


" Sudah lepas Bang, Aziel cemburu lihat nya" Ucap Iqbal


" Aziel yang cemburu ya bukan Andre" jawab Rian sambil tertawa


" Selamat anak Ayah, sudah ngidam apa saja nih?" tanya Ayah Adit


" Bukan Rara yah tapi Mas Andre yang mengidam nya" jawab Rara


" Andre, kok bisa"


" Bisa yah, karena kita punya ikatan" Ucap Andre


" Ikatan cinta" celetuk Yoga


" Lah, Yog kok ada kamu di sini" Ucap Andre yang baru menyadari


Andre dan Clara melihat ke sekeliling nya dan ternyata memang ada sahabat-sahabat nya.


" Kalian kenapa bisa ada di sini?" tanya Rara


" Mereka Bunda yang udang Ra" jawab Bunda Wulan


" Makasih Bun, sudah mengundang mereka semua" Ucap Rara


" Sama-sama, sekarang kita makan dulu ya sudah tersaji semua nya"