
Cukup lama mereka mengobrol hingga suara adzan magrib berkumandang. Selepas shalat Bunda Wulan mengajak untuk makan malam bersama. Semua nya makan dengan tenang hanya denting sendok dan garpuh yang terdengar.
Selesai dengan makan malam mereka berkumpul di ruangan keluarga kecuali Aziel, karena dia sedang belajar yang di temani oleh Calista.
" Kalian gak ada yang mau nyusul Andre nikah?" tanya Ayah Bima
" Iya tuh Rai pasangan sudah ada bukan nya ajak nikah!" Seru Haris
" Nantilah tunggu Yoga dulu, kalau aku tenang saja tiba-tiba undangan mendarat di tangan kalian" Ucap Rai
" Tunggu aku? Siap malam ini aku sebar undangan nya" Ucap Yoga
" Di alam mimpi" lanjut Yoga
" Tidak menerima undangan di alam mimpi dan mimpiku sudah di penuhi dengan my wife" Ucap Andre
" Gombal terus... lihat tuh muka Rara sudah bosan dengan gombalan suami nya" Ucap Rai
" Itu muka bahagia bukan muka bosan" Ucap Andre
" Memang benar bahagia?" tanya Yoga
Andre mendekat ke arah sang istri.
" Sayang kamu bahagiakan?" tanya Andre
" Menurut kamu?" balik tanya Rara
" Menurut aku kamu selalu bahagia berada di sisi aku, kalau kamu tidak bahagia tidak mungkin istriku ini bertahan sampai sekarang dan mau mengandung anak dari Andre Putra Nugroho" jawab Andre
Rara tersenyum " Itu kamu tau jawaban nya"
" Diabetes gak ada obat" Ucap Salsa
" Terus Haris kapan?" Ucap Bunda Wulan
" Sudah ada Bun, pilihan Ayah" jawab ayah Bima
Haris melototkan mata nya karena kaget
" Haris gak mau Om"
" Gak usah nolak ris, pilihan Ayah pasti cocok" Ucap Andre
" Gak cocok, aku sudah tau siapa. Pokok nya Haris gak mau!" Seru Haris yang mengingat kejadian saat diri nya dikenalkan dengan seorang perempuan.
" Bukan yang waktu itu ris, yang ini pasti cocok" Ucap ayah
Haris menepuk kening nya " Ada lagi"
Satu jam telah berlalu mereka semua berpamitan akan pulang karena hari sudah malam.
" Kalian bawa kendaraan kan?" tanya Rara
" Finna yang bawa, kita nebeng" jawab Gita
" Salsa biar sama aku saja" Ucap Rai
" Mereka kasihan dong cuman berdua" Ucap Salsa
" Gita bareng sama Yoga saja, kalian searahkan kalau sama Finna nanti muter balik lagi" Ucap Rara
Pendekatan di mulai besok bukan sekarang Ra.... Ucap Yoga di dalam hati
" Kasihan Finna sendiri!" Seru Gita
" Nanti Finna sama Fauzan" Ucap Andre
" Hah... memang ada Fauzan perasaan gak ada deh?" tanya Finna
" Ngapain marah, kita saja gak pacaran!" Seru Finna
" Gak pacaran kok bisa makan berdua di restoran jarak nya deket lagi" Ucap Rara
Clara sempat melihat Finna dan Fauzan makan bersama di restoran dengan jarak yang cukup dekat. Pada saat itu Clara tidak menyapa tapi hanya melihat saja dari kejauhan bersama Andre.
" Waahh... ada yang di sembunyiin nih, gak mau cerita" Ucap Salsa
" Ak--" Ucap Finna terpotong
" Assalamu’alaikum " Ucap Fauzan
" Waalaikumsalam "
" Dokter Fauzan pajak nya ya jangan lupa" Ucap Yoga
" Pajak apa? Baru datang sudah ada pajak!" tanya Fauzan
" Pajak jadian" jawab Andre
" Jadian sama siapa?"
" Kalau gak ngaku buat aku aja deh pacar nya" Ucap Haris
" Awas loh ya kalau nikung"
" Hahaha... gak mau ngaku tapi kebakaran jenggot" Ucap Yoga sambil tertawa
" Sudah ah aku duluan, ayo say--" Ucap Fauzan terhenti karna keceplosan
" Iya sayang" ledek Yoga
" Sudahlah Zan ujung-ujung nya juga keceplosan" Ucap Andre
" Finna sudah ada Fauzan kalau gitu kita pamit" Ucap Salsa
" Duluan, Assalamu’alaikum" Ucap Rai dan Salsa
" Jangan lupa gas Yog" lanjut Rai sambil melangkah
" Gas?" Yoga yang tidak paham fikiran nya bertanya-tanya
" Nanti kalau pulang mobil nya jangan lupa di gas, gitu maksud Rai" Ucap Andre
" Ya iya pasti di gas, kalau gak di injek gak akan jalan" pekik Yoga
" Iya kaya hubungan kalau gak di gas gak akan jalan! Kita pamit titip motor Ndre nanti aku bawa" Ucap Fauzan sambil memegang tangan Finna
" Kita duluan" Ucap Finna
" Hati-hati" Ucap Rara dan Gita
" Kalian gak akan pulang?" tanya Andre
" Haris saja masih di sini" jawab Yoga
" Aku memang tidur di sini, karena nanti subuh berangkat ke luar kota ada proyek bersama Om Bima!" Seru Haris
" Aishh... rajin sekali subuh sudah berangkat, yasudah aku pulang dulu ehh... maksud nya kita" Ucap Yoga
" Tenang jangan gugup" Ucap Rara kepada Yoga
" Bye Ra, pulang dulu" Ucap Gita
" Hati-hati, kalau ada apa-apa telfon"
Gita menganggukan kepala sambil tersenyum dan melambaikan tangan.