Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 97



Di sepanjang jalan hanya ada keheningan, tidak ada obrolan diantara Gita dengan Yoga. Mereka sama-sama bergelut dengan fikiran nya masing-masing.


Kenapa sih gak ngobrol batin Gita


Apa aku sekalian saja ya, meminta izin kepada kedua orang tua nya Gita untuk menjalin hubungan yang serius dengan anak nya. Ok... sekarang saja, lebih cepat lebih baik batin Yoga sambil menganggukan kepala


Sekilas Gita melihat Yoga yang di sebelah nya tiba-tiba menganggukan kepala, membuat dia merasa heran.


" Ehem..." dehem Gita memecahkan ke sunyian


Spontan Yoga melihat ke arah Gita


" Kenapa?" tanya Yoga


" Engga kenapa-napa, maaf ya ngerepotin" Ucap Gita


" Santai saja, ohya di rumah ada Orang Tua kamu?"


" Ada, memang kenapa?"


" Sebelum aku pulang, alangkah baik nya berpamitan dulu. Karena gak enak dong main pergi saja"


Gita hanya ber oh ria saja tanpa curiga sama sekali.


Akhirnya mereka telah sampai, kedua nya turun bersamaan dan akan menuju pintu utama.


" Assalamu’alaikum" Ucap Gita dan Yoga sambil masuk ke dalam


" Waalaikumsalam" Ucap Papa Gita menghampiri dan mereka langsung mencium punggung tangan nya


" Mama mana Pah?" tanya Gita


" Ada di dalam" jawab Papa Gita


" Aku tinggal ke dalam dulu ya" Ucap Gita dan di balas dengan anggukan


" Silahkan duduk" Ucap Papa Gita


" Iya Om" jawab Yoga


Setelah Gita benar-benar tidak terlihat, ini kesempatan Yoga untuk berbicara dengan Ayah nya Gita.


" Maaf Om malam-malam mengganggu" Ucap Yoga


Yoga tersenyum " Teman Om belum jadi pacar, ohya sebelum nya perkenalkan nama saya Yoga"


Tiba-tiba Mama Gita menghampiri sambil membawa nampan yang berisi minuman beserta teman-teman nya. Karena tadi Gita memberitahu bahwa ada teman nya yang berkunjung.


" Ini silahkan di minum dulu, Maaf ya di tinggal sama Gita kata nya mau ke kamar dulu" Ucap Mama Gita


" Terima kasih tan" jawab Yoga


Bismillah Ucap Yoga di dalam hati


" Emm... begini Om Tante kedatangan saya kesini selain mengantarkan Gita pulang, saya memiliki niat baik yaitu ingin menjalin hubungan dengan Gita lebih dekat lagi melebihi pacar. Dan InsyaAllah jika Om dan Tante merestui hubungan kami, saya akan segera menikahkan anak Om dan Tante" Ucap Yoga dengan tenang


Tidak ada angin, tidak ada hujan Papa Gita beserta Mama nya sangat kaget karena tiba-tiba ada yang mengutarakan niat baik nya. Satu sisi mereka sangat kaget tapi satu sisi mereka sangat senang karena anak nya sudah menemukan calon pendamping hidup.


Papa dan Mama Gita saling pandang dan tersenyum.


" Jika niat baik sudah ada InsyaAllah Om merestui hubungan kalian" Ucap Papa Gita


" Jawaban Tante sama seperti Papa nya Gita, kami merestui hubungan kalian berdua" Ucap Mama Gita


Yoga yang mendapatkan lampu hijau seketika merasakan beban nya berkurang sedikit, karena sedari tadi dia sangat takut jika kedua Orang Tua Gita tidak memberikan restu.


" Alhamdulillah, terima kasih banyak Om Tante sudah memberikan saya restu. Saya sudah berfikir tidak akan mendapatkan restu dari Om dan Tante karena menurut saya sebuah restu itu sangat penting di dalam sebuah hubungan."


" Sama-sama, apa Gita sudah mengetahui?" tanya Mama Gita


" Belum tan, rencana saya akan memberitahu nya di hari ulang tahun Gita" jawab Yoga


" Semoga Gita, menerima Yoga untuk menjadi pendamping nya" Ucap Papa Gita


" Yoga bekerja di mana?" lanjut nya


" Kebetulan saya dan Gita satu profesi hanya saja saya sebagai dokter kandungan" jawab Yoga


" Pasti setiap hari bertemu dong, pasti Gita akan langsung menerima"


" Aamiin semoga Om"


" Maaf Yog nunggu lama" Ucap Gita yang baru saja datang