Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 102



Haneul yang memang sedari tadi bersama Jihan sama sekali tidak berkutip dia hanya memperhatikan percakapan antara sang istri dengan Bram.


Kenapa saat Bram tahu anak nya tidak lagi bersama Jihan. Dia sama sekali tidak melakukan kekerasan apapun, tapi mengapa Jihan bilang kalau mantan suami nya selalu melakukan kekerasan maka dari itu dia meminta bercerai. Seperti nya ada yang mengganjal batin Haneul


" Hiks... maaf" Ucap Jihan sambil menangis


" Sekarang katakan dimana Aziel!?" tanya Bram


" A--Aziel hiks... tinggal bersama temanku Clara dan sekarang dia sedang bekerja di Rumah Sakit A"


" Kalau begitu saya permisi Pak Haneul, maaf sudah membuat anda tidak nyaman." Ucap Bram sambil berdiri. Baru saja Bram melangkah, ia sudah berhenti


" Sekali lagi maaf hiks.... jika teman saya tidak percaya. Mas Bram kasih foto ini saja" Ucap Jihan sambil memberikan foto Aziel yang dia punya. Bram yang tidak mau berlama-lama langsung mengambil nya dan memasukan nya kedalam jas kesayangan.


" Minta maaflah kepada Aziel, karena dia yang sangat terluka akibat ibu nya tidak mau mengurus darah dagi nya sendiri. Sekali lagi saya permisi" pamit Bram


Bram keluar dari perusahaan Haneul dengan penuh emosi, seketika rasa lapar yang sedari tadi dia tahan sudah menghilang terbawa dengan gejolak omosi nya.


Ia meminta sang sekretaris langsung menuju Rumah Sakit A untuk bertemu dengan Clara yang sudah merawat Aziel.


Aziel maafin Daddy tidak bisa merawat dan membesarkan kamu, Daddy tahu pasti Aziel ingin sperti teman-teman nya yang mempunyai keluarga yang utuh. Maafin Daddy sayang, Daddy tidak bisa menjaga apa yang kamu inginkan. Apa kamu akan membenci Daddy jika kita bertemu? Apa kamu mau bersama Daddy? Maafin Daddy Ziel. Ucap Bram di dalam hati


Karena jalanan macet, Bram teringat saat di perusahaan Y Jihan memberikan foto Aziel. Ia langsung mengambil nya di balik jas. Saat melihat foto itu, seketika Bram langsung terdiam.


Jadi Aziel... selama ini batin Bram


" Mue ternyata benar dugaan saya, Aziel teman nya Azura yaitu anak saya yang selama ini selalu di cari" Ucap Bram dengan senang nya


" Serius Tuan, jadi yang kita cari selama ini berada di dekat kita. Kalau begitu kita ke sekolahan non Azura saja, untuk bertemu langsung dengan Aziel" Ucap Samuel sekretaris Bram


" Iya lebih baik kita ke sekolahan Azura, kebetulan sekarang jam pulang sekolah"


Setelah bermacetan di jalan, akhirnya Bram dan sekretaris nya sudah berada di sekolah. Tapi sayang nya mereka telat untuk bertemu dengan Aziel.


" Kita telat Mu--" Ucap Bram terpotong


" Daddy" teriak anak kecil yang dari arah belakang


Merasa ada yang memanggil nya, Bram langsung berbalik dan ternyata Azura bersama sang istri.


" Apa Aziel sudah pulang?" tanya Bram yang tidak menjawab pertanyaan sang anak


" Sudah, tadi di jemput" jawab Azura


" Memang kenapa Mas?" tanya Aneta


" Sayang... dia yang aku cari selama ini" Ucap Bram sambil memberikan foto Aziel


Sontak Aneta pun kaget yang melihat foto yang di berikan sang suami.


" Yang benar Mas... akhirnya bisa menemukan Aziel, usaha Mas selama ini membuahkan hasil dan Aziel berada di dekat kita." senang Aneta


" Usaha kita sayang, berkat kamu juga aku bisa menemukan Aziel"


" Jadi sekarang bagaimana Mas? Aziel juga sudah pulang"


" Emm... Azura, kamu tahu alamat rumah Aziel?" tanya Bram


Azura menggelengkan kepala nya pertanda tidak tahu.


" Memang Daddy mau apa cari Aziel?" tanya Azura


" Ada deh... kamu gak boleh kepo dulu" Ucap Bram sambil mencolek hidung Azura


Bram yang melihat sang anak Mengerucutkan bibir nya merasa gemas.


" Hahaha.... nanti ya sayang, Daddy kasih tahu"


" Mue... tolong masuk ke dalam dan tanyakan alamat rumah Aziel pasti pihak sekolah tahu" lanjut Bram


" Baik tuan, kalau begitu saya permisi. Mari Nyonya, Non Azura " pamit Samuel


" Mas belum makan siangkan? Bagaimana kalau kita makan dulu di restoran dekat sini. Habis itu Mas kembali lagi bekerja" tawar Aneta


" Boleh deh Mas juga lapar" Ucap Bram