Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
Ekstra Part#3 end Menikah



Hari minggu ini adalah hari bahagia Aziel, dimana diri nya telah berubah status menjadi suami dari Carissa. Mereka akan melaksanakan acara resepsi malam nanti dan sekarang kedua nya akan berkumpul, bersama keluarga besar.


"Mulai sekarang kamu sudah menjadi kepala rumah tangga, pesan Daddy bertanggung jawablah dengan kewajiban kamu sebagai seorang suami dan mungkin akan banyak sekali rintangan yang kalian harus lalui. Daddy Mommy serta yang lain nya berharap, jika suatu saat nanti kalian mendapatkan masalah Aziel dan Carissa harus menyelesaikan dengan secara baik-baik." tutur Bram


"Baik Dad terima kasih, Aziel banyak belajar dari Daddy dan orang-orang di sekitar Aziel."


"Carissa jangan sungkan ya, jika memiliki masalah boleh banget cerita dengan Mommy atau Mommy Rara." Ucap Aneta


"Iya, Mom." jawab Carissa sambil tersenyum


"Selamat untuk kalian berdua, Mommy sangat suka dengan istri pilihan kamu" Ucap Clara


"Thanks Mom, mendapatkan berlian seperti Carissa benar-benar sulit." jawab Aziel sambil tersenyum kearah sang istri


"Jelaslah jika Aziel ingin mendapatkan berlian tapi tidak dengan usaha, semua itu tidak akan bisa!" jawab Clara


"Berasa tua, memiliki anak yang sudah menikah. Benar tidak Ndre" Ucap Bram sambil menyikut tangan Andre


"Engga tuh, aku masih muda. Kamu saja mungkin yang sudah tua!" Seru Andre


"Tidak apa-apa Pak Bram, umur boleh tua tapi jiwa tetap muda." timpal Ayah Bima


"Haha... benar, aku setuju dengan Om." Ucap Haneul


"Ohya ... Fariza sudah berapa bulan?" tanya Ayah Bima


"Sudah delapan, Om."


Yap ... satu setengah tahun yang lalu, Haneul dengan Fariza melangsungkan pernikahan. Banyak sekali rintangan yang mereka lalui, tentu nya dengan kehadiran Jihan yang tiba-tiba menghampiri kedua pasangan itu.


Membuat Fariza sangat ragu untuk memberikan hak nya kepada sang suami. Tapi setelah berbagai pembuktian Haneul kepada sang istri, akhirnya Fariza luluh dan sekarang Fariza tengah berbadan dua.


"Jaga baik-baik kandungan kamu ya Far, satu bulan lagi dia akan terlahir!" Ucap Bunda Wulan


"Iya Tante, Fariza dan Mas Haneul akan menjaga nya." jawab Fariza


"Semua nya, Aziel dan Rissa pamit mau kumpul dengan Lio dan yang lain" pamit Aziel


...πŸƒ πŸƒ πŸƒ...


Kedua pasangan suami istri ini, mendekat kearah para keponakan yang sedang berkumpul bersama sahabat-sahabat nya. Lio yang melihat langsung memberikan ucapan kepada sang Abang.


"Selamat Bang." Ucap Lio lalu di ikuti oleh yang lain untuk memberikan selamat serta pelukan ala laki-laki sedangkan para wanita berpelukan dengan Carissa.


"Thanks, semoga kalian semua segera menyusul!" Ucap Aziel


"Tapi aku gak mungkin melangkahi Bang Lio dan Kak Fio, jadi alangkah baik nya aku belakangan!" tambah Kenzie


"Nah Lio, Kenzie sudah menunggu untuk segera." Ucap Aziel


Lio memutar bola mata nya malas, memang nya mencari perempuan mudah! Untuk membuka hati saja ragu. Kira-kira seperti itulah batin Lio


"Gimana?" tanya Aziel yang tidak mendapatkan respon dari Lio


"Apa!?" tanya balik Lio


"Nikah, cari perempuan." jawab Aziel


"Memang nya mencari wanita itu seperti mencari mobil apa, lalu membeli nya!" Seru Lio


"Via dulu saja." celetuk Kevia


"Gak!" pekik Lio dan Kenzie bersamaan


"Issh... biasa saja dong, lagian Via cuman becanda."


"Gak lucu becanda nya!" Seru Lio dan Kenzie bersamaan lagi


"Hahaha .... Abang-abang nya ini kenapa sih, kasihan adik nya tertekan gitu" Ucap Raihan yang melihat wajah Kevia sambil tertawa


"Tertekan banget Bang Ehan (Raihan)" Ucap Kevia


Meskipun Bang Zie selalu diam tapi protektif juga ya batin Zeline


"Rasa nya ingin ganti Abang!" lanjut Kevia


"Ganti... kamu kira kita barang apa bisa di ganti!" Seru Kenzie


"Kalian gak malu apa! Ribut terus kerjaannya. Ini bukan di rumah, lelah Kakak dengar nya. Kalian bisa tidak sih tenang, damai, akur sehari saja" lerai Fio


"Di kamus Zie tidak ada kata akur dalam Abang dan Adik!" Ucap Kenzie


"Terserah kamu saja, cape Kakak!"


Seperti itulah Kenzie dan Lio terhadap sang adik, mereka akan terus ribut-ribut kecil. Tidak tahu mengapa satu hari tidak ada keributan di antara mereka rasa nya sangat aneh. Tapi dengan hari yang sama pula, mereka akan berbaikan. Tentunya Fio yang menjadi penengah.


...End...


Tunggu di novel selanjut nya, see you later...