Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 49



" Sayang" panggil Andre yang sedang menggendong kedua anak nya dan membaringkan di kasur


" Kenapa gak nungguin aku dulu kalau mau mandiin anak-anak" Ucap Rara


" Engga usah, sama Daddy nya saja. Kan Mommy nya lagi di bawah" Ucap Andre sambil memakai kan minyak telon kepada Lio


Clara dengan cekatan membantu Andre memasangkan baju kepada Fio.


" Mau sarapan dulu atau mandi dulu Mas?" tanya Rara


" Mandi bareng ya"


" Engga, kamu bukan nya mandi malah menyelam"


" Yasudah sarapan dulu saja, soal nya masih cuti juga" Ucap Andre


Clara dan Andre melangkah kan kaki nya menuju meja makan sambil menggendong kedua anak nya. Saat akan menuju meja makan terdengar suara yang sedang mengobrol di ruang keluarga. Mereka membelokan arah nya ke ruangan keluarga dan menemukan Calista yang sedang mengobrol dengan Haris.


" Pagi-pagi sudah di sini saja mau ketemu siapa?" tanya Andre dengan nada mengintrogasi


" Ketemu akulah emang nya mau ketemu Abang" Ucap Calista yang menjahili abang nya


" Tata pacaran sama Haris?" tebak Rara


" Eng--" Ucap Haris terpotong oleh suara Calista


" Iya, kita pacaran" jawab Calista sambil mengedipkan mata. Rara yang paham adik ipar nya sedang menjahili Abang nya hanya geleng-geleng kepala.


Dapat masalahkan batin Haris


" Dari kapan kalian pacaran? Kan sudah Abang bilang jangan pacaran fokus dulu buat kuliah, kalau sudah ada pacar pasti pikiran terbagi-bagi akhirnya putus terus nangis, terus ga--" Andre yang sedang ngomong panjang lebar langsung di potong oleh adik nya


" Abang nyerocos saja, mau banget sih di kibulin sama adik nya" Ucap Calista


" Jadi kamu ngejahilin Abang gitu?" tanya Andre


" Hehehe.... iya, kapan lagi bisa jahilin Abang"


Andre menarik nafas nya dalam-dalam


" Uang jajan yang Abang kasih, Abang potong 50%"


" Bang jangan lah, itukan buat tambahan Tata yang dikasih Ayah" Ucap Calista dengan puppy eyes


" Hayu sayang kita sarapan" Ajak Andre kepada istrinya dan tidak menjawab permohonan sang adik.


" Panik gak? Panik gak? Panik lah masa engga" Ucap Haris meninggalkan Calista


" Issh... pada nyebelin" Gumam Calista menyusul keruang makan.


" Kenapa pagi-pagi sudah di tekuk gitu muka?" tanya Ayah Bima yang melihat wajah anak putri nya


" Abang nya tuh" kesal Calista


Ayah Bima melihat anak sulung nya seperti biasa saja, tidak ada masalah


" Emang kenapa sama Bang Andre, baik-baik saja"


" Engga... gak baik, Abang sudah potong uang jajan Tata"


" Berarti kamu bikin masalah sama Abang" Ucap Ayah sambil terkekeh


" Tata cuman ngejahilin doang Yah"


" Sudah kita makan dulu, marah-marah nya di pending kan butuh tenaga" Ucap Bunda


Mereka makan bersama dengan Haris juga tentu nya. Selesai makan Ayah Bima meninggalkan meja makan, karena akan membahas pekerjaan dengan Haris sedangkan yang lain masih di meja makan. Dengan Calista masih membujuk sang Abang agar tidak memotong uang jajan.


" Bang please jangan ya" Ucap Calista


" Hemm...." Andre hanya menjawab dengan deheman


Andre sebenar nya tidak benar-benar memotong uang jajan adik nya, itu hanya gertakan saja karena masih pagi sudah di buat kesal.


" Mas kasihan Calista" Ucap Rara


" Iya nanti Mas potong jadi 100 %" jawab Andre


Calista yang mendengar melototkan mata nya


" Tapi boong" Ucap Andre sambil meninggalkan meja makan


" Abang" teriak Calista


Clara dan Bunda Wulan yang melihat Kakak beradik ini hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah mereka yang sama sebelas dua belas.


" Ra, gimana buat honeymoon besok sudah di siapkan?" tanya bunda wulan


" Kalau gak usah pergi gimana Bun, Rara gak mau ninggalin Lio sama Fio" jawab Rara


" Kan ada Oma Opa nya, gak apa-apa pergi saja ya biar kalian juga lebih saling mengenal" Ucap Bunda


" Nanti Rara bicarakan lagi sama Mas Andre." Ucap Rara


" Bun... Rara mau menemani Fio berjemur dulu di belakang" lanjut nya dan di balas dengan anggukan kepala oleh Bunda Wulan