
"Jadi gimana terima?" tanya Rian yang penasaran
"Hemm ... kasih Rara waktu sampai besok saja, nanti Rara kasih tau jawaban nya." Ucap Rara
"Tuhkan, tadi kamu bilang bakal kasih tau, selesai Abang cerita" kesal Rian
"Hehehe ... kan sebagai pertimbangan Rara yang terakhir, sebelum menentukan jawaban yang Rara pilih benar atau engga." Rara cengengesan
"Rey kamu jangan kaya Aunty ya, suka ngibulin orang!" Ucap Rian sambil melihat anak nya
"Aku hanya meyakinkan hati bang!" Seru Rara
Sarapan pagi kali ini sangat tenang, hanya suara Rey yang sedang berceloteh. Hingga suara Ayah Adit mengalihkan pandangan Rara.
"Semoga besok jawaban kamu tidak mengecewakan ya Ra!" Ucap ayah penuh harapan
"Insyaallah, semoga jawaban Rara tidak mengecewakan yang ada di dalam rumah ini." jawab Rara
Setelah selesai sarapan, di kediaman Alexi dan Viviana kembali sunyi hanya ada suara Rey yang menggema seisi ruangan, karena yang lain sudah kembali ke aktivitas masing-masing.
...---------------------------------------------------...
Di sepanjang jalan menuju rumah sakit, hati Clara sedang berbunga-bunga mengingat cerita Abang nya bahwa Andre sudah mempunyai rasa dari awal bertemu dan lama kelamaan rasa itu semakin tumbuh.
"Ahh ... ya ampun gimana ini kalau aku ketemu atau berpapasan sama Andre, biasa aja kali ya kaya gak tau apa-apa. Apalagi yang Bang Ian kasih tau tadi, nanti malah menjauh lagi kalau aku tau Andre sudah ada rasa." Gumam Rara saat sudah memasuki parkiran mobil khusus dokter.
Saat Clara keluar dari dalam mobil, seperti biasa sahabat-sahabat nya selalu menyapa
"Selamat pagi Ra, kangen benget sudah lama gak ketemu." sapa Salsa dengan wajah sedih nya
"Iya kurang personil gak asik, kaya makan sayur tanpa garam." lanjut Gita
"Pagi, aku juga kangen sama kalian. Tapi kalian lebay cuman lima hari gak sebulan juga, ngomong-ngomong Finna mana?" tanya Rara yang tidak melihat sahabat satu nya
"RARA... aku kangen!" teriak Finna sambil memeluk Rara, kedua sahabat nya yang melihat ikut masuk kedalam pelukan Rara dan Finna.
Tanpa mereka sadari sepasang mata sedang melihat ke arah Clara, Gita, Salsa dan Finna tapi lebih tapat nya memperhatikan Clara. Ya ... sepasang mata itu adalah Andre dengan senyum nya.
Andre keluar dari dalam mobil untuk mendatangi teletubbies yang sedang berpelukan.
"Ehem ... Ehem." deheman Andre melepaskan pelukan teletubbies itu
"Pagi-pagi sudah pelukan aja, bukan nya masuk." Ucap Andre sambil melihat ke arah Salsa, Finna, Gita dan yang terakhir Rara.
Clara yang merasa di lihat hanya bisa tersenyum.
"Dokter Andre mengganggu saja deh, kita tuh lagi ketemu kangen dok!" Ucap Salsa
"Iya lagian sudah lama gak ketemu." Seru Finna
"Betul, dokter ini kaya gak pernah berpelukan saja. Sirik ya dok." Canda Gita sambil terkekeh
"Kalau bisa, udah saya peluk." Celetuk Andre sambil melangkah meninggalkan teletubis
Tiba-tiba pipi Clara berubah menjadi merah seperti buah strawberry yang sudah matang. Berbeda dengan sahabat Clara yang lain mereka kaget mendengar jawaban dari Dokter kandungan itu.
"Rara tadi dokter Andre, aku ga salah dengarkan," Heboh Salsa
"Apa Dokter Andre suka sama kamu Ra." Ucap Gita
"Kalian ada hubungan apa?" tanya Finna
"Engga ada, hubungan apa sih. Sudah ayo kita masuk." Seru Rara mengajak sahabat-sahabat nya untuk segera masuk