
"Ceraikan dia sekarang!"
⚫
Haneul sangat kaget mendengar ucapan sang Mommy yang secara tiba-tiba.
"Haneul ... Mommy gak mau tahu sekarang juga kamu ceraikan perempuan ini!" Seru Mommy Haneul yang mengulangi perkataannya
"Maksud Mommy apa? Kenapa tiba-tiba meminta aku untuk menceraikan Jihan?" bingung Haneul
Entah mengapa Haneul sangat bingung dengan sang Mommy, yang tiba-tiba meminta untuk mencerikan Jihan. Memang satu sisi ia ingin menceraikan sang istri tapi di sisi lain bukan dia belum siap, tetapi menunggu waktu yang pas dan tentu nya bukti-bukti yang sangat akurat.
"Tadi Mommy lihat perempuan ini di mall sedang bersama laki-laki lain! Apakah itu pantas seorang perempuan dengan laki-laki yang bukan suami nya bermesraan, berduaan!?"
"Dia bermain di belakang kamu, mengkhianati kamu Haneul! Sedangkan kamu di luar sana banting tulang untuk menafkahi dia, tapi orang nya saja jelas-jelas gak ada di rumah. Tidak menunggu kamu pulang!"
Jihan yang mendengar Mommy mertua nya membentak hanya bisa menangis sambil menggelengkan kepala.
"Mommy jadi curiga, apa jangan-jangan bayi yang ada di dalam kandungan kamu itu bukan darah daging nya Haneul!" lanjut Mama Haneul sambil menunjuk-nunjuk
"Ini hiks ... benar anak Mas Haneul Mom," ucap Jihan sambil menangis
"Apa bukti nya jika bayi itu anak Haneul?! Dua hari yang lalu Mommy lihat kamu di sebuah hotel bermesraan dengan laki-laki lain! Kamu kira Mommy gak tahu." pekik Mommy Haneul
Jadi selama ini Mommy batin Haneul
"Aku gak pernah hiks ... ke hotel dengan hiks ... laki-laki lain" Ucap Jihan
"Terus ini apa!" Seru Mommy Haneul sambil menunjukan foto
"Enggak Mom, ini bukan aku hiks ... ini editan!" jawab Jihan lalu mendekat ke arah sang suami, "Mas, kamu percayakan sama aku. Ini anak kamu."
"Cukup!" teriak Haneul
"Kamu ingat ... saat aku menanyakan parfum yang menempel di baju kamu? Itu semua aku melihat nya dengan mata aku sendiri. Kamu pulang malam dan kamu di antarkan oleh laki-laki lain lalu kalian berpelukan!" Ucap Haneul dengan amarah yang menggebu-gebu, "Aku kira kamu itu akan berubah, tidak akan mengulangi nya lagi. Tapi ... ternyata aku salah menilai kamu yang akan berubah dengan secepat itu!"
Haneul berjalan perlahan mendekati sang istri dengan mata tersirat penuh amarah, kebencian dan kekecewaan di dalam dirinya.
"Kamu tahu hati ini yang sudah rapuh dan sulit aku susun lagi. Tiba-tiba saja ada seorang wanita yang memberikan perhatian lebih setiap hari nya dan bo**h nya aku tidak mencari tahu tentang wanita yang ada di hadapan aku ini. Di saat hati ini sudah tersusun kembali, orang yang sama juga mematahkan nya!"
"Bisa-bisa nya aku membawa kamu ke rumah ini dan me--"
Belum selesai Haneul berbicara, tiba-tiba saja Jihan meringis kesakitan di area bawah perut nya. Memang sedari tadi sang suami memerahi, Jihan sedang menahan rasa sakit. Tapi kali ini ia tidak bisa menahan rasa sakit nya.
Aaarrggh....
"Jangan mengalihkan perhatian!" Seru Haneul
"Ini be--benar sakit Ma--Mas." Ucap Jihan
"Neul... air ketuban nya pecah." Ucap Mommy Haneul yang melihat
"Tapi ini belum sembilan bulan Mom" bingung Haneul
"Sudah bawa dulu ke rumah sakit."
Meskipun Mommy Haneul sangat tidak suka terhadap Jihan, tapi ia mengesampingkan rasa kesal dan amarah nya. Karena beliau sendiri pernah merasakan, berada di posisi sedang mengandung.
- Skip -
Setelah berada di Rumah Sakit, Haneul langsung meletakan Jihan di atas brankar dan mengikuti langkah para suster yang membawa nya.
Haneul sangat tidak tahu apa yang sedang terjadi terhadap Jihan, kenapa tiba-tiba air ketuban nya bisa pecah sedangkan kandungan nya belum menginjak sembilan bulan.
Tidak lama kemudian, muncul seorang Dokter dari balik pintu.
"Dengan keluarga pasien!" Ucap Dokter tersebut
"Iya Dok, saya suami nya." jawab Haneul
"Begini Tuan meskipun janin nya belum menginjak sembilan bulan, ada kemungkinan bayi itu akan terlahir secara prematur. Karena jika kita tidak segera mengeluarkan bayi nya, nyawa bayi maupun ibu akan berakibat fatal." tutur Dokter
Deg...
Haneul dan Mommy nya yang mendengar penuturan dari Dokter sangat kaget.
"Ta--tapi meskipun bayi nya terlahir prematur, dia akan tetap hidupkan Dok?" tanya Haneul