Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 26



Malam ini Clara sedang bersiap-siap di dalam kamar nya, karena akan ada tamu yang nanti nya menjadi bagian dari keluarga Clara juga. Selesai sudah berperang dengan alat make up, saat Clara ingin keluar kamar ia mendengar suara mobil masuk dari arah pagar rumah nya.


Clara melangkah ke arah balkon kamar nya dan di lihat ternyata mobil mewah memasuki perkarangan rumah dan seperti nya mobil itu tidak asing.


" Kenapa aku jadi deg-degan gini" Gumam Rara


" Tenang Ra, kamu sudah menentukan pilihan kamu dan itu yang terbaik buat kamu."


Tok... tok... tok


" Aunty, keluar yu tamu nya sudah datang." Ucap Raissa sambil menggendong Rey


Rara melangkah kearah pintu dan membuka nya


Ceklek....


" Gak usah tegang gitu santai, seperti mau di sidang aja!" Seru Raissa sambil terkekeh kecil


" Kelihatan ya kak?" tanya Rara


" Engga juga sih, hehehe"


" Ihh... Kak Raissa usil aja, Rey mau sama Aunty?"


" Engga Aunty nanti baju nya malah kusut kalau gendong Rey." Ucap Raissa menirukan suara anak kecil.


" Sudah yu, kita kebawah" Ajak Raissa sambil melangkah dan di ikuti Rara dari arah belakang


" Jangan di belakang sini di sebelah Kakak dong" Raissa berhenti melangkah dan membalikkan badan nya


Clara menarik nafas nya dalam-dalam dan melangkah ke sebelah Kakak nya.


...---------------------------------------------------...


Di ruangan keluarga sudah ada keluarga inti saja seperti keluarga Andre dan keluarga Clara hanya tinggal menunggu Raissa dan Rey yang sedang menjemput Clara di kamar nya.


Andre yang melihat Clara, ia sama sekali tidak mengedipkan mata dan hanya satu kata yang keluar dari dalam mulut nya yaitu


" Cantik" Ucap Andre dan hanya bisa di dengar oleh Andre sendiri karena sangking kecil nya.


Clara terlebih dahulu menghampiri keluarga Andre untuk bersalaman dan setelah selesai bersalaman Clara menghampiri keluarga nya untuk duduk di sebelah Bunda Dinda dan memegang tangan Bunda nya.


" Langsung saja kepada inti nya, kedatangan kami kesini untuk menanyakan perihal jawaban tempo hari. Bagaimana dengan Andre apa siap untuk mengarungi bahtra rumah tangga bersama Clara?" tanya Ayah Bima


" Insyaallah, Andre siap yah" jawab Andre


" Bagaimana dengan Clara?" tanya Ayah Bima


" Rara insyaallah, siap Om." jawab Rara


Semua yang mendengar menghelakan nafas nya karena merasa lega sekali mendengar jawaban dari kedua nya.


" Alhamdulillah, kedua nya sudah sama-sama siap. Kita tentukan mau kapan, seperti apa acara nya untuk lamaran resmi dan melangsungkan pernikahan." Ucap Ayah Bima


" Lebih cepat lebih baik" Seru Ayah Adit


" Bagaimana seminggu dari sekarang?" kali ini Bunda Wulan yang angkat bicara


" Terlalu lama mending lima hari dari sekarang, besok mereka fitting baju, memilih cincin. Kita para Orang Tua memesan kartu undangan, hari kedua nya mereka melihat tempat pernikahan dan menentukan dekorasi lamaran dan pernikahan, hari ketiga sisa nya sama kita-kita, hari keempat lamaran dan besok nya menikah. Bagaimana?" Semangat Bunda Dinda yang sudah menyusun rencana


Bunda sejak kapan menyusun rencana nya batin Rara


Andre dan Rara yang mendengar hanya bisa pasrah saja dengan keinginan kedua orang tua nya, yang penting mereka terlibat dalam menyiapkan pernikahan dan lamaran.


" Setuju!" jawab Bunda Wulan bersemangat


" Ini yang mau lamaran dan nikah siapa yang semangat siapa" Ucap Ayah Bima sambil terkekeh kecil


" Gak apa-apa Bim, jarang-jarang Bunda nya semangat seperti ini." Ucap Ayah Adit


Mereka semua tertawa melihat para Orang Tua yang semangat nya tidak pernah luntur.


" Berarti besok kalian engga ke rumah sakit?" tanya Bunda Wulan kepada Andre dan Rara


" Kalau Andre kerumah sakit bun" jawab Andre


" Rara juga, kerumah sakit tan" jawab Rara


" Yasudah sehabis makan siang bisa kalian minta izin tidak masuk, biar kalian fitting baju di butik teman Bunda." Ucap Bunda Wulan


" Nanti di usahakan" Ucap Andre dan dijawab anggukan oleh Rara