
Mobil Andre sudah terparkir di parkiran khusus untuk dokter, saat mereka sedang menunggu pintu lift terbuka tiba-tiba Andre terjingkat kaget karena ada yang merangkul nya dari belakang.
" Ndre" teriak Yoga
" Lo tuh ya bikin orang kaget!" ketus Andre
" Aku seneng banget" Ucap Yoga sambil mengikuti Andre dan Clara memasuki lift
" Karena?" tanya Andre
" Aku sudah di kasih restu sama kedua Orang Tua nya Gita" jawab Yoga dengan senang nya
" Cepat juga, dari perkiraan aku" Ucap Andre
" Waahh... selamat, terus gimana sama Gita nya? Sudah tahu?" Ucap Rara
" Dia gak tahu, kalau aku meminta restu kepada Orang Tua nya" jawab Yoga
" Semoga Gita nya mau, kasihan sudah di kasih restu tapi malah di tolak" Ucap Andre
" Harus mau dong, aku sudah berjuang!" Seru Yoga
Ting...
Pintu lift terbuka, Clara langsung berpamitan kepada sang suami untuk ke ruangan nya.
" Mas... aku duluan ya" Ucap Rara sambil mencium tangan Andre
" Iya sayang, jangan kecapean" jawab Andre lalu mencium kening serta bibir sang istri
" Mata aku ternodai!" Seru Yoga
" Yoga duluan" pamit Rara
" Siap..." jawab Yoga
" Kapan kamu minta restu sama Orang Tua nya Gita?" tanya Andre
" Tadi malam, saat aku antar dia pulang. Meskipun dengan berbagai alasan agar aku bisa mampir" jawab Yoga
Andre hanya menganggukan kepala nya
" Lalu rencana kamu sekarang apa?"
" Berusaha untuk meluluhkan hati doi"
...---------------------------------------------------...
Baru saja tiba di perusahaan nya, Bram mendapatkan kabar yang baik bahwa sang sekretaris sudah menemukan keberadaan mantan istri nya.
" Jadi begini Tuan, selama ini Jihan berada di luar negeri tetapi ia selalu menghapus jejak nya agar Tuan tidak bisa bertemu dengan Aziel dan ternyata sudah beberapa bulan ini Jihan berada di Indonesia bersama suami baru nya" Ucap sekretaris Bram
" Kebetulan hari ini ada meeting dengan perusahaan Y yaitu milik suami Jihan" lanjut nya
Bram menganggukan kepala nya " Baik... terima kasih"
Waktu sudah menunjukan pukul 09:30 dimana dua puluh menit lagi akan di adakan meeting. Bram yang sudah berada di perusahaan Y, ia melihat sosok yang selama ini dia cari. Jika di beri kesempatan Bram akan menanyakan tentang anak nya.
Bram hanya memperhatikan saja tanpa berniat untuk memanggil nya karena waktu yang sudah mepet.
Jika di izinkan, setelah meeting selesai kita akan di pertemukan dan aku akan menanyakan tentang Aziel Ucap Bram di dalam hati
Setelah berada di dalam ruangan mereka langsung memulai meeting dengan tenang.
-Skip-
Meeting yang berjalan selama dua jam lama nya. Akhir nya telah selesai.
" Terima kasih banyak Pak Haneul sudah bersedia untuk bekerja sama dengan perusahaan saya. Semoga kedepan nya proyek yang kita buat berjalan dengan lancar" Ucap Bram
" Aamiin... terima kasih kembali, senang bisa bekerja sama dengan perusahaan Pak Bram" Ucap Haneul sambil berjabat tangan
" Kalau begitu saya permisi" pamit Bram
" Baik pak, sampai bertemu minggu depan"
Usai berpamitan, Bram bersama sekretaris nya langsung keluar dari ruangan meeting dan seperti nya semesta sedang berpihak kepada Bram. Ia berpapasan dengan perempuan yang memang sejak di perusahaan Y Bram sudah melihat nya.
" Jihan" panggil Bram
" M--Mas Bram" Ucap Jihan gugup
" Apa kabar?" tanya Bram sambil tersenyum
" Baik" jawab Jihan
" Bagaimana kabar anakku, Aziel?"