
Lio dan Fio yang melihat Andre, Clara serta Aziel akan pulang tiba-tiba menangis karena mereka masih bermain dengan Oma Opa nya dan mereka takut tidak di ajak untuk pulang. Si kembar langsung mendekat ke arah Clara sambil menangis, lalu meminta untuk di gendong.
"Kenapa anak Mommy pada nangis, gak akan di tinggalin kok." Ucap Rara sambil berjongkok
"Sudah Lio sama Fio di sini saja ya, temani Abang Rey." Ucap Rian
Mereka berdua tidak mendengarkan ucapan Rian, melainkan terus saja meminta sang Mommy untuk menggendong.
"Sini sama Daddy satu ya, Mommy nya susah." Ucap Andre yang mengambil Lio
"Bi ... keperluan anak-anak sudah semua?" tanya Rara
"Sudah Non, sudah di dalam mobil juga." jawab Bi Ningsih
"Kalau begitu kita pamit pulang dulu." Ucap Andre
"Iya kalian hati-hati, jangan ngebut-ngebut!" kata Bunda Dinda
"Siap Bun!" jawab Andre, "Rey ikut Uncle yu?"
Rey hanya menggelengkan kepala pertanda tidak mau ikut.
"Salam dulu, kalau gak mau ikut." Ucap Rian sambil mengarahkan tangan Rey
"Wiih ... pinter." Ucap Andre
"Bye ... Assalamualaikum" Ucap Andre dan Rara bersamaan
"Bye semua nya!" Ucap Aziel sedikit berteriak
-Skip-
Baru saja Andre membuka kan pintu mobil untuk sang istri, terdengar suara klakson dari mobil Haris yang memasuki halaman rumah.
"Aish ... nanti anak aku bangun lagi." gumam Andre
"Sini sayang biar aku saja, yang bawa Fio." Ucap Andre mengambil alih gendongan
"Pelan-pelan nanti bangun." Ucap Rara
"Tolong Ris, gendong Aziel. Dia lagi tidur, kasihan kalau di bangunin." Ucap Andre
Lah ini orang baru juga sampai, sudah ada tugas batin Haris
"Iya!" jawab Haris
...---------------------------------------------------...
Sudah satu minggu lebih Haneul fokus pada pekerjaan nya tanpa memikirkan sang istri dan ia sering sekali tidak pulang ke rumah, meskipun Jihan selalu menelpon tapi ia mengabaikan nya.
Entah mengapa semenjak Bram mendatangi kantor nya, ia berniat untuk mencari tahu tentang masa lalu sang istri bersama mantan suami nya. Karena menurut dia seperti ada yang mengganjal entah apa itu.
Usai membaca data-data mengenai sang istri rahang Haneul langsung mengeras, ia benar-benar marah.
"Aku sangat tidak suka ada yang membohongi!" geram Haneul yang baru saja selesai membaca berkas mengenai sang istri.
Flashback On
Bersamaan saat Haneul akan meminta tolong kepada asisten nya, untuk mencari tahu tentang Jihan. Ia harus pergi ke luar Negeri untuk meeting dengan clien, tapi karena pikiran Haneul sedang berantakan menjadikan ia meminta sang asisten untuk mewakilkan nya selama seminggu.
Dan hari ini sang asisten, sebut saja Lucky. Baru bisa memberi tahu tentang masa lalu Jihan. Haneul langsung membaca berkas-berkas mengenai sang istri, saat ia membaca nya...
Ternyata Bram tidak pernah bermain kasar terhadap Jihan. Dan tentu nya yang meminta untuk bercerai ialah Jihan sendiri, karena perusahaan Bram yang sudah di ambang ke bangkrutan menjadikan Jihan tidak mau hidup susah.
Usai bercerai Jihan membawa anak nya, dia sama sekali tidak tahu akan melangkahkan kaki nya kemana. Yang terpenting ia sekarang sudah bercerai dengan Bram dan akan mencari sosok laki-laki, mungkin ... yang memiliki kekayaan lebih dari mantan suami nya.
Jihan juga sudah merencanakan ide yang sangat konyol, yaitu dia pergi ke bar untuk melamar pekerjaan dengan membawa Aziel yang kira-kira berumur satu tahun. Tidak tahu dengan alasan bagaimana Jihan bisa di terima untuk bekerja.
Pada hari yang sama Haneul berada di bar untuk menenangkan pikiran nya, akibat sang pacar yang telah bermain di belakang dirinya. Haneul sudah menghabiskan beberapa botol hingga akhirnya dia melihat sosok perempuan yang sedang bekerja, dengan menggendong bayi. Dan bisa di bilang sangat tidak pantas untuk di bawa ke tempat seperti ini.
Haneul yang melihat, hati nya merasa tergerakan untuk membawa Jihan beserta Aziel untuk tinggal di rumah nya dan semenjak kejadian itu tiba-tiba saja sang Mommy meminta Haneul untuk segera menikah dan memiliki anak. Ia terus saja di paksa hingga Mommy nya jatuh sakit. Haneul memutuskan untuk menikahi Jihan tanpa ada perasaan sedikitpun karena perasaan sakit hati nya masih berbekas.
Mereka menikah sudah empat tahun lama nya tapi Haneul sama sekali tidak pernah menyentuh Jihan atau sekedar untuk tidur satu ranjang. Sikap Jihan yang selalu memberikan perhatian mampu meluluhkan hati Haneul dan saat Haneul sudah memiliki rasa ia memulai pendekatan terhadap istrinya hingga sekarang, Haneul memiliki anak yang masih di dalam kandungan Jihan.
Flashback Off