Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 93



" Lebih baik Daddy sama Aziel mandi ok..." Ucap Rara yang melihat sang suami tidak mau melapaskan nya


" Tapi Aziel belum peluk Mommy" Seru Aziel


" Sini peluk dulu tapi sebentar ya nanti peluk lagi, baju Mommy nya basah"


" Tapi Daddy masih mau peluk Mommy" Ucap Andre dengan suara manja nya


" Mas, ngalahdeh sama anak nya!" Seru Rara


" Yasudah sini boy" Ucap Andre dengan pasrah


Tidak lama Aziel memeluk Mommy nya sudah ada yang menggangu, siapa lagi kalau bukan Daddy nya.


" Sudah boy pelukan nya, sekarang kita mandi" Ajak Andre


" Five minutes, Dad" Ucap Aziel


" No, lets go"


Aziel mengerucutkan bibir karena mendengar jawaban dari Daddy nya. Dengan berat hati Aziel melepaskan pelukan sang Mommy.


" Mom, Aziel mandi dulu ya" Ucap Aziel


Clara menganggukan kepala " Sama Daddy mandi nya ya..."


...---------------------------------------------------...


Tidak terasa sudah sore hari waktu nya Andre, Clara, Aziel beserta si kembar pulang ke rumah Nugroho. Sebenar nya mereka sudah mempunyai rencana untuk mencari rumah dan tinggal sendiri tapi karena Bunda Wulan yang melarang untuk tinggal sendiri. Dengan alasan nanti Clara kelelahan, karena sedang mengandung dan pasti nya akan mengurus anak-anak meskipun sudah ada baby sitter. Mau tidak mau mereka tetap tinggal bersama Ayah Bima dan Bunda Wulan.


" Sudah semua Mas?" tanya Rara


" Sudah" jawab Andre


" Bunda, Ayah kita pamit pulang dulu" lanjut Andre


" Iya hati-hati di jalan, salam buat yang ada di rumah" Ucap Ayah Adit


" Siap Yah"


" Aziel ayo salam dulu" Ucap Rara


" Oma, Opa, Uncle Aziel pulang dulu nanti main lagi ke sini" Ucap Aziel sambil mencium telapak tangan Ayah Adit, Bunda Dinda dan Iqbal.


" Iya, nanti kita belajar renang lagi ok" Ucap Iqbal


Bunda Dinda mencium ketiga cucu nya sebelum mereka akan pulang


" Bi tolong jaga cucu saya dengan baik" Ucap Ayah Adit


" Bye bye..." Aziel melambaikan tangan nya


" Assalamu’alaikum" Ucap Andre dan Rara


" Waalaikumsalam"


Di perjalanan menuju rumah Nugroho, Andre yang sedang mengendarai mobil melihat gerobak rujak. Rasa nya seperti menggiurkan sekali dan Andre berhenti di pinggir jalan untuk membeli rujak terlebih dahulu.


" Kenapa berhenti Mas?" bingung Rara


" Bentar ya, Mas mau beli dulu rujak. Mau juga atau nitip yang lain?" Ucap Andre


" Kalau ada beli martabak Mas buat yang di rumah" jawab Rara


" Siap..."


" Aziel ikut boleh?" tanya Aziel


" Aziel tunggu saja ya, Daddy sebentar kok" jawab Andre dan Aziel menghela nafas nya kasar


Selesai dengan membeli rujak dan martabak Andre melanjutkan lagi perjalanan. Setelah sampai di rumah Andre langsung memarkirkan mobil, saat akan menuju pintu utama ia melihat sahabat nya yang keluar


" Oy... mau pada kemana?" tanya Andre


" Pulang juga kamu Ndre, kita whatsapp gak di balas" Ucap Yoga


" Aku gak buka handphone"


" Uncle" panggil Aziel sambil berlari


" Dikira mau kearah Uncle Yoga" Ucap Yoga yang melihat Aziel mendekat ke arah Haris


" Hallo" Ucap Haris


Aziel ini memang dekat banget dengan Haris, karena setiap hari selalu datang ke rumah untuk menjemput Ayah Bima ke kantor dan selain sekretaris Ayah Bima, Haris pun menjadi sekretaris pribadi nya.


" Uncle Rai gak di sapa juga" Ucap Rai


" Hai Uncle" panggil Aziel


" Ayo pada masuk jangan di luar" Ucap Rara


⚫⚫⚫


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.