
" Masih ada pasien sus?" tanya Andre
" Sudah habis dok, tadi yang terakhir" jawab Suster
" Ok... terimakasih sus"
Andre yang sudah selesai dengan pekerjaan nya meninggalkan ruangan praktik dan akan langsung menghampiri sang istri. Andre yang telah sampai di ruangan pribadi istrinya dan Clara telah selesai bersiap, mereka langsung menuju parkiran karena kedua nya harus segera pulang. Saat di lift
" Sayang, tadi ada Jihan sama Haneul periksa kandungan"
" Terus Mas elus-elus perut Jihan buat kasih gel?" tanya Rara dengan ketus
" Ya enggak lah sayang, yang kasih gel nya suster. Mas gak pernah kasih gel ke ibu-ibu hamil cuman sama kamu yang sama Mas. Tadi saja saat aku periksa minta izin dulu sama suami nya"
Seketika Clara senang, karena suami nya ini hanya memberikan gel kepada dia seorang.
" Lah memang kenapa harus minta izin dulu?"
" Muka nya tidak bersahabat sekali, seharus nya sama Dokter cewe tapi karena Dokter nya gak masuk jadi di arahin ke aku" jawab Andre
Ting...
Saat pintu lift terbuka ada yang memanggil nya.
" Ra"
Merasa ada yang memanggilnya, Clara langsung berhenti dan melihat ternyata Jihan.
" Ra apa kabar?" tanya Jihan
" Baik" jawab Rara
" Waah... jadi Dokter juga, Dokter apa?"
" Iya, Dokter anak"
" Hemm... Ra kabar Aziel gimana? Dia suka nanyain aku atau kangen?"
" Alhamdulillah Aziel baik, aku gak pernah bertanya sama Aziel kangen atau engga. Tapi sejauh ini kalau aku lihat dia happy"
" Apa aku boleh bertemu dengan Aziel?"
" Aku pribadi meng izinkan kamu buat ketemu, karena kamu yang telah melahirkan Aziel ke dunia, yang sudah membesarkan. Tapi semua itu balik lagi kepada Aziel, dia mau atau tidak"
Sepanjang jalan Andre tidak mendengar suara istrinya, saat di lihat Clara sedang melamun. Andre jadi khawatir karena tidak biasa nya seperti ini, dia menepikan mobil nya untuk bertanya kepada sang istri.
" Kok berhenti Mas?" tanya Rara dengan bingung
" Sayang kamu kenapa dari tadi diam terus, ada yang di pikirin?" tanya balik Andre yang tidak menjawab pertanyaan istrinya
" Mas, Rara takut kalau Jihan mengambil Aziel bagaimana? Satu sisi Rara gak mau ke hilangan Aziel tapi satu sisi juga Jihan berhak atas Aziel. Gimana Mas Rara gak mau ke hilangan Aziel, Rara sayang sama dia" Ucap Rara dengan wajah sedih nya
" Sayang dengerin Mas, Aziel tetap bersama kita tidak ada yang mengambil nya. Kalau pun ada yang mau mengambil Aziel, aku akan cari tahu dulu latar belakang nya" jawab Andre
" Benar Aziel tetap sama kita?"
" Iya benar, sekarang jangan banyak pikiran ok... ingat disini ada siapa" Ucap Andre sambil mengelus perut istrinya, Clara tersenyum dan menganggukan kepala.
...---------------------------------------------------...
" Daddy" teriak Aziel yang melihat mobil Andre memasuki halaman rumah
Setelah Andre memarkirkan mobil nya, mereka keluar dari dalam mobil dan menuju Aziel yang sudah menunggu di depan pintu.
" Assalamu’alaikum" Ucap Andre dan Rara
" Waalaikumsalam, Mommy Daddy" jawab Aziel langsung memeluk kedua nya
" Oma mana kok cuman sama bibi?" tanya Andre
" Oma pergi sama kembar, Aziel gak di ajak" jawab Aziel
" Emang pergi kemana?" tanya Rara
" Engga tau, Aziel pulang sekolah sudah gak ada Oma" Ucap Aziel dengan wajah sedih nya
" Bi memang Bunda pergi kemana?" tanya Andre
" Gak bilang ke mana nya den, cuman bilang mau keluar dulu bawa kembar" jawab bibi Ana pembantu di keluarga Nugroho
" Kebiasaan deh Bunda, yasudah Aziel mau ikut sama Daddy Mommy kita mau makan malam di luar sama Oma Dinda" Ucap Andre
" Mau Dad" jawab Aziel dengan senang
" Kita siap-siap dulu lets go" Ucap Rara