Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 74



Di sepanjang jalan hanya ada keheningan, sebenarnya mereka berdua tidak bisa berlama-lama untuk berdiam. Tapi karena tidak ada yang mau memulai pembicaraan jadi mau tidak mau mereka diam saja.


Lima menit kemudian Yoga yang tidak bisa menahan lagi ingin berbicara, akhirnya mengeluarkan suara dengan alasan menanyakan alamat rumah.


" Ehemm... maaf sebelum nya, kamu belum kasih alamat rumah nya di mana" Ucap Yoga


" Ohya maaf, alamat nya perumahan green house tau gak? " tanya Gita


Enakan kalau ngomong gak sunyi batin Yoga


" Tau itu dekat dengan perumahan nya Andre"


" Kalau Dokter emm.. maksud nya Yoga, nganterin aku pulang gak akan ada yang cemburu?"


" Memang siapa yang mau cemburu, gak ada pasangan juga"


" Bukan nya sudah nikah?"


Yoga melihat ke sisi kiri sambil mengerutkan alis nya lalu kembali melihat jalan.


" Sejak kapan aku nikah, memang siapa yang bilang kalau aku sudah nikah?"


" Suami nya Rara"


Citt...


Yoga langsung menginjak rem mobil, untung saja jalanan tidak terlalu rame menjadikan mereka tidak kenapa-napa.


" Maaf aku refleks, maksud nya Andre? kapan dia bilang?" tanya Yoga sambil menjalankan lagi mobil nya


" Saat seseorang bilang tidak akan menggangu saya lagi" jawab Gita


Lahh... itu kan aku yang saat ke desa, bener-bener si Andre bilang aku nikah. Batin Yoga


" Terus kamu percaya?" tanya Yoga


" Fifty - fifty"


Setelah mengantarkan Gita, Yoga tidak langsung pulang melainkan kerumah Andre.


...---------------------------------------------------...


Setelah Andre dan Clara makan malam mereka masuk kedalam kamar anak-anak dan menemani Aziel mengerjakan tugas sekolah nya.


" Bisa gak ngerjain tugas nya?" tanya Rara sambil bermain dengan Lio


" Bisa Mom, tadi sudah di kasih contoh sama bu guru nya" jawab Aziel


Tidak lama kemudian pintu kamar di ketuk dan terlihat Calista yang membuka.


" Bang... di bawah ada Bang Yoga" Ucap Calista


" Tadi kamu bilang Yoga apa?" tanya Andre


" Bang Yoga, memang kenapa? Apa yang salah?" bingung Calista


" Aziel, Daddy kebawah dulu ya nanti tugas nya Daddy periksa." Ucap Andre


" Sayang aku temui Yoga dulu" lanjut nya


" Ok... Dad" jawab Aziel


" Iya Mas, Rara temani dulu Aziel di sini" jawab Rara


" Kak... Tata ke kamar dulu mau lanjut kerjain tugas" pamit Calista


Clara menganggukan kepala " Iya... semangat"


...---------------------------------------------------...


Andre melangkahkan kaki nya ke arah ruang tamu yang memang sudah ada Yoga menunggu, dengan muka yang sangat tidak enak dilihat.


" Tumben Yog, malam-malam ke sini" Ucap Andre


" Ada yang mau aku omongin sekalian mau minta bantuan juga" jawab Yoga


" Apa?" tanya Andre


" Gara-gara kamu, aku di bilang sudah menikah!" Seru Yoga


Andre mengerutkan kening nya " Sama siapa?"


" Sama Gita" pekik Yoga


" Hahaha.... memang dia percaya kalau kamu nikah?" tanya Andre sambil tertawa


" Fifty - fifty, kamu nih gimana sih malah bilang gitu kalau dia menjauh gimana!" Seru Yoga


" Nih ya aku bilang begitu saja becanda, kalau di bawa serius gak masalah sebenar nya. Saat bilang begitu pasti langsung kelihatan reaksi nya bagaimana"


" Memang gimana reaksi nya?"


" Ingin tau saja! "


" Serius Ndre"


" Dua rius"


Tiba-tiba Aziel datang menghampiri Andre dan di ikuti oleh Clara yang menggendong Lio.


" Uncle" panggil Aziel


" Hallo Aziel" sapa Yoga


" Dad ini sudah selesai" Ucap Aziel sambil memberikan tugas nya untuk di periksa.


Saat Andre sedang melihat hasil tugas Aziel tangan Fio memukul-mukul buku yang di pegang Daddy nya.


" Dede mau belajar juga?" tanya Aziel dan dibalas dengan ketawa