Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 73



" Mau minta bantuan apa?" tanya Rai yang sudah selesai dengan makan nya


Gimana mau cerita orang yang di ceritain nya saja ada di sini Ucap Yoga di dalam hati


" Gak jadi, perutku sudah kenyang malas untuk cerita" jawab Yoga


" Sa, aku ke toilet dulu ya" Ucap Gita


" Ok... mau di temani? " tanya Salsa di balas dengan gelengan


" Benar gak akan cerita nya?" tanya Rai


Yoga yang melihat Gita sudah tidak terlihat akhirnya membuka suara.


" Jadilah masa aku cerita di depan orang nya kan gak lucu!" pekik Yoga


" Memang aku di depan, masa mau cerita di belakang" jawab Rai


Yoga menepuk kening nya


" Kenapa orang seperti ini bisa jadi CEO sih, kenapa juga Salsa mau jadi pacar nya" kesal Yoga


" Aku gak salah dong, lagian Salsa menerima aku karena aku segala nya bagi dia. Dan kalau mau cerita itu di depan masa mau balik belakang gak menghargai orang yang cerita bambang " Ucap Rai


Yoga memutar bola mata nya malas


" Pede sekali bambang, Salsa menerima kau itu karena kasihan melihat diri mu yang meminta-minta. Sudah langsung saja malah debat lagi, jadi gini...."


...---------------------------------------------------...


Saat Andre dan Clara sudah berada di rumah, mereka tidak langsung membuat tetapi membersihkan badan dulu. Selesai dengan ritual mandi mereka turun bersama-sama dan Andre langsung membuat makanan yang di inginkan oleh sang istri dengan bantuan Clara tentu nya karena suami nya ini tidak bisa membuat seblak. Usai berkutat dengan alat masak, Andre menghidangkan nya di atas meja.


" Silahkan di coba" Ucap Andre


" Waaahh... kelihatan nya enak nih, makasih Daddy" jawab Rara sambil mencoba kuah seblak


" Mommy makan apa?" tanya Aziel yang datang tiba-tiba


" Seblak sayang, Aziel mau?" tawar Rara


" Engga... Aziel ingin es krim, mana" pinta Aziel


" Sudah makan belum?" tanya Andre


" Sudah Dad, mana"


" Iya bentar Daddy ambilin dulu di kulkas" dibalas anggukan oleh Aziel


" Mommy gak pedas?" tanya Aziel sambil duduk di kursi


" Ini gak pedas, tadi Daddy kamu masukin sambel nya gak banyak jadi kurang pedas" jawab Rara


Andre datang sambil menyembunyikan tangan nya ke belakang.


" Engga ada es krim nya Ziel, habis" Ucap Andre


" Daddy bohong ya kedepanin tangan nya!" Seru Aziel


Andre memperlihatkan tangan kanan nya kedepan dan ternyata kosong


" Nih gak ada" jawab Andre sambil memperlihatkan tangan kiri nya


" Daddy" teriak Aziel


" Loh... kok teriak, gak boleh teriak-teriak di depan Orang Tua" Ucap Rara mengingatkan


" Daddy nya Mom" Ucap Aziel dengan wajah sedih nya


" Daddy" panggil Rara


" Iya Mom" jawab Andre


" Jangan jahil, kasihin"


" Sini dong, peluk sama cium dulu Daddy nya" pinta Andre


Aziel segera melangkah ke arah Daddy nya dan langsung memeluk lalu


Cup


Cup


Aziel mencium kedua pipi Andre.


" Maaf Aziel sudah teriak-teriak" Ucap Aziel


" Iya Daddy maafin tapi lain kali jangan teriak-teriak ok..." jawab Andre


" Ok... sekarang mana" Aziel membuka telapak tangan nya


" Sama es krim saja masih ingat, nih" Ucap Andre memberikan cup es krim.


...---------------------------------------------------...


Yoga menceritakan nya sangat singkat, karena orang yang di bicarakan telah datang. Setelah beberapa menit mereka mengobrol bersama, Yoga pamit untuk pulang.


" Kalau gitu aku pulang dulu takut ganggu kalian" Ucap Yoga


" Bisa bareng sama Gita gak Yog, aku sama Rai masih mau jalan?" tanya Salsa


" Memang tadi kalian ke sini gak bawa kendaraan?" tanya balik Yoga


" Kita tadi pesan grab, bisa ya" jawab Salsa


" Gak usah Sa, aku pulang sendiri saja" Ucap Gita


" Gak baik loh, ini sudah mau malam mending sama Yoga di anterin" Ucap Rai


Ini pasti akal-akal kalian batin Yoga


" Ayo aku antar" Ucap Yoga sambil berdiri


" Memang gak ngerepotin?" tanya Gita


" Engga, ayo" jawab Yoga


" Duluan ya... Salsa hati-hati ada serigala berbulu domba" Ucap Yoga yang langsung melangkahkan kaki nya