Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 103



Andre yang memang sudah tidak ada pasien lagi, dia berencana untuk rebahan di ruangan pribadi nya.


" Sus, sudah tidak ada pasien?" tanya Andre yang baru saja berdiri


" Ada Dok dua orang" jawab suster


" Loh... bukan nya tadi yang terakhir?"


" Seharus nya dengan Dokter Yoga, tapi karena Dokter Yoga sedang berada di ruang persalinan jadi di serahkan kepada Dokter Andre"


" Yasudah, tidak apa-apa"


Gagal deh, mengapa sering terjadi batin Andre


Sementara Clara, ia sedang bersiap-siap untuk pulang karena sebentar lagi jam praktek sudah habis dan akan bergantian dengan Dokter yang lain.


Usai dengan bersiap-siap, Clara teringat dengan anak-anak nya yang berada di rumah. Ia mencari kontak Bunda Wulan dan langsung mengklik icon video.


" Assalamu’alaikum" Ucap Rara


" Waalaikumsalam" jawab Bunda Wulan


" Bunda lagi apa?"


" Bunda lagi bikin kue nih"


" Wah... Rara jadi mau" Ucap Rara yang melihat kue akan di masukan ke dalam oven


" Sabar ya belum matang, lihat ini Aziel dari tadi ikut bantu-bantu juga" Ucap Bunda Wulan yang memperlihatkan Aziel


" Mommy" teriak Aziel


" Aziel ikut bantuin atau berantakin?" tanya Rara


" Bantuin Mom, nanti Mommy harus coba. Kue bikinan Aziel enak" Ucap Aziel dengan percaya diri


" Yang bikinkan Oma" ralat Rara


" Aziel juga bikin, nih..." Ucap Aziel memperlihatkan kue yang berbentuk panjang-panjang


" Kok panjang-panjang, yang Oma tadi bentuk nya love"


" Gak apa-apa, inikan Aziel yang bikin"


" Haha... iya iya, nanti Mommy sama Daddy cobain deh..."


" Kembar lagi apa Ziel?" lanjut Rara


" Kembar lagi tidur, gak bantuin bikin kue" jawab Aziel


" Kalau di bantuin sama kembar nanti malah di acak-acak, yasudah Mommy tutup ya sebentar lagi Mommy sama Daddy pulang. Ok..." Ucap Rara


" Ok Mom... hati-hati di jalan nya ya" Ucap Aziel


...---------------------------------------------------...


Setelah mengetahui alamat rumah Aziel. Bram memiliki rencana akan mengunjungi nya saat weekend saja dan seperti nya hari-hari biasa dia tidak akan bisa. Karena Aziel yang tentu nya sekolah lalu Bram yang harus bekerja menjadikan mereka sulit untuk bertemu. Jika bertemu saat malam hari, ia tidak enak dengan penghuni rumah.


Dan satu sisi Bram ingin bertemu dengan sang anak sekarang juga tapi dia belum siap jika Aziel akan membenci nya.


" Lebih cepat, lebih baik tapi bagaimana reaksi Aziel kalau tahu aku Daddy nya yang selama ini dan pasti nya dia akan benci" gumam Bram


Huft


" Ok... tidak apa-apa demi bertemu dengan anakku sendiri. Jika Aziel benci, aku rela karena selama ini aku tidak selalu bersama nya."


...---------------------------------------------------...


" Waah... yang sudah public, deket-deket terus!" Seru Yoga yang melihat pasangan yang baru


" Sirik saja, mangkan nya cepetan dong" Ucap Fauzan


" Masih proses, on going"


" Enakan aku dong, sudah nikah mau ngapain-ngapain juga halal" Ucap Andre


" Yang sudah berpengalaman diam, jangan nimbrung bikin iri saja!" Seru Yoga


" Gitu tuh orang yang sirik" Ucap Andre


" Sudah ah... lebih baik pulang" Ucap Yoga lalu menarik tangan Gita yang berada di sebelah nya


Gita yang tiba-tiba di tarik merasa bingung, kenapa aku di tarik begitulah pikiran nya


" Issh... lepas, main tarik-tarik saja!" gerutu Gita


" Modus tuh... ingin pegang-pegang tangan" Ucap Andre


" Ops sorry... sorry, gak sengaja" Ucap Yoga langsung melepaskan tangan Gita


" Gak sengaja atau emang di sengaja" goda Salsa


" Pasti nya juga di sengaja, secara kan a--" Ucap Finna terhenti saat melihat Yoga melototkan mata nya


" Engga deh gak jadi" lanjut nya


" Sudah-sudah, lebih baik kita pulang sekarang." Ucap Rara


" Nah betul lebih baik kita pulang, aku sudah kangen--" belum selesai Andre berbicara sudah di potong saja


" Astagfirullah Ndre, istri ada disini bisa-bisa nya kangen sama yang lain" Ucap Yoga


*Plak... Andre memukul tangan Yoga


" Anda jangan mengompor-ngompori ya! Tapi memang benar aku kangen dengan yang lain..." Ucap Andre