Doctor Is My Husband

Doctor Is My Husband
BAB 120



"Da--Daddy" kaget Aziel


Deg


Aziel masih mau memanggil aku dengan sebutan Daddy Ucap Haneul di dalam hati



Haneul yang mendengar Aziel memanggil nya dengan sebutan 'Daddy' ada rasa senang, sedih, menyesal atau entahlah Haneul sendiri tidak tahu perasaan apa yang muncul di hati nya. Yang pasti ia sangat menyesal dengan mangatakan Aziel adalah anak pembawa sial, sementara sang anak masih memanggil Haneul dengan sebutan yang mungkin tidak pantas untuk ia dapatkan.


Haneul mensejajarkan tubuhnya dengan Aziel dan langsung memberikan pelukan hangat. Aziel yang di peluk sangat bingung, ada apa dengan sang Daddy begitulah kira-kira fikiran Aziel.


"Maaf." Satu kata lolos sudah dari mulut Haneul, "Maaf atas kesalahan dalam perkataan, perbuatan yang sudah Da--Daddy lakukan. Daddy benar-benar minta maaf, Daddy ingin memperbaiki hubungan dengan Aziel."


Dengan perlahan Haneul melepaskan pelukan nya, ia menggenggam kedua tangan sang anak.


"Aziel maukan memaafkan Daddy?"


"Tapi jika Aziel marah dengan Daddy tidak apa-apa. Aziel tidak usah memaafkan Daddy, karena perbuatan Daddy sangat tidak baik kepada Aziel dan Daddy pantas untuk mendapatkan nya." lanjut Haneul


Aziel menggelengkan kepala nya


"Daddy gak salah kok sama Aziel dan jika Daddy berbuat yang tidak baik tidak apa-apa, Aziel gak marah. Karena Aziel kan bukan anak Daddy." Ucap Aziel sambil tersenyum masam


Ada rasa sakit hati dan tidak suka saat Aziel mengatakan hal seperti itu.


"Jangan berbicara seperti itu, mau Aziel anak Daddy atau bukan seharus nya Daddy berbuat baik kepada Aziel." tutur Haneul, "Aziel anak baik, Daddy salah menilai kamu nak. Daddy benar-benar minta maaf telah menyakiti hati kamu, memarahi kamu, tidak mau menuruti keinginan kamu. Daddy minta maaf Ziel, Daddy ingin memperbaiki hubungan dengan kamu."


Ini Daddy Haneul kan? Kenapa tiba-tiba kaya gini? Batin Aziel bertanya-tanya


"Sebenarnya Aziel kecewa sama Mommy Daddy dan Aziel juga ingin mendapatkan kasih sayang dari Daddy. Tapi Aziel tau ... Aziel gak boleh marah, gak boleh benci, karena Mommy Daddy juga sudah merawat Aziel dan membesarkan Aziel sampai Aziel sebesar ini." tutur Aziel menjeda ucapan nya


"Aziel sudah diberikan banyak nasihat dari Oma Wulan, Oma Dinda, Opa Bima, Opa Adit, Daddy Andre dan Mommy Rara. Jadi Aziel sudah banyak belajar dan Aziel juga sudah memaafkan Daddy sama Mommy" lanjut Aziel


"Jadi Daddy di maafin?" tanya Haneul dan dibalas dengan anggukan kepala


Haneul memeluk kembali tumbuh sang anak, ia sangat senang ternyata Aziel memaafkan nya dan tidak marah kepada diri nya.


"Thank you ... Daddy's very happy, Aziel wants to forgive Daddy. And Daddy promised never to hurt you again." (Terima kasih... Daddy sangat senang, Aziel mau memaafkan Daddy. Dan Daddy berjanji tidak akan menyakitimu lagi). Ucap Haneul


"Promise?" tanya Aziel


"Yes ... promise." jawab Haneul sambil tersenyum


"Daddy, ini kenalin Azura a--" belum selesai Aziel berbicara sudah ada yang memotong nya


"Pak Haneul." sapa Aneta


Haneul yang di sapa menganggukan kepala sambil tersenyum.


"Mommy kenal sama Uncle?" tanya Azura


"Iya, Uncle ini rekan bisnis nya Daddy." jawab Aneta


Azura hanya ber oh ria saja


"Jadi Azura anak nya Pak Bram ya, berarti adik nya Aziel juga dong ... wahh cantik banget sih kamu." Ucap Haneul sambil mencubit perlahan pipi Azura


"Terima kasih Uncle, tapi Abang Ziel gak mau panggil aku adek." rengek Azura


"Loh kenapa?" bingung Haneul


"Kata nya aneh." jawab Azura


"Memang kenapa aneh Ziel?" tanya Haneul sambil melihat ke arah sang anak


"Karena Aziel belum terbiasa dan jika Aziel tiba-tiba memanggil Azura dengan sebutan adek rasa nya aneh sekali." jawab Aziel


"Perlahan-lahan saja, nanti juga akan terbiasa dengan sendiri nya. Masa Azura sudah memanggil Abang tapi Aziel tidak mau memanggil adek." tutur Haneul


"Tidak apa-apa, jangan di paksakan Pak Haneul. Biarkan Aziel beradaptasi dulu." Ucap Aneta


"Iya betul, kalau begitu Aziel mau pulang sekarang?" tanya Haneul


"Aziel tunggu Mang Dadang dulu, Dad." jawab Aziel


"Kata Daddy Andre yang jemput Aziel sekarang Daddy." Ucap Haneul


Tidak tahu mengapa Aziel tidak percaya begitu saja, mungkin karena sudah terbiasa yang menjemput adalah Mang Dadang menjadikan ia bingung kenapa Daddy Andre menyuruh Daddy Haneul yang menjemput.


"Kapan Daddy Andre bilang?" bingung Aziel


"Tadi saat di Rumah Sakit" jawab Haneul


Haneul yang melihat sang anak seperti tidak percaya, langsung mengeluarkan handphone nya di balik celana.


"Kita telpon Daddy Andre nya ya." Ucap Haneul sambil mencari kontak Andre


Setelah ketemu, Haneul memberikan nya kepada Aziel agar sang anak yang berbicara langsung dan tentu nya agar percaya juga.